Tips Cara Drain Agar Penyesuaian Oli Baru Lebih Cepat

oli mco jarak 1000 km hitam
suzuki

Yola dulur yang budiman…. bagi npenganut aliran sesat, masa paling bikin dagdigdug itu adalah saat awal pemakaian atau masa transisi awal. Dari mesin yang sudah terbiasa memakai oli motor kemudian memakai oli jenis pcmo atau hdeo tentu perlu penyesuaian ulang. Lha wong ganti oli beda merk saja kadang perlu penyesuaian ulang kok. Nah, kini ngadimin akan ngasih tips bagaimana meminimalisir kejadian yang bikin dag-dig-dug tersebut. Kuncinya adalah cara drain atau kuras oli yang ada di dalam mesin.

Pada masa transisi awal ini kadang, walaupun tidak mutlak ada yang mengalami anomali di mesin motornya. Mulai dari suara lebih berisik, panas berlebih, atau ada yang vibrasinya lebih terasa. Ini disebabkan karena adanya bentrokan addpack atau additive oli di dalam mesin. Addpack baru menggantikan, menggerus addpack lama yang menempel di dinding mesin, atau kita sebut saja lapisan film oli. Lapisan film oli lama digerus, digantikan lapisan film baru…. bahasa awamnya.

Nah… saat ganti oli, jika dilakukan tidak tepat dan terburu-buru tentu akan meninggalkan sisa oli lama yang cukup banyak. Paling banyak genangan oli bekas adalah di bagian head silinder blok, atau area camshaft sistem, dan saerah filter oli untuk motor yang sudah dilengkapi FO. lihat gambar aliran oli dalam mesin motor dibawah ini.

Untuk meminimalisir percampuran oli lama dan oli baru, maka kita memakai pendekatan cara ngetap, menguras, drain oli mesinnya. Dulu sudah dibikinkan cara kuras oli yang bener, tapi karena ngadimin baik hati dan tidak sombong, maka akan kita ulang cara drain yang bener, plus penyempurnaannya, karena kita akan menggunakan oli jenis baru. Kalok oli barunya sama dengan oli yang lama, maka cara kuras oli yang di artikel lama saja, lebih praktis.

Ganti Oli Dalam Kondisi Dingin? Pikir Lagi Deh……

Langkah-langkah drain oli saat pertama kali mau memakai oli sesat adalah sebagai berikut :

  • Lakukan pengurasan saat sore atau malam setelah motor tidak terpakai.
  • Kendorkan baut pembuangan oli mesin… kendorkan saja dari posisi awal yang mengunci agar saat nanti saat membukanya tidak bikin sleek.
  • Panaskan mesin motor sampai ke suhu optimal kerja mesin, plus minus 10 menit
  • Siapkan bak penampung
  • Buka baut pembuangan oli mesin. Hati-hati ya….. panas
  • Ambil dan bersihkan tutup pembuangan serta stainernya
  • Buka baut filter oli dan lepas filetr oli. awas ada genangan olinya, hati-hati agar oli tidak mengotori lantai
  • Stater motor dalam kondisi off  ( kick stater atau cabut busi ) berkali-kali agar genangan oli mengalir ke bawah
  • Biarkan sisa oli menetes sampai habis…. Biarkan semalaman
  • Pagi harinya, pasang filter oli baru, kencangkan baut-bautnya
  • Pasang kembali tutup pembuangan oli dan stainernya.
  • Isikan oli baru
  • Nyalakan mesin sampai langsam selama 2-5 menit agar oli baru tersirkulasi ke seluruh mesin.
  • Ada satu langkah lagi yang kadang kita lupa….
  • Esok harinya, setelah pemakaian hari pertama, lakukan cek dipstik, jika kurang, lakukan topup sampai level maksimal. Kenapa? karena oli lama terkuras habis, maka volume oli baru kebutuhannya menjadi maksimal seperti pasca turun mesin. namun jika dicek ternyata sudah pas, maka ndak perlu top-up.

Kuncinya memang meminimalisir sisa oli lama, kalaupun ada levelnya cukup rendah, dan nantinya hanya terjadi pergantian lapisan film oli saja, nggak perlu ada bentrokan addpack oli baru dengan oli lama yang cukup banyak.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

gulf oil

10 Komentar

  1. Kalau filter oli Yamaha kan pakainya kertas, sedangkan Honda pakainya jaring kasa. Berarti kalau di motor Honda ngga usah ganti jaring kasanya ya om? Mengingat kemampuan dari 2 filter oli tersebut berbeda.

  2. Salken kangvroh
    Nice article
    Btw kapan nih nyoba lagi sensasi alap2 bogoran? (Populer disebut colt mini)
    Test adrenalin lagi
    Sambil di rec pake action cam
    Kek carvlog gitu
    Jozz

Silahkan Beropini