Pakai Logika Kebalik, Arus Balik Lebih Cepat Dari Hari Biasa

suzuki

Yola dulur yang budiman…. tidak seperti yang digembar-gemborkan dan dikhawatirkan tentang kemacetan yang bakal terjadi di daerah Brexit, brebes exit saat arus balik ke arah jakarta, deka justru mengalami anomali lebih cepat sampai tujuan daripada hari biasa. Hal ini awalnya karena deka menggunakan logika kebalik saat menentukan jalur mana yang akan dipilih saat balik dari mudik.

Logika kebalik karena menurut logika temen-temen, tetangga, kerabat menyarankan lewat jalur selatan dari magelang. Yaitu melewati purworejo, kebumen, buntu, wangon, banjar, ciamis, baru ke utara ke cikijing, kuningan dan cirebon. Masuk logika karena deka bercerita bahwa saat mudik hari senin kemarin, deka melewati jalur tersebut dan tidak mengalami macet berarti. Berbeda dengan jalur pantura yang mecet bagai neraka di brexit.

Namun logika mereka deka nggak pakai dulu, justru deka berencana akan melewati pantura, lewat brexit… Brebes exit yang kemarin macet seperti dihadang ribuan setan. Awalnya kerabat yang perhatian ama deka mewanti-wanti jangan lewat pantura, kasihan kena macet parah. Terima kasih, namun keputusan jalur mana yang akan ditempuh akan deka putuskan sesaat menjelang berangkat.

Jam 19.45 deka buka aplikasi google map, gps untuk memantau arus lalulintas jawa tengah. Ternyata jalur dari purworejo sampai buntu banyak garis merah. Kemudian dari wangon ke arah banjar atau ke utara juga idem. Sedangkan jalur magelang semarang, pekalongan tegal brebes relatif masih menyisakan garis biru, walaupun banyak spot warna merah yang menandakan kondisi macet.

Langsung mantabkan hati setelah salat isya’ nanti lewat pantura. Start dari borobudur jam 20.10 kemudian melewati jalan alternatif ke kota magelang karena akses macet. Dari magelang arah secang padat merayap karena pertigaan secang dan banyaknya rumah makan pinggir jalan. Melihat jalur magelang semarang yang banyak spot merahnya, deka banting ke kiri lewat temanggung, parakan, sukorejo, weleri kemudian capcus pantura. Hal itu diamani oleh gps yang menunjukkan jalur lancar. Setelah sampai pekalongan tanpa kemacetan, deka temui kemacetan di akses keluar kota. Kembali melongok gps, jalur luar pekalongan macet, dan lebih pilih masuk ke dalam kota pekalongan saja…. lancar jaya karena sudah malam. Lepas pekalongan, bisa melaju 60-80 km/ jam sampai daerah comal. Di depan terdapat antrian panjang, padahal tidak ada simpangan disitu. Kembali gps berperan, ada kecelakaan di depan, dan gps menunjukkan jalan alternatif lewat kampung…. Oke, deka ikuti, ternyata nggak lama sudah melewati titik kecelakaan, dan bisa melaju kembali dengan kecepatan 60-80 km/j.

Masuk kota pemalang, tegal gps mesih menunjukkan jalur biru alias lancar, sampai di titik simpangan brexit… Lancar jaya dengan cruising 60-80 km/j. Bahkan lepas dari kota brebes, deka bisa melaju 80-100 km/jam. Jalan lumayan lengang hanya berisi mudikers biker dan mobil, sehingga bisa kickdown pedal. Deka sengaja nggak lewat tol karena dari pantauan gps, justru banyak spot merahnya. Jadilah deka dari magelang sampai cirebon menggunakan jalan umum non tol.

Dan akhirnya sampai gerbang kota cirebon, jam menunjukkan waktu 03.25 lebih cepat dari perkiraan gps yang memperkirakan sampai jam 03.50 jika kondisi lancar tanpa macet. Kalau diitung itung hanya memakan waktu 7 jam 15 menit dari borobudur ke cirebon. Lebih cepat daripada waktu tempuh di hari-hari biasa yang memakan waktu sekitar 8-10 jam, bahkan jika padat bisa 12 jam. Arus balik deka malah lebih cepat daripada hari-hari biasa, hal ini disebabkan karena minimnya truk dengan angkutan berat yang melintas, sehingga kecepatan bisa konstan. Dan yang jelas, deka terhindar dari spot-spot macet. Untuk saat ini kemacetan neraka brexit belum berlaku bagi deka.

Lesson learn-nya adalah: Daripada mengeluh, memaki pihak lain, mending gunakan gps, baca, analisa kemudian putuskan mau lewat mana. Beranikan untuk melewati jalur alternatif yang ditunjukkan gps, setelah mempertimbangkan dengan matang, dan berdasar pengalaman. Untuk soal kapan ngikut gps atau nggak kita bahas lain waktu….. Sek… Deka tak udud dulu sambil nunggu waktu shalat subuh.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

6 Komentar

  1. dari Sukorejo, drpada ke Weleri, pas pertigaan setelah bundaran Sukorejo itu bs ambil kiri arah Limpung/Bawang. nanti intercept ke panturan bisa di Subah. atau sblm Subah bisa ambip kiri lewat Bandar, langsung cuss masui kota Pekalongan. jalur ini lebih hemat 30-40km drpd lewat Weleri.

  2. Woooww… Mantaaaffff ulasannya… Itulah yg seharusnya qta lakukan, ga usah saling menyalahkan… Arus mudik/balik pst macet & ga mungkin ga macet… Dsitulah seninya, qta hrs pintar2 memutar otak gmn caranya biar terhindar dari kemungkinan terburuk…
    2jempol buat om dokter… Hehehe

Silahkan Beropini