Gabung Dengan Siapapun, Tidak Akan Menyelesaikan Masalahmu Bajaj

bajaj-ktm-kawasaki
suzuki

Yola dulur yang budiman….. info tentang rencana pabrikan  asal film kuch kuch hota hai, Bajaj yang akan kembali ke negeri ini sudah masuk ke redaksi deka beberapa hari yang lalu. Berhubung deka juga mantan penunggang Bajaj Pulsar, gatal juga jari untuk mengetik tingkah polah brand satu itu. Infonya, kali ini Bajaj akan menggandeng perusahaan yang juga diambil sebagian sahamnya oleh BAL, KTM. Well… menurut deka itu juga tidak akan menyelesaikan masalah bajaj sendiri.

bajaj-ktm-kawasaki
bajaj-ktm-kawasaki
Kalau BAL menggandeng KTM, berarti bajaj akan cerai dengan kawasaki. Pantas saja pihak kawasaki banyak yang mengobral Pulsar 200 NS. kabar yang bagus bagi penggemar motor antimainstream. Kejadian cerai seperti ini sudah deka perkirakan sejak awal. Gabung dengan kawasaki adalah kemunduran jauh dari BAI sebelumnya yang berdiri sendiri dengan rantai diler yang mulai menjamur.

Sekarang, sepertinya BAL akan mengulang kejadian yang sama dengan gabung dengan KTM, justru sekilas malah lebih mundur lagi. Apalagi kalau bukan soal diler, kawasaki saja sudah susah aksesnya untuk ukuran kabupaten, apalagi KTM yang cuma segelintir dilernya? Deka cukup heran dengan semua kebijakan BAL sejak dulu.

Dari dulu, BAL terkenal dengan keputusan yang maaf plintat-plintut. Nggak konsisten melakukan planning strategi. tiap tahun selalu berubah, bukan ke arah kondusif lebih baik tapi blunder. Pola pikir para pemegang kekuasaan tidak sesuai dengan realita yang terjadi di Indonesia. Mereka leterlek melakukan seperti yang dilakukan di India sono, yang secara habit dan karakternya beda jauh.

pulsar 200ns red fi
pulsar 200ns red fi

Kalau sekedar numpang-numpang, itu sama saja bertahan hidup tapi makin lama makin surut. Deka nggak mempermasalahkan soal motornya, cukup bagus dan punya value bagus. Masalahnya , polah para pejabatnya berimplikasi pada pengguna motor bajaj, entah jaminan sparepart, jaminan servis, maupun jaminan harga. Para pulsarian, naked wolves sudah begitu tabah dan berani prihatin dalam memelihara motor bajaj. Sekarang ditambahin lagi dengan polah-polah yang harusnya mengayomi.

ktm duke 200
ktm duke 200

harusnya pihak bajaj malu dengan kompatriot-nya, TVS…. dimana berani membuka pabrik dimarih walaupun secara penjualan juga nggak kalah memprihatinkan. Namun dengan cerdas mengakali dengan basis produksi untuk impor. Untuk ikut bermain di negeri yang sudah puluhan tahun dikangkangi oleh pabrikan Jepang memang butuh proses panjang dan kecerdasan lebih. Nggak ada cara instan… seperti keputusan-keputusanmu Bajaj…… ikuti jejak TVS, buka pabrik disini, mulai lagi menarik lagi kepercayaan yang sudah menjadi puing-puing agar diler bisa ada lagi…. susah memang…. tapi emang hasil karyamu sendiri kan?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

5 Komentar

  1. Sepertinya bajaj india tergiur dengan penjualan kawasaki rouser di filipina yang sukses, sementara pertumbuhan penjualan bajaj indonesia sangat lambat. Oleh karena itu bajaj india tergiur untuk kerjasama dgn kawasaki indonesia.

  2. Toh ya biarin aja gan bajaj mau sama siapa
    Kan kita ga ada bisnis sama mereka
    Ga ada saham disitu juga.
    Ya berdoa aja semoga bajaj berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Silahkan Beropini