Pertamina Makin Keren….BBM Premium Mendekati Euro3

nossle kuning premium
suzuki
nossle kuning premium
nossle kuning premium

Yola dulur yang budiman…. dapat info dari dulur yang paham di perminyakan dan perlendiran, umm Rusdi tentang kondisi bbm jenis premium milik pertamina. Kini secara kualitas bahan bakar sudah mendekati aturan euro3, meskipun tidak akan bisa masuk ke golongan bbm euro 3.

Kita sudah tahu secara umum apa itu aturan emisi euro3. Pada intinya membahas batasan emisi yang keluar dari knalpot kendaraan kita agar lebih ramah lingkungan. Agar emisi euro 3 terpenuhi, bukan hanya sektor mesin yang perlu diperbaiki. Tapi juga di sektor bahan bakarnya…itu juga tak kalah penting.

Percuma mesin spek euro 3 atau lebih, tapi bbm kualitas sampah. Ujung-ujungnya bikin mesin cepat rusak, atau bikin cebol catalityc conventer, aka catcon. Sektor meain dan kualitas bbm punya sinergi untuk mencapai aturan euro. Ndak bisa berdiri sendiri-sendiri.

fb_img_1477486914129

Bbm pertamina sendiri, kalok bicara pertamax sudah cukup bagus soal spek euro3. Sedangkan untuk bbm jenis premium yang banyak dipakai oleh pengejar bbm murah termasuk berkualitas memprihatinkan. Salah satunya kadar sulfurnya yang disebut setara dengan kualitas sampah…. 500 ppm.

Kenapa disebut kualitas sampah? Karena memang meninggalkan banyak sampah residu di dalam mesin. Bikin jebol pompa oli, meninggalkan tumpukan soot atau jelaga mesin di ruang bakar yang menjadi pemicu terjadinya mesin ngelitik. Selian itu juga ujungnya membuat pembakaran tak sempurna dan membuat fuel dilution di pelumas mesin.

Nah kini pertamina makin keren…produknya ada peningkatan kualitas, khususnya bbm premium oktan 88. Deka bilang mendekati spek euro3 tapi ndaka akan bisa masuk spek euro3 karena salah satu syarat spek euro3 adalah nilai RON 92. Sedangkan bbm premium atau pertalite punya nilai ron dibawah itu.

fb_img_1477486906751

Tapi bicara kualitas kebersihan bbm, premium apalagi pertalite sudah masuk spek bbm euro3. Lihat saja gambar tabel di atas, hasil uji data lab bbm premium. Salah satunya menunjukkan kadar sulfur yang sudah jauuuhhhhh berkurang dari 500 ppm ke hanya 50 ppm sesuai standar euro3.

Bagaimana kita mensikapi kasus ini buat motor kita? Apakah dengan kasus ini terus kita boleh memakai premium di semua kendaraan kita? Yo ndak gitu….. Bagaimanapun sesuaikan kebutuhan bbm dengan meain kendaraan kita. Meain kompresi tinggi ya diisi bbm dengan kualitas bagus…..

Nah…bagaimana jika terpaksa memakai premium/pertalite di motor, mobil kita agar bisa sama dengan pertamax…. Pakailah fuel additive yang bagus…..salah satunya nanti kita bahas di artikel berikutnya… SPARK……

9 Komentar

  1. Motor saya sekarang pake pertamax semua karena waktu pake pertalite jadi ngga enak,sering nyendat dan busi sering ko,setel karbu ngga sampe seminggu eror lagi,akhirnya kuras pertalite ganti pertamax lancar jaya,.

  2. Belum masuk lah bus Euro 3 krn kan bukan hanya Sulfur aja ttp ada kandungan aromatik, olefin,benzene dll.
    Pertamax saja belum masuk sbg Euro 2 krn oktan cuma 92,Euro 2 kan mensyaratkan oktan 95 tuh yg sekarang,bukan 91 lagi

Silahkan Beropini