Uji Akselerasi Satria FI….. Upaya Suzuki Menganak Pinak Jin

uji performa new satria fi
suzuki

Yola dulur yang budiman…… maaf baru bisa update artikel. Maklum deka adalah blogger paruh waktu atau ” Part time blogger”, ngeblog sekedar memperkaya warna dunia blog motor negeri tercinta ini. Bicara uji tes akselerasi satria FI di beberapa kota besar, dimata deka, iu adalah upaya suzuki untuk menganak-pinak JIN.

uji performa new satria fi
uji performa new satria fi

Apa itu jin? silahkan saja klik di kolom search dengan kata jin, maka artikel-artikel yang berhubungan dengan jin akan muncul. Dalam dunia bisnis…. jin atau penanam mindset atau image sangatlah penting. Sebagus apapun produk, kalau mindset atau image yang tertanam di publik jelek, maka produk nggak akan dilirik. Padahal yang namanya image, mindset belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Disinilah kadang digunakan oleh para pabrikan untuk saling berkompetisi perang image, mindset menggunakan jin-jin seperti media massa, baik teve, koran, tabloid, radio, atau BLOG. Saking pentingnya peran Jin di dunia bisnis, bahkan sampai menggunakan agency atau “makelar jin”. Pokoknya pabrikan nggak mau tahu apa yang akan dilakukan, semua dipasarhkan oleh makelar jin tersebut. Tahunya, produknya harus sukses tertanam di mindset konsumen, dan produknya laris.

wpid-jin%2baladin%2bmarah%2b-%2bkartunlucu.com_.png

Namun ada yang sedikit beda dengan langkah suzuki kali ini……. Jin yang mereka sebar adalah dalam bentuk riil, nyata. Bukan jin yang bergentayangan melalui media maya, media tinta atau gelombang elektromagnet seperti tv, radio. Jelas media-media ini memakan banyak biaya jika dilakukan secara massive. Massive, atau spartan, terus menerus adalah salah satu jalan untuk menanamkan mindset semakin dalam. Bahkan suatu hal yang realitanya tidak benar, jika ditanamkan secara massive, maka akan dianggap sebagai kebenaran.

Jin dalam bentuk nyata tersebut adalah dengan cara melibatkan publik secara langsung untuk menjajal produk mereka yang digadang-gadang mengunggulkan performa. Uji akselerasi yang bergilir dilakukan di beberapa kota adalah contohnya. Suzuki seperti mau bilang, “Nek ora ngandel…… jajalen dewe, nggak cuma katanya-katanya……”. Hasil dalam bentuk angka jelas akan didapat, semakin kecil, maka akan semakin membuat publik perhatian, apalagi dengan muncul kata “rekor”.

Cara seperti ini memang efektif dilihat dari segi biaya, karena media hanya digunakan sebagai amplifier hasil spektakuler yang diraih dari uji tes tersebut. Media bukan untuk membentuk opini buatan, tapi memperbesar gaung realita yang terjadi. Realita karena yang mengets langsung adalah wakil dari pubik itu sendiri, selain melalui media, Jin yang paling kuat pengaruhnya adalah mouth to mouth information, getok tular. Tanpa keluar biaya, berita menyebar dngan sendirinya.

Memang cara seperti ini penuh resiko, kenapa? karena ini berhubungan dengan hal riil….. motornya langsung di tes dan diuji oleh publik. Jika saat test ternyata tidak sesuai janji awal, maka produk langsung koit pada saat itu juga. Efek jin yang disebar melalui media, walaupun massive tetap susah membentuk image yang terbentuk. Karena image awalnya sudah buruk dan itu riil. Nampaknya Suzuki sangat percaya diri dengan satria fi, sehingga berani mengambil langkah tersebut.

jin dengan inisial MADEV
jin dengan inisial MADEV

Terus apa bedanya dengan yang sudah-sudah? kan dilakukan juga tes langsung oleh wakil publik? Ada sedikit perbedaan….. yang pernah dilakukan bukan wakil publik secara langsung, tapi wakil media kebanyakan, sehingga hasil riilnya tidak begitu nampak, hanya “menurut media anu” atau ” menurut blog eta “, produk ini topsempit sekian, aksel sekian…. kencang banget………Murni menggunakan Jin untuk membuat opini dan menyebarkannya.

Jika ada hal ditambahkan atau di ralat, silahkan share di kolom komentar…… bebas tapi sopan….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

16 Komentar

  1. Berarti anda jg jin,karena kmarin2 pakai data dari mcn tentang penantang zx yg minus cbr untuk diinfo kan kembali,bukan anda sndiri yg melakukan,haha.sesama jin jangan saling mendahului

Silahkan Beropini