Menambah Minyak Goreng Ke Oli Memang Enak, Tapi……

Yola dulur yang budiman… mendengar judul diatas, buat biker awam tentu terasa seperti kesamber petir. Ndak usah bicara biker awam, lha wong sesama komunitas oli sesat saja masih pro kontra…. sesatnya kebangetan… :mrgreen . Namun itulah yang terjadi, ada sebagian kecil yang sudah mengaplikasikannya ke motor. Testimoninya juga beragam, tapi bersuara sama…. mesin lebih enteng dan lebih empuk suaranya. Tapi semua ada plus minusnya… yuk kita bicarain.

 

Cara menambah minyak goreng ke oli mesin adalah dengan cara membuat perbandingan volume oli mesin dikurangi sekitar 10-20% digantikan dengan minyak goreng. Hal ini tidak hanya dilakukan di negeri ini, tapi luar negeri juga sempat ada yang bertestimoni dan beropini bahwa penambahan minyak goreng sebagai additive tambahan oli itu baik. Kalok ndak salah, teorinya palm oil itu membuat bonding oli lebih kuat ke metal sehingga pelumasan maksimal. Ini selaras dengan testimoni para pemakainya : suara lebih halus, getaran minim, dan respons mesin lebih ringan.

Namun sayangnya sampai saat ini ngadimin belum melihat langsung kondisi motor pengguna minyak goreng tersebut. Apakah olinya tahan lama atau malah cepet EOL, end of live. Terus sejauh ini deka juga belum dapat informasi, formulasi oli + minyak goreng bisa bertahan seberapa lama. Sensasi enaknya sampai berapa km?

Bukannya deka ndak percaya atau menolak bahwa minyak goreng berfungsi positif jika ditambahakan ke oli mesin. Tapi karena ngadimin masih berpegang pada sifat kimia minyak goreng itu sendiri masih menjadi pertimbangan. Untuk lengkapnya silahkan cek ulang di artikel ini . Pada dasarnya ada 3 faktor yang membuat minyak goreng kurang bagus sebagai additive tambahan oli.

Yang pertama adalah titik didihnya yang sangat regresif, atau menurun sangat cepat. Saat masih segar, titik didihnya bisa mencapai 210° c, hampir mirip dengan oli mineral. Tapi begitu kembali dingin, saat dipanaskan kembali, titik didihnya langsung turun drastis dibawah 200° c. Kemudian pemanasan ke-3 turun lagi dibawah itu, bahkan saat menjadi minyak jelatah titik didihnya sudah dibawah 160°.

Faktor kedua adalah sifat minyak goreng yang mudah teroksidasi saat terkena panas. Korelasinya sangat kuat dengan poin pertama, titik didih regresif. Kenapa regresif? karena saat terpapar panas, minyak goreng mulai teroksidasi. Ingat… dengan adanya oksidasi, maka rantai karbonnnya menjadi lebih panjang. Jika oksidasi terus berlanjut, maka minyak goreng akan menjadi jelantah dan akhirnya murni karbon atau disebut kerak. Apalagi ditambah sifatnya yang sangat regresif, maka akselerasi terbentuknya kerak akan semakin cepat.

Dan yang ketiga, sifat kimiawi minyak goreng yang perlu dipertimbangkan adalah tingginya titik beku minyak goreng, yaitu sekitar 22-19° C. Minyak goreng sudah mulai beku atau mengeras, tentunya ini akan membuat oli menjadi lebih kental. Bayangkan saja saat mesin mati selama semalam, paginya dinyalakan dengan kondisi oli lebih kental karena minyak goreng yang membeku…. tentu kerja mesin menjadi berat.

Namun semua ini baru sekedar hipotesa, berdasar dari sifat-sifat kimiawi minyak goreng. Penulis belum melakukan pengujian pencampuran minyak goreng dengan oli mesin. Bagi yang sudah melakukannya, deka acungi jempol dan salut atas keberaniannya, silahkan tinggalkan testimoninya di kolom komentar.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

oli sesat murah berkualitas

7 Komentar

  1. Hmm, sepertinya saya mendeteksi akan terjadi perang dingin, wkwkwkwkwk, just kidding

    Btw mau tanya, pernah pakai oli Evalube ?, Kok jarang banget ya kedengaran oli itu? Apakah produksi oli ini hanya untuk mesin pabrik atau masih jualan oli kendaraan?, Dan kalau baca dari web sepertinya ini oli bekas yg dimurnikan kembali. Apakah ada yg pernah testimoni oli Evalube? Thanks

    • Evalube memang pakai recycle…dan itu ndak masalah. Justru menyelamatkan bumi dr limbah oli. Tergantung pemurnian n addpacknya saja yg menentukan kualitas…so far harusnya layak pakai ya…. Tinggal tingkatannya spt apa.

  2. Artikel tandingan wkwkwkw
    Kalo di blog iwb nyebutnya dohc lebih gengsi dari sohc padahal cuma 150 cc 😂
    Nah disini lebih berbobot pembahasaanya oli
    Lanccrotkan om 😂

  3. iya, minyak kelapa sawit lebih mudah teroksidasi. Yang namanya panas memang mempercepat oksidasi. Oleh karena itu di dunia oli ada yang namanya thermal stability. Oli mesin yang thermal stabilitynya jelek ya berarti mudah rusak. Kalau oli mesin sudah rusak, ya jadi seperti minyak jelantah.

    Saya sih coba tambah minyak goreng untuk ngejar film strengthnya. Banyak oli yang belum sampai akhir masa pakai sudah kasar suara mesin. malah pernah mengalami oli yang katanya sintetik bagus, nggak pernah dipakai kencang, baru dipakai 400km sudah kasar sekali suara mesin.

    Untuk memperbaiki sifat oli beberapa orang menyarankan pakai aditif oli, ada yang menyarankan dioplos ATF, dll. Saya justru sebaliknya, saya anti aditif oli, sekarang lebih memilih tambah minyak goreng saja.

    https://kupasmotor.wordpress.com/2017/03/10/ini-alasan-mengapa-film-strength-jauh-lebih-penting-daripada-kadar-moly-atau-zddp/

  4. minyak goreng sepertinya tak masalah hanya saja takarannya 10% saja biar aman, dan mengacu pada mas Sucahyo bahwa minyak goreng mampu meningkatkan film strenght maka baiknya waktu nambah emang setelah oli dipake buat menempuh jarak yg jauh saja katakanlah diatas 1500 Km baru ditambah migor, mengingat di kilometer tersebut kemungkinan volume oli juga berkurang beberapa karena penguapan. Tetapi ane malah jajal coba langsung dicampur pas tuang oli baru di jupiter z ane dg takaran kurleb 700cc Meditran SX dan kurleb 100an cc Migor, totalnya 800 cc sesuai angka yg tertera di bak mesin. masih nunggu sampe kilometer 500 dan 1000 ntar di check perkembangannya seperti bakal gimana!

  5. saya awam masalah mesin. cuma taunya halus apa kasar saja..
    shell ax7 sama minyak goreng di cb150 terasa enak, efek merusak mesin atau tidak jg ga tau.
    yg jelas pemakaian oli saya batasi tiap 2000km.
    buat yg lain jgn dicoba, kecuali paham resikonya..
    tanks om, artikel mencerahkan.

Silahkan Beropini