Review 1000 km Pemakaian Oli Sesat HDEO Di Jupiter MX

sipiter dan oli diesel

Yola dulur…. beberapa waktu yang lalu deka melakukan pemakaian oli sesat, yaitu oli HDEO atau heavy duty engine oil atau sering disebut dengan oli disel di motor deka yaitu jupiter mx keluaran 2013. Disebut oli sesat karena secara umum memang bukan peruntukannya secara disposisi dagang.

Untuk melihatnya kembali, silahkan cek di artikel ini

sipiter-nenggak-oli-racun-kobayogas-kudu-tanggung-jawab

sipiter  dan oli diesel
sipiter dan oli diesel

Setelah pemakaian, sensasi yang langsung terasa adalah suara mesin menjadi lebih basah atau ngebas, suara knalpot jupiter mx yang berciri suara garing menjadi agak basah. Tarikan awal menjadi agak berat, namun menurut mbah bons yang pertama kali pakai karena minjem buat ngejemput bininya bilang tarikannya enteng ( maklum biasanya naik honda grand 😀 ).Kebetulan hari itu deka melakukan perjalanan jauh, nah sekalian merasakan langsung performa oli pekerja keras nih. Bener juga, sebelum 100 km dari pengisian awal oli, tarikan maupun performa motor nggak beda jauh sama sebelumnya, yah… seperti motor yang ganti oli biasa saja. Namun begitu menginjak diatas 150 km, tarikan sipiter terasa lebih enteng. Getaran di stang saat rpm menengah atas khas mx pun berkurang.

fastron diesel
fastron diesel

Semakin km bertambah, performa semakin enak, pun demikian dengan getaran mesin. Bahkan suara mesin pun menjadi lebih senyap saat jalan diatas 70 km/jam. Bahasa mudahnya, motor jalannya nggeles tenan….. motor seperti mengalir jalannya, putaran mesin seperti licin. Ganti persneling pun relatif lebih empuk dibandingkan sebelumnya. Deka memang nggak doyan-doyan amat ama yang namaya gaspoll, untuk jalan harian karakter deka, oli hdeo untuk jupiter mx ini sudah cukup memuaskan, deka nggak terpikir kembali untuk memakai oli motor lagi.

tes oli hdeo jupiter mx 1000 km
tes oli hdeo jupiter mx 1000 km

Setelah pemakaian 1000 km, jika menggunakan oli motor maka terasa mesin lebih kasar, dan jika di tap maka oli sudah menghitam. Bagaimana dengan oli HDEO yang deka pakai untuk motor kopling basah? biarlah gambar diatas yang bercerita. Saat oli deka sampling menggunakan tissue, warnanya masih semi kuning kayak oli baru. Temen deka yang melihatpun nggak percaya kalau ini adalah oli yang sudah dipakai sejauh 1000 km.

Padahal ini adalah oli HDEO pertama yang deka pakai di mesin sipiter. Biasanya pemakaian pertama umur oli akan cukup singkat dibawah 1000 km karena berfungsi sebagai flushing atau pembilas kotoran di dinding mesin. Warna akan menghitam karena bercampur kotoran yang lepas dari dinding crank case. Dengan warna oli yang masih kuning di mesin sipiter, deka beranggapn bahwa kondisi mesin sipiter memang masih bersih di odo meter 18.000 an km.

Dengan kondisi oli yang kekuningan tersebut, berarti oli msih bisa dipakai, nanti tiap 500 km akan deka cek sampai menghitam dan saatnya ganti oli lagi. Dengan oli seharga 65.000 oli ini cukup hemat buat deka karena sebanding dengan masa pakai, performa mesin. Yang deka sangat sukai, mesin menjadi adem, getaran berkurang, lebih responsif tarikannya. Itu saja buat deka sudah melebihi ekspektasi akan sebuah oli untuk motor harian…. Mau ikut tersesat????

Semoga tersesat…… eh bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

16 Komentar

  1. Setahu saya slh satu fungsi olie selain sbg perlindungan pd bagian part yg begesekan, mudah mnyalirkan panas kedinding mesin untuk pendinginan, mmbantu kompresi spy tdk bocor, jg hrus punya karakter pembilasan spy mesin ttp bersih dg ditandai olie mnjadi kehitaman karena pembilasan td, jk olie ttp bening jgn2 fungsi sbg pembilasannya ini krg optimal, jk sama knapa olie mesin dikembangkan berbeda untk bhn bakar bensin dg bhn bakar solar. Atau mngkin solar lbh tinggi asamnya atau yg lain, bisa jadikan??
    Tanya pd insinyur pertamina lbh competent

    • FASTRON DIESEL SAE 15W-40

      Merupakan pelumas mesin diesel modern yang telah menggunakan bahan sintetik kualitas tinggi dengan kekentalan ganda (multigrade). Memenuhi tingkatan mutu API CI-4 serta CH-4/CG-4/CF-4/CF/SL, ACEA (A2-96, E2-96, B3-98), Mercedes-Benz (228.3/229.1), MAN (3275/271), Volvo (VDS-3), MACK (EO-M Plus), Cummins (20076/77/78), Japanese Engine TD 24 & CAT (ECF-2). Sangat sesuai untuk mesin diesel teknologi common-rail, supercharger ataupun turbocharger. Bahkan Fastron Diesel juga dapat digunakan pada kendaraan mesin bensin (API SL).

      sumber : http://www.pertamina-lubricants.com/overseas/product/fastron-diesel-sae-15w-40.html

      liat yang paling bawah om, “dapat juga dipergunakan untuk mesin bensin (api SL)”

      jadi sebenarnya no problemo
      teknologi motor di indonesia jauh lebih sederhana daripada commonrail, supercharger maupun turbocharger yang bisa melejitkan putaran mesin bukan

  2. Spacy saya pake PCMO Kerang rasa Ultra, suara halus, jalan enaknya di 50-70 km/h mesin hanya mengiung santai..
    Udah hampir 3000 km, belum saya coba drop test di tissue..abis masih enak2 aja..hehehe

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Hati-Hati Pakai Oli Sesat HDEO, Bikin Boros BBM Dan Kampas Rem (Joke) | 78deka
  2. Mencoba Sensasi Oli Diesel Mobil Delvac MX | 78deka

Silahkan Beropini