Motor… Solusi Efektif Untuk Silaturahmi Lebaran

suzuki

wp-1467887356261.jpg

Yola dulur yang budiman… Punya kampung halaman tempat pariwisata dilain sisi cukup menyenangkan karena suasana meriah. Namun disisi lain, cukup merepotkan karena kondisi jalanan yang macet. Ajang silaturahmi saat lebaran menjadi hal yang merepotkan. Solusinya adalah menggunakan moda transportasi motor, dan itu deka rasakan cukup efektif.

Kampung halaman deka adalah desa borobudur, kenal jelas karena candi borobudur yang termashur seantero jagad tersebut. Saat lebaran seperti ini, sudah tradisi keluarga deka untuk saling jenguk, silaturahmi ke kerabat di desa, tersebar di kecamatan borobudur.

wp-1467887367893.jpg

Setelah sungkeman ama orang tua, dilanjut ke kerabat paling dekat di hari pertama, ke kuburan trah, dan di lanjut ke tetangga sekitarnya. Pada hari pertama, karena harus ke daerah muntilan, deka masih bisa menggunakan mobil untuk silaturahni. Namun di hari kedua, saat ingin silaturahmi ke sekitaran borobudur, keluar dari rumah saja sudah dihalangi oleh macet. Kendaraan plat jakarta tumpah ruah di borobudur, kemacetan jakarta dibagi ke desa deka. Saat untuk menggunakan mobil jelas tidak efektf karena waktu dan bbm akan terbuang percuma mulai dari 100 m depan rumah.

Untung saja deka ada simpenan motor metik di rumah desa. Seekor metik produk ngoahahahaem edisi tahun 2014, vario techno 125 cc yang kesehariannya dipakai oleh babeh. Untuk mempersingkat waktu dan tentunya biaya, deka lebih kemilih memakai metik ini untuk keliling desa. .otor cukup efektif untuk membelah kemacetan. Dan tentunya bisa melalui gang jalan tikus jika jalan stuck karena over populasi kendaraan.

Sekali lagi, motor menjadi moda paling efektif bagi masyarakat. Biaya cukup murah, dan lebih fleksibel untuk menjelajah rumah perumah satilu desa atau kecamatan. Deka, ibu negara, dan 2 tuyul sanggup ditampung oleh metik ngiahahahaem yang termasuk laris dipenjualan ini.

Jangan bilang ngga safety ya… Karena deka memakai pelan-pelan dan tidak seruntulan. Memang menyalahi aturan, nakun bagaimana lagi, itu yang paling efektif untuk transportasi karak pendek. Dan deka gunakan di jalanan desa, bukan jalan nasional atau jalan raya lalulintas kendaraan besar. Pak polisi juga maklum karena suasana lebaran.

wp-1467887361553.jpg

Bagaimanapun deka, dan pembonceng semua pakai helm.Dengan memakai motor, kerabat yang dikunjungi jauh lebih banyak daripada menggunakan mobil dalam sehari. Memang tidak senyaman dinginnya ac mobil, tapi bagaimanapun tidak akan sepanas di kota. Ini di desa, naik motor walau padat, masih bisa mencari jalan desa yang masih rindang pepohonan. Oh ya…. Motor akan berbiaya ekonomis jika kita gunakan untuk berboncengan daripada sendiri. Walau sedikit menyalahi aturan karena berboncengan lebih dari 1 orang, gunakan secara bijaksana agar keselamatan kita terjaga.

Masih ngecap deka fby? Masih ngecap deka anti honda? Ah itu perasaan adek saja….. XD

Semoga bermanfaat

Wassalamaualaikum

 

Silahkan Beropini