Cara Inreyen Motor Yang Baik Dan Benar Menurut Pakar

mesin dohc
suzuki

 

mesin dohc

 

Yola dulur yang budiman…. bicara masa inreyen motor atau kendaraan kita, memang banyak ragam cara, ada yang bilang jalan normal biasa, ada yang bilang nggak perlu inreyen, ada juga yang bilang langsung gas pol…. Ada juga yang mengikuti instruksi dieler. Nah kali ini deka akan berikan cara inreyen motor baik kondisi baru atau kondisi setelah turun mesin yang baik dan benar, tentu sesuai reverensi deka.

Inreyen adalah masa pakai kendaraan di waktu dimana part mesin yang jumlahnya bisa ratusan bagian tersebut sedang menyesuaikan diri baik antar celah maupun sambungan dari rantai kerja sebuah sistem mesin. Kejadiannya adalah saat kendaraan dalam kondisi baru keluar pabrik, atau setelah turun mesin. Kok turun mesin juga? iya… karena sebelumnya komponen daleman mesin dibongkar, dibersihkan dan dipasang kembali. Nah karena pemasangan kembali ini komponen-komponen tersebut butuh penyesuaian lagi antar celah dan sambungan komponen mesin.

Reverensi inreyen yang deka anut adalah metode dari pakar perlendiran kendaraan, Mr Widman. Kok  malah pakar oli yang bicara? ya…. karena pada masa inreyen tersebut faktor oli begitu menentukan pembentukan “finger print” part mesin kendaraan tersebut. Oli adalah faktor utama yang menentukan mesin punya masa pakai panjang atau cepat aus.

sistempelumasan1

Menurut metode Widman, inreyen yang benar adalah sebagai berikut :

  • Untuk motor baru, gunakan motor / mobil dengan kondisi tanpa beban berat. berarti gunakan tanpa boncengan, jalankan motor dalam kondisi kommuter kecepatan 40-60 km/jam dengan rpm range menengah ( 3000-5000 rpm untuk motor ). Jangan terlalu tinggi karena itu beban berat buat motor, atau terlalu rendah karena gigi tinggi buat kecepatan rendah juga membuat beban mesin berat.
  • Gunakan motor atau nyala mesin cukup beberapa jam  ( 3-5 jam ) atau sekitar 200 km, setelah itu segera ganti oli dan filter oli. Gunakan oli dengan sae rekomendasi pabrik, dan oli mineral kualitas tinggi bukan syntetic. Tujuannya agar secepat mungkin membuang serpihan logam microskopik karena belum padunya gap atau celah antar komponen, itu sangat jahat untuk tingkat keausan mesin.
  • Untuk motor setelah turun mesin perlakuan hampir sama, yaitu gunakan oli  dengan sae rekomendasi pabrik dan oli mineral kualitas tinggi, ganti setelah beberapa jam beserta filter oli.
  • Setelah itu gunakan kendaraan secara normal seperti langkah pertama sampai 750 sampai 1500 km, dan segera ganti oli mesin dan filternya, lagi-lagi gunakan oli mineral kualitas tinggi  dengan sae rekomendasi pabrik . Pada masa ini, mesin dalam kondisi pembersihan ulang oleh oli dan penyesuaian gap komponen mesin sesuai harapan pabrik.
  • Setelah penggantian oli yang ke-2 kalinya inilah motor atau kendaraan anda sudah siap digunakan sesuai karakter anda.
  • Karena kerapatan antar komponen sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pabrik, setelah itu terserah pakai oli jenis apapun, termasuk oli syntetic yang lebih encer. Jika anda menemukan oli dengan kualitas tinggi, maka pergantian oli dan filternya bisa dalam interval tiap 7500 km.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

29 Komentar

  1. Alasan untuk menghindari oli sintetik (PAO) sepertinya karena film strength oli PAO itu paling lemah. Lebih bagus oli grup I. Salah bila pilih oli Grup III karena film strength oli grup III juga lemah.

    https://kupasmotor.wordpress.com/2016/09/26/banyak-yang-bilang-oli-mesin-bahan-pao-paling-baik-proteksi-perlindungannya-padahal-nyatanya-tidak/

    Tapi, mending pakai oli bagus (nggak perduli merek atau bahannya), dan ditambahi aditif penambah film strength semacam ester. Sayangnya aditif semacam itu tidak ada yang jual sehingga alternatif yang gampang adalah ditambahi minyak goreng.

    Setelah ditambah minyak goreng maka film strength makin kuat, sehingga suara mesin jadi jauh lebih halus dan tarikan mesin lebih enteng.

  2. Om motor sy habis ganti daleman (ring seher,stang seher dkk)sebaiknya pake oli apa ya?…..(sy biasa pake enduro racing) boleh ga om pake oli tsb seteh pada pergantian oli yg ke 2.mksh di tunggu.

    • Enduro racing bukan fully synth…. Aman…lbh aman cari yg mineral spt meditrans sx, gulf superfleet, atau oli bawaan diler

Silahkan Beropini