Jika Nemu Peraga Oli Seperti Ini, Bisa Diabaikan

Yola dulur yang budiman…..beberapa waktu yang lalu, deka mendapatkan gambar yang sedikit aneh. Seseorang yang sedang menservis motornya di sebuah bengkel resmi, mendapati alat peraga oli seperti di bawah ini. Dan dari diskusi yang kita lakukan, alat peraga tersebut, bisa kita abaikan.

tes-oli-ahm

Alat peraga ini membandingkan daya alir oli mesin motor dengan kekentalan sae 10-30 yang dijual oleh bengkel tersebut dengan oli merk lain dengan sae 10-40. Caranya dengan memutar 180º, maka oli akan mengalir ke bawah. Jika oli lebih encer maka akan mengalir lebih cepat. Kalok deka amati, ada beberapa keganjilan dan pertanyaan selanjutnya dari alat peraga tersebut.

Yang pertama, alat peraga itu sendiri. Bandingkan saja lekukan leher angsanya, yang oli sae 10-30 milik bengkel tersebut lebih landai dan panjang dibandingkan tabung satunya yang lebih pendek dan lekukan lebih tajam. Dari kacamata ini saja akan menghasilkan lekukan yang lebih landai cairan akan lebih cepat mengalir daripada lekukan yang curam.

Yang kedua, perbandingan ini jelas nggak head to head, oli dengan base stok sama, jelas lebih encer sae 10-30 dibandingkan sae 10-40. Jadi kalok mau membandingkan ya tentunya oli yang punya sae yang sama. Kalok sebatas membandingkan kekentalan sae 10-30 dengan 10-40 its ok saja… tapi di keterangan bawahnya menunjukkan bahwa oli dengan sae 10-30 lebih bagus dari sae 10-40…. weitss…. tunggu dulu……Publik awam bisa terjebak disini.

Sae oli dibuat itu berdasarkan kebutuhan mesin, seperti mesin motor baru honda yang punya spek sae 30,yamaha umumnya sae 40, suzuki, bajaj, tvs dengan sae 50.  Kekentalan oli bukan berarti makin encer makin bagus, karena kebagusan atau kualitas oli bukan melulu soal sae, tapi berdasar MSDS ( data hasil uji lab oli ), base stok, kualitas additive, serta property oli lainnya.

Sae 10-40 tidak berarti lebih jelek dari sae 10-30. Itu hanya menunjukkan range viskositas oli saat bekerja di suhu normal atau suhu kinerja mesin. Dan ini kembali lagi disesuaikan dengan kebutuhan spek mesin masing-masing motor.  Lihat saja skema diagram kinerja oli berdasarkan sae di bawah ini….

kinerja-oli-di-suhu

Dari grafik tersebut saja masing-masing sae oli dibuat sesuai target apa yang akan dicapai. Apalagi dengan kondisi lingkungan tropis seperti negara kita ini. Secara umum pemakaian viskositas oli di motor di cuaca tropis bisa mentolelir naik atau turun 1. Misalkan spek oli kita 10-40, Maka bisa ditolelir dengan menggunakan sae 10-30 atau 10-50, karena saat bekerja di mesin yang beroperasi optimum oli nyaris berkinerja sama seperti skema diagram berikut

viscosity-sae

Namun bagaimanapun spek sae oli yang kita pakai, deka rekomedasikan lebih baik sesuai anjuran pabrik, karena itu sudah dilakukan uji sebelumnya. Namun bukan menutup kemungkinan sae lain lebih jelek, bahkan bisa jadi lebih bagus, seperti sae 0-20 yang lebih encer. Karena sae sendiri tidak mewakili kualitas sebuah oli. 

Membandingkan oli sae 10-30 dengan 10-40 dan mengatakan sae 10-30 lebih bagus dibandingkan 10-40 merupakan hal yang menyesatkan ( deka ngga berani bilang pembodohan ). Dan ini bisa menjadi senjata makan tuan, karena ternyata bengkel tersebut menjual oli sae yang lebih kental saat suhu ruang, yaitu 20-40……. Jadi kalok mau bikin program itu mbok ya dipertimbangkan matang-matang………jualan ya jualan…. tapi mbok ya jangan gitu…. jadi kesimpulannya, alat uji tersebut bisa kita abaikan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

32 Komentar

  1. ane malah pake meditran SX
    buat jupiter z 110, mesin lebih tidak cepat panas dari olie gawan pabrik, suara juga relatif lebih tidak kasar, pemakaian optimum hingga 3000 Km (yg gawan pabrik cuma enak sampe 1000-1500 Km aja) dan lebih enak digeber, ayo… ayo… siapa lagi yang mau terjerumus kedunia persesatan olie, ngoahaha… XD

Silahkan Beropini