Ketika Kecepatan Mulut Melebihi Otak ( Balada Darmogati )

suzuki

Yola dulur yang budiman…. artikel enteng-entengan kisah tokoh imajiner Darmogati. Menjadi orang yang lugu bin polos itu memang baik, tapi ketika keluguan dan kejujurannya diumbar tanpa mempertimbangkan situasi, kadang bisa berujung berabe. Apalagi pemilihan kata-kata yang meluncur melalui mulut tidak disaring dengan benar. Seringnya disebut kecepatan mulut melebihi kecepatan otak.

cabe2an

Darmogati, pada dasarnya adalah orang yang blak-blakan, apa kata hatinya, dia ucapkan tanpa ditutup-tutupi, nggak munafik….. A dibilang B. Buat orang yang mengenal langsung Darmogati, mungkin itu bisa dipahami, termasuk braderhut of piksen, gengnya darmogati cs. Namun bisa membuat salah pemahaman atau bikin emosi jika yang menangkap adalah orang yang tidak kenal tokoh gemblung satu ini. Apalagi, kadang kosakatanya blong, nggak diseleksi secara tepat.

Salah satu kejadian darmogati kena batunya adalah saat darmogati dan braderhut of piksen istirahat di sebuah warung bubur kacang hijau di daerah bogor. Saat itu malam sekitar jam 20.00, saat darmogati and the geng memutuskan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan turingnya. Mereka masuk ke warung kecil tersebut untuk menghangatkan diri dengan seangkok burjo dan segelas kopi jahe.

Ternyata di warung itu sudah berisi seorang bapak-bapak umur sekitar 50an tahun dan seorang gadis ABG seumuran anak SMA. Darmogati mengamati diam-diam gadis yang duduk di sebelah persis bapak paruh baya tersebut. Gadis itu memakai celana pendek ketat warna merah memamerkan pahanya yang putih. Di tangannya tergenggam gadget dengan lambang apel, rambutnya hitam sebahu agak ikal. Bajunya yang ketat menonjolkan lekuk tubuh dan menyebarkan aroma wangi menyengat. Make-upnya membuat tampilannya sangat menonjol, semua tampilannya menunjukkan kalau gadis tersebut bukan gadis baik-baik.

” Weh… ada cabe-cabean seger nih…… lha kok yang bawa bapak-bapak tua? ” batin darmogati yang duduk di depan bapak tersebut. Namun setelah itu doi cuma sebatas curi pandang terhadap makhluk manis dalam warung tersebut. Untuk mencairkan suasana, darmogati mengajak bicara bapak-bapak tersebut.

Darmogati : Sudah lama pak di warung ini?

Bapak        : Sudah lumayan mas…. lagi cari ganjel perut, dingin-dingin gini enanya makan burjo panas.

Darmogati cuma manggut-manggut sambil matanya melirik ke gadis itu. Sebenarnya Darmogati hanya ingin bertanya tentang gadis di sebelah itu, cuma pilihan katanya salah, tanpa saringan.

Darmogati   : Wah pak….. gacoannya oke juga, dapat dimana?

Bapak           : Yang mana ?!! ( dengan nada agak tinggi )

Darmogati   : Itu…… ( sambil nunjuk gadis berpenampilan seronok )

Bapak           : Itu BUKAN GACOANKU !!!!!! ( si bapak mulai merah mukanya )

Untuk mendinginkan suasana, Darmogati berniat minta maaf, tapi lagi-lagi pilihan katanya salah… fatal…

Darmogati   : Waduuhhh…. hapunten pak…. maaf…. saya salah prasangka….. sebenarnya bapak sih kelihatan orang baik, tapi gadis itu tampilannya seperti cabe-cabean…..

Bapak tersebut kemudian berdiri dan mengguyurkan sisa bubur kacang ke muka darmogati. Dengan menggandeng gadis tersebut, bapak itu keluar warung sambil bilang , ” Kurang ajar !!! anakku dibilang cabe-cabean….. Dasar pria nggak punya sopan santun !!! “….

Melihat kejadian itu, para geng braderhut cuma cekikikan……

Kartomarmo membisik ke Darmogati : Sebenarnya omonganmu itu benar…… .

Darmogati : Haahhhh?????

Kartomarmo : Iya….. omonganmu tadi benar…. gadis itu emang cabe-cabean…..

Darmogati      : Lha kok???

Kartomarmo  : Iya…. itu si Eva…… minggu kemarin dipake ama Dursono saat menang trek-trekan di bypass….. Tapi nggak segitunya kali… mosok dibilangin ke bapaknya… ya marah lah….. ( sambil ketawa ngikik )

Darmogati      : Lha aku kan malah nggak tahu????

Kartomarmo   : makanya kalo ngomong itu dipikir dulu…jangan ngomong dulu baru dipikir….

Darmogati        : Walaahhh..dasar apes gue hari ini……..

 

Salam enteng entengan

Wassalamualaikum

 

 

Silahkan Beropini