Problem Rossi Di Musim 2017 Ternyata Sangat Pelik

Valentino ROSSI ITA Movistar Yamaha MotoGP YAMAHA MotoGP GP Qatar 2017 (Circuit Losail) 23-26/03.2017 photo: MICHELIN
suzuki

Yola dulur yang budiman….dimulai dari uji pra musim 2017 kampanye motogp, Valentino Rossi seperti terengah-engah mengimbangi para pebalap-pebalap muda. Hasil testnya cukup mengkhawatirkan karena jarang menjadi 3 tercepat, bahkan terlempar dari 10 besar. Banyak yang bilang karena faktor umur 38 nya, namun para pengamat sangat paham kompetensi seorang rossi dibandingkan umurnya. Ternyata masalahnya sangat pelik.

Sebenar artikelnya sangat panjang, tapi akan deka ringkas tanpa meninggalkan poin utamanya. Dibilang masalah sangat pelik karena berhubungan dengan semua pembalap motogp. Problem rossi bukan faktor fisik, atau skill. Tapi ke karakter balap rossi sendiri yang berbeda dibandingkan pembalap lainnya. Ditambahi dengan motor M-1 yang benar-benar baru dibandingkan musim 2016 kemarin, khususnya soal sasis yang lebih tinggi.

Lha beda gaya rossi dibandingkan pebalap  lainnya dimana? Rossi membalap dengan gaya extra hard braking saat masuk ke tikungan. Gaya seperti ini membutuhkan performa ban depan yang mumpuni, daging ban harus bagus dan punya daya tahan mumpuni. Apalagi ditambah sasis yamah yang lebih tinggi, otomatis saat hardbraking meningkatkan pressure ban depan.

Ban depan baru michelin tidak mendapat komplainan dan semua pembalap merasa oke. Hanya rossi yang merasa tidak cocok. Jangan bilang rossi-nya tukang komplain ya, karena pihak michelin sendiri mengakui fakta tersebut dan memang terjadi perubahan struktur ban baru mereka, ban depan.

Ceritanya, saat sesi tes akhir musim 2016 di valencia, michelin memberikan ban depan jenis baru yang dagingnya lebih tebal dan “stiff” agar punya daya tahan lebih bagus. Dan setelah diuji, ada yang mengeluhkan ban depan baru ini bikin motor sedikit chatter, beberapa pembalap juga mengatakan seperti itu, walau sangat sedikit, yang paling chatter adalah motor…. You know lah siapa yang sering ngomong motornya chatter.


photo: MICHELIN

Apalagi saat yamah melakukan uji internal di bulan november, yamaha mengatakan 4 motor ( baru ) nya bermasalah, dan semua pembalapnya ( rossi belum bereaksi apapun) komplain. Karena hampir semua pembalap mengatakan ban depan barunya ada problem, pihak michelin memutuskan untuk tetap memakai daging ban tahun 2016 yang dianggap kurang stiff di tes sepang kemarin. Naahh..disinilah krisis rossi mulai muncul. Rossi mengatakan ban depan membuatnya tidak pede saat menikung. Ban dirasa kurang stabil saat hardbraking ala Rossi. Di beberapa tikungan oke, di banyak lainnya bermasalah, sedangkan pebalap lain tidak merasakan itu. Pebalap tipe hardbraker membutuhkan tipe ban depan dengan daging yang keras dan mumpuni.

Dengan aturan ban suplai tunggal dan disama ratakan ke semua pebalap tentu menjadi masalah pelik bagi rossi. Pebalap tidak bisa memesan ban khusus sesuai karakternya ke pihak prinsipal. Pihak michelin sendiri tentu juga tidak bisa merubah komposisi ban mereka hanya demi rossi saja, sedangkan semua pebalap lainnya ngga ada yang komplain.

Solusi satu-satunya rossi adalah mengakali kondisi ban tersebut dengan pendekatan internal, bukan penyesuaian gaya balap, atau karakter ban. Tapi penyesuaian ulang sasis motornya agar tidak terlalu menyiksa ban depan. Proses penyesuaian sasis motornya rossi itu sudah dimulai sejak qatar kemarin, dan belum menyelesaikan sepenuhnya masalah ban depan rossi. Masih terus disempurnakan agar sesuai dengan karakter  rossi.

Makanya walau hanya podium 3 rossi nampak gembira, karena targetnya hanya 5 besar. Melihat peliknya masalah ban yang dia hadapi sendirian. Apakah tehnisi yamaha juga bisa menyelesaian masalah penyesuaian sasis buat rossi? Yah…mereka cukup kapable sebenarnya, apalagi soal sasis, dimana itu adalah ilmu kanuragan wajib tehnisi yamaha.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

12 Komentar

  1. Rossi emang kuat bnget di pngereman. Jagonya late braking mirip alex barros hhe.. Sempat rumor mau balik ke M1 16′ om.. dngan susahnya adapt M1 17′ tpi mnurut rossi itu sama aja mnmpatkan drinya k jajaran pbalap tech3 yg pake M1 taun kmaren. Ktanya sih frontend M1 yg skrng gt nurut tuk enter cornering.. tp ktika galbusera modif diam” sblum race qatar. problem jauh brkurang.

  2. tetapi mengapa MM93 yang juga punya style HardBraking nampak tidak menemui kendala, malah dia bisa kencang dengan ban keras didepan. Apakah pengaruh tinggi/berat badan dia yg masih dibawah VR46 sehingga (cukup) mengurangi stress ban depan?

    • Markes msh kalah soal hardbraking, dan dia bilang sendiri kemarin mulai lbh awal menarik tuas rem…itupun akhirnya ban keok di akhir2 lap, sampai mau kesalip dp n espargaro

      • lalu bagaimana dengan style nikung MM93 yg hampir selalu lebih “masuk ke sisi dalam menjelang apex” itu? bukannya style nikung seperti itu membutuhkan hardbraking yg kuat?

        sedangkan racer Yamaha rata2 hampir selalu keluar dulu sebelum masuk apex.

  3. Versi panjangnya dong mas.. We all knew rossi braking style banter dn bikin dia ga nyaman sm front end dg style nya dia..
    Trus si tukang ngeluh ini siapa ya? Inisialnya aja jg boleh.. Wkwkwk..

Silahkan Beropini