Biker Responsibility…. Bijak Membuang Oli Bekas

oli mobil delvac mx bekas
suzuki
oli bekas

Yola dulur yang budiman…….salah satu rutinitas yang dilakukan oleh pemilik motor yang krusial adalah penggantian oli alias pelumas mesin. Pelumas ibaratnya  darahnya motor. Sayangnya motor tidak punya organ ginjal seperti manusia yang bisa mencuci darah. Sehingga oli perlu diganti dalam jangka waktu tertentu. Dan ini butuh reaponsibility, tanggung jawab besar bagi biker….jika anda bijak.

Oli bekas ternyata termasuk limbah golongan B3. Apa itu limbah B3? Limbah B3 adalah limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun (B3) yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Jenis limbah ini harus diperlakukan dengan penanganan khusus secara ketat.

Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas teasuk dalam golongan ini. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bilamana diuji dengan test toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Jika oli dibuang sembarangan di tanah, maka tanah dalam jangka waktu lama tidak bisa ditanami jenis apapun karena unsur tanah rusak parah dan mengandung zat racun. Jika dibuang diair akan mencemari dan meracuni biota yang hidup di air. Air tidak bisa dimanfaatkan sebagai penopang hidup. Jika dibakar, akan menghasilkan konsentrasi gas beracun sepertiCO2, CO, Pb, NOx dan HC.

Terus oli bekas motor kita penanganannya seperti apa? Kalok anda mengganti oli di bengkel motor sih, mereka bisa menanganinya. Oli akan ditampung di bak atau drum khusus dimana limbah oli ini akan dikirim ulang ke pabrik oli biar ditangani atau diolah ulang. Bahkan bisa digunakan sebagai oli recycle. Jadi jika ada pabrik oli memproduksi pelumas dari oli recycle merupakan pabrikan penyelamat bumi dari limbah…..bukannya dihina dan diejek.

Bagaimana jika anda mengganti oli di rumah? Tinggal oli bekas ditampung ditempat khusus, kemudian kemas melalui botol selain botol oli ( menghindari pemalsuan oli ), kemudian tutup rapat, setorkan ke bengkel penjual oli…. Jangan dibuang ke tempat sampah atau sungai.

Jadi penanganan oli bekas, walaupun nampak sepele mempunyai unsur tanggung jawab besar. Jika anda peduli dengan lingkungan, masa depan buat keturunan kita, maka bijaklah dalam membuang oli bekas anda.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

5 Komentar

  1. pernah baca dimana gitu oli bekas seperti ini bisa diolah menjadi aspal secara mudah tanpa harus memakai peralatan canggih. andai dalam 1 kampung terdapat 20 motor yang tiap bulan menghasilkan sekitar 10 liter oli bekas saja mungkin nggak ada ceritanya jalan kampung aspalnya berlubang….

  2. Kalau saya oli bekas dibuang di tempat sampah yg sudah disediakan oleh dinas kebersihan. Kan ada tuh kotak sampah organik, anorganik & B3 😎

  3. Iya, long drain juga tidak membantu karena racun terutama dari pemakaian

    Drain interval lebih lama tidak lebih ramah lingkungan, oli mesin itu limbah beracun termasuk juga PAO

  4. Kalo saya sih oli bekas dicampur pisang, ubi, tape, sama kolang kaling lumayan jadi kolak segar.
    Ya buanglah oli bekas pada tempatnya atau di kirim ke pendaur ulang oli.
    Kalau oli baru boleh di buang ke saya.

Silahkan Beropini