Honda Mengulang Pendekatan Yang salah Seperti 2015

suzuki

Yola dulur yang budiman…. membaca judul tulisan, fans honda mungkin akan menjudge deka sedang njelek-njelekin atau ngebece HRC, honda. Bukan….. deka lebih memilih menulis fakta yang ada, yang kebetulan kok  belum ada blog yang ngebahas. Setelah hari pertama tes sepang, fakta bicara honda kesulitan karena mengulang kesalahan yang sama seperti 2015 awal. Honda melakukan pendekatan yang salah terhadap motor mereka.

dani-pedrosa-marc-marquez-repsol-honda-motogp-sepang-test

Mungkin juga deka dianggap nggak kapable, atau fakta yang diperoleh masih minim karena uji baru 1 hari dari total 3 kali di sepang, belum uji di philip island berikutnya ( cmiiw). Setelah uji hari pertama sepang selesai, dari 3 pabrikan utama, hanya honda yang kesulitan untuk meraih waktu tercepat. Bahkan sekelas juara dunia, Marquez cuma berada di posisi 7 dibawah team satelit ducati.

HRC tertolong oleh gaya balap Pedrosa yang smooth. Pedrosa sendiri di akhir test di posisi ke-3, dibawah duo yamaha. Dari hasil uji 1 hari memang tidak bisa menjadi patokan kalau HRC sdang kesulitan. Dan deka tidak memandang fakta itu. Yang deka pegang adalah fakta bahwa improvement motor RCV dari awal uji setelah musim 2015 selesai, yaitu di sirkuit valencia, progress-nya sangat minim.

Saat test di valencia tersebut duo pembalap HRC bilang, motor terlalu agresive, tidak enak buat nikung, ban sering selip, gejala wheelie masih nampak. Setelah sekian bulan sampai test sepang, pembalap honda masih mengeluhkan hal yang sama. Itu namanya progress-nya minim, hampir tidak ada improvement dibandingkan 2015. Kalau ditelisik lebih dalam, hal ini disebabkan karena HRC sendiri melakukan pendekatan yang salah terhadap RCV mereka.

Kalau Yamaha dan Ducati melakukan pendekatan yang sama, yaitu membuat mesin yang seimbang dengan elektronik, maka honda melakukan pendekatan yang lain. Honda membuat mesin yang agresive dulu, baru dikontrol oleh sistem elektronik. Herannya…. di musim 2015 saja terbukti tidak sebaik musim 2013-2014, lha kok diulang lgi di musim ini.

Di musim 2015, dengan sistem elektronik yang dibuat oleh mereka sendiri saja masih nggak memuaskan, sampai seorang MM 93saja kudu  pakai sasis lama…..Apalagi sekarang pakai ECU dengan software homologasi dari magnetti marelli? apa nggak tambah susah saja. Kan Honda sendiri yang bilang kalau elektronik sekarang dibandingkan elektronik factory team seperti ketingggaan 7 tahun? lha kenapa pendekatannya masih sama?

Harusnya honda sudah siap dengan riset mesin baru yang lebih friendly dulu tanpa elektronik seperti langkah ducati dan yamaha. Bukan membuat mesin yang agresif baru dikontrol oleh elektronik……di musim 2013 elektronikmu memang canggih, sampai seorang pembalap pemula yang banyak melakukan kesalahan waktu itu bisa juara dunia…. sekarang dengan sistem homologasi ??…… fakta membuktikan……

Jadi semua kembali ke honda, merubah pendekatan terhadap mesin. Bukan menuduh team lain nyolong start. Berikut dafta pembalap tercepat uji hari pertama sepang 2016

hasil test sepang 1

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

1 Trackback / Pingback

  1. Lorenzo : Saya Suka Michelin….. | 78deka

Silahkan Beropini