Inilah Alasan Ilmiah Oli Diesel Dan Mobil Aman Untuk Motor Kopling Basah

sipiter dan oli diesel
sipiter dan oli diesel
sipiter dan oli diesel

Yola dulur yang budiman…..sejauh ini para pengguna oli sesat ketika ditanya alasan kenapa oli diesel dan mobil bisa dipakai di motor, khususnya motor kopling basah, kebanyakan berdasarkan testimoni. Mereka berani memakai karena pengalaman yang sudah memakai duluan. Dan sebenarnya dari pengalaman saja sudah cukup sahih sebagai alasan.

Namun masih terasa kurang kalok jawaban seperti itu tanpa didampingi dengan data ilmiah. Minimal bagi pengguna oli hdeo atau oli diesel serta pcmo atau olu mobil di motor agar lebih yakin tentang keamanannya. Sehingga ketika pada saat motor memang saatnya trouble, tidak lagi menyalahkan oli sebagai biang keroknya.

Deka sendiri bukan pakar perlendiran, tulisan inipun keluar berdasarkan diskusi dengan rekan-rekan insinyur perminyakan yang dunia kerjanya memang di dunia pelumasan, perlendiran.

Dengan spek oli sekarang yang ditandai dengan JASO, baik MA atau MB, selalu menjadi alasan klasik pengguna oli mco konvensional. Bagi mereka, oli motor tanpa jaso haram hukumnya dipakai di motor. Alasan yang meyakinkan lagi, oli motor sudah dilengkapi additif anti selip kopling ( ternyata ndak cumak kondom yang diselipin, kopling juga… πŸ˜€ XD ).

Jaso sendiri adalah sebuahsertifikasi yang sebelumnya dilakukan pengetesan sebuah pelumas yang dikeluarkan oleh badan perotomotifan dari jepang, hampir sama dengan sertifikasi API untuk amerika. Jadi oli dari amerika menggunakan standar api, bukan jaso. Itu yang jarus diketahui pertama kali.

Nah…uji jaso sendiri mempunyai beberapa jenis syarat pengujian. Salah satunya sudah bersertifikasi minimal api sg, sh, sj, sm, atau sn… Untuk api sm dan sn yang non energy conserving. Selain api, juga salah satunya serifikasi ilsac, yaitu ilsac gf1, 2,atau 3. Jika salah satu masuk kriteria itu saja sudah masuk di uji kelayakan jaso. Uji kriteria jaso sendiri secara keseluruhan menggunaka uji yang dinamakan uji jaso T-903 tahun 2011 yang kemudian dilanjut dengan uji friksi jaso T-904.

Uji jaso
Uji jaso

Dan tahukan anda? Uji jaso T-904 tersebut ternyata hampir sama persis sengan uji oli diesel allison ( cmiiw ). Uji jaso sendiri walau peruntukannya untuk motor yang punya rpm tinggi, ternyata saat uji hanya dilakukan di rpm 3000 sama dengan oli diesel.

Bagaimana denga additif selip kopling Β yang diklaim ada di oli motor atau mco? Nah kalok yang ini deka juga bingung….additif selipΒ kondom itu yang seperti apa? Setahu deka dan rekan-rekan yang bekerja di perolian, tahunya additif friction modifier….. Atau additif pelicin agar meminimalisir terjadinya friksi atau gesekan antar logam…additif ini jika berlebih justru malah membuat selip kopling. Itulah kenapa, oli api sm dan sn yang sudah EC membuat selip kopling…karena friction modifier terlalu tinggi yang bagus untuk mesin kopling terpisah seperti mobil atau motor metik.

Bagaimana dengan oli diesel/hdeo? Apalagi jenis oli ini…. Friction modifier di oli diesel sejauh ini sebatas wacana saja karena mesin diesel sejauh ini tidak membutuhkan…kenapa? Pelumasan di meain diesel masih dominan hydrodinamic lubrication….anti friksi belum dibutuhkan.

So….bagi pengguna oli sesat di motor, itulah alasan ilmiah sejauh ini yang menerangkan penggunaan oki hdeo dan pcmo di mesin motor, khususnya kopling basah…. Bagaimana dengan motor metik? Apalagi ini…. Selama sae nya pas…mau oli jenis apapun juga doyan…

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

49 Komentar

  1. di alinea 6, API SM & SN disebut non EC, tapi kok di alinea 8 dibilang sudah EC?
    kira2, bagaimana penafsiran dari Nusron,, eh… pencerahan dari TS?

  2. udh nyoba meditran sx d shoun 125 thn 2005. slama krg lbh 1.000 km (2 mnggu). yg skrg nyoba meditran sc yg lbh murah. rncana buat 2.000 an km, blm rncana untuk long drain jd smntra cb m.sc yg murah…

  3. Pada dasarnya dari penjelasan persyaratan jaso ma di atas udah jelas, bagi yg mau mikir & mencari pencerahan. Penasaran? Ya coba. Ragu ya gak usah pake.
    Salam sesat!
    *Msx, pft, pffs, mcf user

  4. Hahaha emang begitu, tulisan oli motor hanya pembodohan menurutku… Aku dari tahun 80an selalu pakai oli mobil buat motor, biar belinya sekalian buat mobilku, kalau waktunya motorku ganti oli tinggal naker persediaan oli mobil yg ada, yg diesel atau yg bensin adanya, krn mobilku ada yg diesel(panther/rocky) dan bensin(kijang). Buktinya semua motor yg pernah kumiliki tak ada yg bermasalah, malah pada ngacir larinya.

  5. Ane udah ikutin sih pake oli diesel. Kenak racun warung ni. Castrol magnetec diesel 10-30. Tp kok ya mahal buanget. 90ribu seliter. Ngiahahahaha
    Dipake di cbr muka sempak “negeri” thai. Hasilnya ya paten. Harganya pun paten. Untung ganti 3 bulan sekali

  6. Ahai, jebret, ini nih artikel yang ditunggu2…salam lendir sesat yang sebenarnya gak sesat.. PFD pancen oye, mau tanya sekalian om,vega r new kan kagak ada filter olinya tuh,terus kalo mau kasih pfd flushingnya gimana ya om?apa cukup dipakai sejauh 500km dulu gitu terus ganti lagi?

  7. Baru 2 hari saya pake oli PFT di supra 125, review gua oli PFT ini tarikan mantab, putaran atas bawah lebih responsif, konon katanya Oli mobil tidak recomended karna bisa slip kopling tp setelah gua buktiin sendiri ternyata gejala slip kopling tidak ada sama sekali, gua uda coba geber dgn kecepatan sampai 110 km/jam ga ada tu slip kopling, yang gua suka dari oli sesat ini pada saat kondisi mesin panas tetap stabil,.

Silahkan Beropini