Lorenzo : Ducati Jaman Rossi Memang Lebih Jelek, Tapi Yamaha Honda Juga Minimum Apalagi Jamannya Stoner

Yola dulur yang budiman…entah kenapa saat ini banyak wawancara media dengan pebalap ducati, Jorge Lorenzo. Kali ini ngadimin nukilkan wawancara media sport rider yang berhasil mewawancarai lorenzo, bahasan umumnya adalah membandingkan motor ducati dengan yamaha. Disini juga terungkap bahawa lorenzo ternyata salah memperhitungkan karakter desmosedici… lebih parah dari yang ia perkirakan.

Banyak yang tidak tahu bahwa setelah seri Austin kemarin terjadi kegaduhan di team Ducati, bahkan seorang Dovizioso yang biasanya kalem sampai melontarkan pernyataan keras. Semua soal kurangnya organisasi team di tubuh ducati, sepertinya sedang mengalami tekanan yang cukup tinggi ini team, karena tuntutan prestasi yang lebih baik di tahun ini dengan kedatangan Lorenzo. Ironisnya, saat di kondisi badai ini, satu-satunya orang yang tampaknya memiliki kepala dinginjustru dari pebalap yang paling biasa “lebih menuntut” Jorge Lorenzo.

Saat ditanya bagaimana doi bisa setenang itu disaat yang lainnya heboh? Lorenzo menjawab :

I’m used to absorbing my problems and forgetting them when I need to forget them, thinking about something else when it’s time to not think about them, and analyzing them when it’s time to analyze. It’s a matter of putting the pieces of the puzzle in place until they all fit together and from there things start to work. I’m clear that there is nothing that will come to me all of a sudden, but it will come from improving one tenth at a time, from half a tenth to one tenth. Until finally you are getting closer and closer to where you want to be.

Dari ucapannya, nampak bahwa seorang Lorenzo punya tipikal otak kiri, analis sejati, logical thinking, dan kadang tak punya perasaan ( tidak baper ). Saat ada masalah, untuk melupakannya ya lupakan saja, nggak usah dimasukin di hati, lebih baik mikirin yang lain daripada mikirin problem saat itu. Masalah tidak datang mendadak, semua bisa dianalisa sedikit demi sedikit.

Ada hal yang cukup menarik yang doi sampaikan saat dibandingkan dengan Rossi saat di ducati dulu, capaiannya tidak seburuk lorenzo saat ini.

Comparing Rossi’s results to mine is very misleading, because in 2010 there were four strong bikes. The others were light years away and if you finished 45 seconds back you were fifth or sixth; And now if you end up at that [same] distance, you are 15th. There are so many competitive bikes, so much equality. It’s also true that the Ducati today is more complete than the Rossi Ducati, but on the contrary, I repeat, there are many more official and good bikes than before.

Membandingkan hasil Rossi dengan saya itu sangat menyesatkan, karena pada 2010 ada empat motor yang seimbang. Sedangkan yang lainnya jauh dibawahnya, dan jika Anda finish 45 detik dibawah juara 1, Anda berada di urutan kelima atau keenam. Dan sekarang jika Anda berakhir pada jarak yang sama, Anda ada di urutan 15. Ada begitu banyak motor kompetitif, begitu banyak persamaan saat ini. Ini juga benar bahwa Ducati saat ini lebih canggih, dari Ducatinya Rossi, namun sebaliknya, saya ulangi, ada banyak lagi motor resmi dan bagus dari sebelumnya.
Kemudian doi menambahkan :
I view the situation as a very challenging goal, a challenge that only (Casey) Stoner conquered. It’s also true that at the time the bike was very complicated, but in 2007 the power advantage with respect to the Yamaha and the Honda was minimal. He also had the Bridgestone tires, which compared to the Michelin, made a huge difference, especially the front. In 2008 he won some races, in 2009 also a few, and some in 2010, but it wasn’t the same as in 2007. Only Stoner has been able to consistently win races and win the title once [with Ducati]. Yes, it is true that at this moment Bautista has adapted very well to the bike, Dovizioso is going faster than me, and also (Danilo) Petrucci, (Scott) Redding and the rest, but I think when I find the click, I think my level may be something higher than these riders. It actually should be the case now, because after all Ducati signed me for that! But I firmly believe that when I get to understand how to go fast with this bike, as I have managed to understand all the bikes I have ridden in my career, I can take one step more than what the others are producing.
Menurut Lorenzo, kesuksesan ducati kala itu walaupun masalah lebih kompleks, tapi keunggulan ducati ada di power, sedangkan honda dan yamaha sangat minimum soal power mesin. Begitu pula soal ban yang masih bridgestone, dinilai lebih bagus daripada michelin, khususnya ban depan. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah “rasa klik ” dengan motor ducati, jika itu tercapai maka lorenzo merasa akan diatas pebalap ducati lainnya seperti Dovizioso, Petruci, Redding, dan Bautista. Jika doi sudah memahami motornya, maka dia akan mencapai satu langkah lebih dripada pebalap lainnya.
Dan terakhir, saat ditanya soal Rossi yang bisa membalap lebih cepat saat race walaupun di babak kualifikasi memble, Lorenzo menjawab singkat :
(Smiles) I don’t know, it’s a big question that only he knows the answer to.
MBUH……
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum
 

Silahkan Beropini