Apakah Oli Mesin Bagus Itu Yang Tidak Berubah Warna?

 

Yola dulur yang budiman….bicara kualitas oli, banyak yang beranggapan bahwa oli yang punya kualitas bagus itu oli yang awet mempertahankan kebeningannya saat dipakai di mesin dalam jangka waktu tertentu. Apakah seperti itu? yuk kita obrolin bareng.

Ada yang bertestimoni memakai oli mesin merk x… Sudah dipakai 1000 km masih bening, saat dipakai 2000 km warna oli bawaan masih kelihatan…merah… Ini oli yang kualitasnya bagus… Atau kasus lain, melihat uji droptest oli merk w yang sudah mulai menghitam di km 2000 km dikatakan olinya sudah jelek, kualitas abal-abal. Bahkan ada yang bilang olinya sudah habis masa pakainya, lihat sudah menghitam hasil pembersihan kerak di mesin…. Hmmm….wehhhh….

Padahal ngadimin menemukan fakta bahwa oli sekelas amsoil signature series sudah menjadi gelap saat terpakai dalam 2000 km. Beberapa seri dari Liqui Moly malah sudah hitam dari oli barunya. Apakah itu menandakan kualitas oli jelek? Nop….nop…nop…. Itu hanya perubahan warna oli saja yang sudah aktif bekerja di mesin. Pertanyaannya, kenapa terkadi perubahan warna?

Ketika oli sudah bekerja melumasi mesin, otomatis akan terkena panas hasil pembakaran mesin. Saat itu pula semua komponen oli bekerja, dari base oli sampai paket additive yqng disebut addpack. Nah… Addpack tiap pabrikan oli itu berbeda-beda ramuan, inilah yang membuat oli berubah warna saat terpapar panas mesin. Perubahan warna oli tergantung reaksi masing-masing addpack. Jadi perubahan warna menjadi gelap bukan acuan oli sudah jelek, tapi respon addpack terhadap panas mesin.

Kualitas oli tetap berpaku pada kemampuan proteksi terhadap keausan, tekanan, kemampuan lubrikasi, kemampuan bertahan lama ( longdrain), serta kecepatan untuk memberikan proteksi maksimal sesuai kebutuhan mesin. Dan tidak lupa tingkat penguapan juga minimal di kondisi mesin normal.

Oli yang masih bagus itu adalah oli yang mampu mempertahankan kekentalan sesuai saenya di rentang suhu lingkungan serta mesin dalam jangka waktu yang panjang, bukan karena perubahan warnanya. Oli ketika mau eol justru makin encer dari bawaannya. Setelah itu mulai meninggalkan sludge dan mengental, dan akhirnya mengeras.

Memang sih oli yang lebih jernih setelah jarak pakai tertentu lebih enak dipandang, apalagi di mata pemakai awam.. Ah….olinya masih bening, aman… Walaupun sebenarnya itu bukan parameter kualitas oli. Jadi ketika dulur memakai oli kualitas bagus dan nampak mulai menghitam, bahkan saat uji droptest, jangan khawatir, selama tidak terjadi sludge dan kerak, oli anda masih aman dipakai. Justru moment ketika oli tiba-tiba menjadi sangat encer, lebih enteng padahal sudah diatas 5000 km, itulah saatnya anda siap-siap ganti oli. Tinggal menunggu respon mesin menjadi kasar.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

4 Komentar

Silahkan Beropini