Review Singkat Penambahan Castor Oil 9% + Gulf Superfleet Di Skywave 08

Ilustrasi

Yola dulur yang budiman….sesuai janji ngadimin untuk mengshare hasil uji coba dewek penggunaan additive nabati, yaitu castor oil untuk penambahan oli mesin. Obyek perlakuan adalah tunggangan ngadimin sendiri, si siwi seekor suzuki skywave tahun 08. Oli mesin yang dipakai adalah oli hdeo, gulf superfleet special sae 15-40 Api CI-4.

Kenapa si siwi? Bukan gipsy danger, gsxr150? Karena si siwi lebih mewakili karena tiap hari dipakek ibu negara untuk aktivitas. Sehari bisa menempuh 30-40 km, sedangkan si gipsy danger sejauh ini hanya untuk weekend saja. Dan yang kedua, mesin metik lebih mentolerir jenis oli apapun tanpa takut efek slip kopling. Walaupun nantinya si gipsy danger bakalan buat uji yang sama pula setelah masa inreyen selesai.

Gulf superfleet + castor oil 9%

Kenapa gulf superfleet? Karena secara spek adalah oli mineral base. Padahal secara teori castor oil tidak bisa bercampur dengan oli mineral. Namun ngadimin menemukan cara agar mereka bisa bercampur homogen…next artikel saja ya, kini spesifik ke efek terhadap mesin dulu.

Setelah mencampur oli gulf superfleet dan castor oil melalui proses pemanasan bertahap, diperoleh hasil sebanyak 1100 ml hasil pencampuran 1000 ml : 100 ml atau sekitar 9%. 100 ml nya deka ambil untuk uji coba kestabilan. Dan dari pembiaran di suhu ruang terbuka, 24 jam postmix ternyata masih tercampur homogen….lumayaaaannnn….

Kemudian campuran castor oil+oli gulf tersebut deka tuang ke mesin si siwi, skywave 08. Caranya sama saja dengan ganti oli biasa yang sudah deka bikinkan artikel terpisah. Untuk filter olinya ngga deka ganti karena baru kepakek 5500 km…lagian males belinya…harus ke sumber…. :mrgreen .

Bagaimana efeknya…?!!! Ternyata…. Ehm….enak….dulur sekalian…. Mesin sangat terasa empuk, adem khas oli hdeo, tapi ini lebih adem lagi. Saat buat jalan terasa semuuuuutttt….halus, vibrasi berkurang jauh. Lebih semuut daripada oli sae 15-50 yang dulu sempat dipakai. Atau lebih smooth dibanding gulf superfleet tunggal sebelumnya. Padahal sae lebih encer lho ya dibandingkan castrol gtx 15-50.

Efek licin dimesin terasa sekali… Buat rolling, mesin terasa adem halus dari biasanya. Ini mungkin karena efek FAME yang terkandung di castor oil. Fatty acid methyl ester. Atau sering disebut ester like efect vegetables oil. Dan uniknya castor oil memang seperti itu, saat di suhu tinggi, sama atau lebih dari titik didih, maka daya pelumasan sebaik oli ester.

Apakah dengan hasil tersebut deka merekomendasikan penggunaan castor oil buat dulur sekalian? Buat ngadimin, itu masih terburu-buru. Karena masih ada tahap berikutnya yang lebih penting. Bisa memberikan efek longdrain ngga?

Kenapa? karena menurut literatur luar, jika castor oil berdiri tunggal sebagai pelumas, punya kelemahan dibandingkan pelumas minyak bumi+ adpack yang bagus, apalagi yang fullsynth. Tingkat oksidasinya tinggi khas vegetables oil. Walaupun begitu, beda castor oil dengan vegetables oil lainnya seperti palm oil atau minyak goreng adalah kemampuan mempertahankan viscosity nya sampai suhu 1200° celcius.

Minimal dapat 4000-5000 km atau 4-5 bulan seperti kemampuan gulf superfleet saja sudah ngadimin anggap bagus. Minimal diambil efek smooth khas esternya. Namun jika ternyata breakdown sebelum itu, yah…buat apa? Misi longdrain nya gagal. Jadi stay tuned saja sampai uji ketahanan olinya selesai ya Lur….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

12 Komentar

  1. Aku aja baru masuk aliran sesat ke HDEO, kalo suruh nyoba castor oil nanti dulu deh masnya nyoba2in dulu hehe. Mau nanya mas apa kapasitas oli mesin itu berpengaruh kepada drain interval ya? Apa semakin besar liternya, semakin lama kita bisa ganti oli meskipun oli yang kita pake oli motor semi sintetik kualitas biasa? Soalnya kayak KTM aja kalo gak salah 1.6-1.8 liter ganti olinya disarankan 6000km.

    • Jelas ada pengaruhnya jika di kubikasi yg sama…. Tp semakin besar mesin oli yg dibutuhkan jg makin banyak. Utk kasus ktm mungkin krn emang olinya bagus…motorex kan?

  2. Iya mas pake Motorex. Bahkan katanya Ninja 250sl sama Z250sl servisnya juga nganjuran 12000km baru ganti, padahal kapasitasnya kalo gak salah 1.3 overhaul.

      • ok. kompatibel = boleh dicampurkan. di minyak nabati ada stearic acid dan oleic acid. Kalau di minyak kelapa sawit 5% dan 45%, keduanya merupakan aditif friction modifier modern. Bisa ditambahkan PAO yang bisa mengurangi friksi oli lebih dari 30%. Bisa dibaca di
        “Chapter 5: Tribological behavior of C18 fatty acids blended in PAO 4”

Silahkan Beropini