Selamat Datang Honda Vixion…..

new cbsf
suzuki

Yola dulur… sudah lama deka nggak menyapa dulur sekalian karena kesibukan kerja. Mumpung ada waktu luang, deka ingin sedikit coret-coret menuangkan opini yang ada hubungannya dengan dunia permotoran di negeri tercinta ini. Kali ini motor yang akan deka bahas adalah Honda Vixion.

new cbsf courtesy tmcblog
new cbsf courtesy tmcblog

Honda vixion?? nggak salah tuh?….. Hehehe…. sebenarnya motor tersebut adalah motor sport naked dari pabrikan ahm di kelas 150 cc. Motor generasi ke-2 dari klan CB150 street fire aka cbsf. Lha kok deka nyebut honda vixion ki karepe piye ( maunya gimana? )

Hehehe… mungkin tulisan ini akan bikin sedikit panas kuping para fansboy ahm soalnya motor cbsf deka sebut dengan honda vixion. Apakah karena kemarin ramai-ramai menuding ahm menjiplak vixion untuk desain new CBSF ini? Menurut deka, kalau dibilang njiplak kok terlalu kasar ya….. deka bilang sih ahm menggunakan motor klan vixion sebagai acuan utama dalam merangkai motor sport naked 150 cc mereka agar lebih menarik publik motor negeri ini. Mungkin ini akan debatable, tapi mari kita bahas pelan-pelan dan enteng-entengan saja….. Take it easy…. slow and easy….

Kita tahu, trade mark motor paling laris di kelas sport naked 150 cc, bahkan keseluruhan sport 150 cc adalah yamaha vixion. Ahm sudah jumpalitan bertahun-tahun untuk merebut kembali kelas ini yang sudah lama lepas dari dekapan. Beraneka motor digelontorkan untuk mendongkel si Status Quo… klan vixion. Sampai muncul motor cb 150 sf dengan senjata jual utama mesin DOHC….. digembar-gemborkan mempunyai performa powerfull. Namun sudah 2 tahun lebih masih jauh panggang dari api, si overstroke sohc masih tetap susah disalip secara penjualan.

Honda-CB150R-Streetfire
Honda-CB150R-Streetfire

Di mata deka, hal ini karena kesigapan YIMM dalam merepack ulang vixion dari gempuran cbsf, terutama di sektor desain. Ya…. desain merupakan kekuatan utama vixion, dengan desain agresive, rangka deltabox sebagai senjata utama. Saat cbsf lahir, YIMM menyiapkan vixion dengan baju all new meninggalkan desain lama, sehingga CBSF seperti berdesain old fashioned bike karena acuannya old vixion. Senjata lainnya adalah di sektor mesin, boleh saja ahm mengklaim dohc overbore lebih powerfull, namun mesin minarelli 150 cc berstroke panjang 57 koma dianggap sudah teruji baik performa maupun soal keiritan. Sedangkan mesin cbsf banyak dilanda isyu negative. Hal ini membuat publik masih belum bergeming dari vixion.

new cbsf courtesy tmcblog
new cbsf courtesy tmcblog

Nah… kali ini new CBSF melakukan revolusi, desain elegan khas honda dibuat jauh lebih agresive seperti vixion, walau menurut deka taste honda nya masih terasa kental, letak stop kontak juga mengikuti si status quo, di ujung depan tangki. Ukuran ban juga dibuat lebih gambot seperti vixion. Bahkan di sektor mesin pun mengikuti trend stroke panjang 57 mm. AHM menyangkal ( fans-nya ) itu mesin overstroke sehingga mereka menyebutnya mesin “nearly square “. Ah….. sah-sah saja mereka menyebutnya nearly square, toh buatan mereka juga kok, walau di dunia motor baru kali ada istilah mesin nearly square.

Lha apa hubungannya dengan honda vixion? Well kalau dilihat sekilas atau dilihat oleh orang yang awam tentang motor, maka desain new cbsf ini akan disangka sekilas seperti vixion. Kalau nggak percaya, tunjukkan gambar new cbsf ke orang yang nggak mengikuti berita permotoran terup to date, maka mereka akan mengira ini motor vixion.

Para fans jangan marah-marah dulu….hal seperti ini lumrah. Selumrah saat melihat motor fairing keren di otak publik awam motor yang muncul ajalah ninja. Hal ini juga selumrah saat di beberapa daerah menyebut motor dengan honda…. ke sini naik honda ya??? padahal jelas-jelas naik suzuki thunder. Kali ini fans honda harus juga legowo saat publik awam motor nyebut cbsf dengan Oh….. ini to vixion baru keluaran honda……. 😀 .

Terus bagaimana dengan nama jualan utama cbsf yang menonjolkan mesin dohc? Setelah merubah mesin dari overbore ke overstroke ( langkah 57 mm ), apakah dohc akan menjadi senjata yang mematikan? Well…. kalau deka boleh meminjam istilah ahm, mereka menyebut mesin cbsf dengan nearly square, maka fungsi dohc di mesin new cbsf deka sebut juga “nearly berfungsi”. Yang jelas fungsi untuk melayani rpm tinggi absen, terserah mau difungskan apa oleh si pembuat.

Namun diluar itu, mesin new cbsf ini merupakan dobrakan baru dari ahm agar lebih diterima publik. Keiritan mesin overstroke sudah disematkan di new cbsf, torsi berlimpah di low rpm juga idem. Kini keunggulan mesin new vixion sudah ada di new cbsf, plus desain keren, apalagi dibumbui jualan INI DOHC…… silahkan yimm ketar-ketir……. Selamat datang honda vixion…….

Bonus…. Helloween…… future world

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

13 Komentar

    • itu mesin overstroke sehingga mereka menyebutnya mesin “nearly square “. Ah….. sah-sah saja mereka menyebutnya nearly square, toh buatan mereka juga kok, walau di dunia motor baru kali ada istilah mesin nearly square.
      ——————————————
      https://en.wikipedia.org/wiki/Stroke_ratio
      The Mercedes-Benz M117 engine with a displacement of 5547 cubic centimeters is an example of a nearly square engine with a 96.5 mm × 64.8 mm (3.80 in × 2.55 in) bore and stroke.

      The Cadillac 500-V8 manufactured from 1970-1976 is a nearly square engine with a 109.2 mm × 109.3 mm (4.300 in × 4.304 in) bore and stroke.

      Similarly, the BMW S70/2 used in the McLaren F1 is a nearly square engine with a 86.0 mm × 87.0 mm (3.39 in × 3.43 in) bore and stroke.

      The 2009 single cylinder Yamaha Fazer 150 (launched in India), is a nearly square engine with 57.0 mm × 58.7 mm (2.24 in × 2.31 in) bore and stroke.[3]

  1. itu mesin overstroke sehingga mereka menyebutnya mesin “nearly square “. Ah….. sah-sah saja mereka menyebutnya nearly square, toh buatan mereka juga kok, walau di dunia motor baru kali ada istilah mesin nearly square.
    ——————————————
    https://en.wikipedia.org/wiki/Stroke_ratio
    The Mercedes-Benz M117 engine with a displacement of 5547 cubic centimeters is an example of a nearly square engine with a 96.5 mm × 64.8 mm (3.80 in × 2.55 in) bore and stroke.

    The Cadillac 500-V8 manufactured from 1970-1976 is a nearly square engine with a 109.2 mm × 109.3 mm (4.300 in × 4.304 in) bore and stroke.

    Similarly, the BMW S70/2 used in the McLaren F1 is a nearly square engine with a 86.0 mm × 87.0 mm (3.39 in × 3.43 in) bore and stroke.

    The 2009 single cylinder Yamaha Fazer 150 (launched in India), is a nearly square engine with 57.0 mm × 58.7 mm (2.24 in × 2.31 in) bore and stroke.[3]

  2. takdir dari dulu
    lihat,modif punya lawan,upgrade,modif,produksi.
    dulu th 70,80,90 klan ” nihon sei ” bantai motor eropa.sd th 2000 bantai mobil eropa.
    sekarang ” nihon sei ” pada bantai bantaian.
    bantai suzuki,sekarang yamaha….
    rakus,ambisius dan “inilah bisnis”.
    pola pikir pembentukan “brand image irit” mulai luntur,mesin awet mulai luntur,mesin kencang=tdk mungkin irit dan murah.
    lihat harga motor cc dan harga sekarang.
    cuman ngandalin tim SWAT……
    Konsumen sudah pada pinter dan kritis,
    tentang harga,fungsi,teknologi,image besar,iklan dan kenyataan.

Silahkan Beropini