New CB150SF…Vixion Killer Season 4

suzuki

Yola dulur…. motor cb150sf generasi baru sudah mulai diunggapkan ke publik walaupun masih malu-malu kucing. Jangan tanya kapan mulai produksinya, yang penting sebarin dulu kasak-kusuknya biar mengganggu planning beli motor sport 150 cc dan mengurangi impact penjualan motor sekelas dari kompetitor.

cbsf new depan

Bicara cbsf berarti kita tidak akan lepas dari motor musuh bebuyutannya, klan Vixion dari yamaha. AHM memunculkan motor ini tentu tidak lepas dari obsesinya untuk menjunggalkan hegemoni klan vixion yang sudah bercokol lebih dari 5 tahun sebagai motor terlaris di kelas sport 150cc, Kill vixion merupakan misi utama. Tak kurang sudah musim ke 4 itungan deka, ahm mengutus motornya untuk mengkill vixion, dari new megapro, megapro fi, sbsf, dan kini new sbsf 150 r.

Untuk di season 4 ini, ahm sudah mulai menyentuh desain yang lebih kekinian, mereka sangat memperhatikan desain fisik motor karena selama ini di sisi inilah mereka kedodoran di mata konsumen motor sport. Meskipun belum cukup gamblang, deka menebak sasis akan tetap menggunakan twin tube diamond tubular  frame seperti di motor cbsf, cbr150, dan cbr250. Karena frame inilah yang dianggap lebih ekonomis dipandang dari sisi hitungan produksi dan menekan harga jual khas ahm. Di desain bodilah mereka menanamkan anggaran lebih untuk mendesain ulang.

Untuk kompensasi lainnya ada di sektor fitur seperti speedo full digital dan printilan lainnya. Di bagian mesin, mesin lawas dirubah bore strokenya dirubah dari over bore menjadi stroke yang lebih panjang dengan langkah 57 mm, mirip dengan vixion. Ya… sektor torsi inilah yang membuat vixion berimage motor cepat, tarikan awalnya yahud. Hal ini mungkin dianggap nilai lebih vixion oleh ahm sehingga mereka menggunakan stroke 57 mm. Abaikan opini fan boy yang mencela stroke 57nya vixion dahulu, deka yakin sekarang mereka akan ngeles 1000 kata 😀 .

cbsf new teaser

Dengan mesin square seperti ini, kalau dari sudut pandang positif akan dinilai sebagai mesin yang tarikannya seperti overstroke, namun power seperti overbore. Sedangkan dari sisi sinister, maka akan dicap msein serba nanggung, tarikan kalah dibandingkan overstroke, power kalah ama overbore. Nah, dari sisi normal, logis, langkah ahm ini dianggap sebagi sisi kompromis sport 50 cc mereka agar lebih banyak lagi diterima oleh publik. Kompromi di tarikan awal, dan kompromi di soal power atas. terserah dulur menilai dari sisi mana….

Kalau menurut deka yang nggak terlalu doyan ngebut, mesin square sudah cukup baik buat motor kommuter, cukup untuk tarikan dalam kota, cukup pula untuk kecepatan di luar kota. Bagaimana dengan NVA maupun cbsf lama? yah.. namanya juga kelas 150 cc, nggak akan beda jauh lah, meskipun tetap ada selisih. Mau overstroke, overbore, square punya selera masing-masing disesuaikan dengan karakter kesukaannya masing-masing.

Terus apakah new cbsf dengan karakter mesin baru akan menjadi juara sport 150 cc? Deka bilang itu terlalu dini untuk dijumawakan, kalau dulur fan boy atau sales ahm ya monggo-monggo saja mengklaim sebagai motor terbaik di kelas sport 150 cc. Namun bisa jadi pula motor ini menjadi kandidat kuat sebagai sebagai vixion killer. strategi penguasaan opini ala ahm yang level dewa, dukungan kapasitas produksi mumpuni, dukungan leasing agar dp dan cicilan lebih rendah adalah faktor-faktor kuat dalam bisnis motor.

Namun tidak lupa, kualitas mesin, desain utuh, kualitas bahan frame, bodi dan lain-lain lagi-lagi belum terbukti, lha wong motornya saja belum bisa drasakan oleh konsumen, biar waktu yang akan menjawabnya. Jika semua paket tersebut sesuai ekspektasi, maka misi kill vixion akan berakhir di season 4. Itupun jika yamaha diam saja di kelas 150 cc sport, dan suzuki melanjutkan mimpi lelapnya di kelas 150 cc, maka jalan akan semakin lapang. Bagaimanapun new cbsf adalah motor sport 150 cc yang sangat layak ditunggu sepak terjangnya.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

4 Komentar

  1. ada NVA ada new CBSF .. nambah pilihan buat yg doyan motor batangan… semoga suzuki cepat nyusul dah… kawasaki juga moga tambah ngiler

  2. konfigurasi near square ala Honda memang sebenarnya sudah punya image kuat, contoh yang legendaris adalah konfigurasi mesin berkonsep kuno ala Honda Astrea dimana menerapkan B x S = 50 x 49,5 mm, dan hasilnya…. nyaris delapan puluh persen masyarakat puas dengan karakter yang tarikan awalnya enteng serta bikin irit bensin, sampai2 masyarakat di daerah Jawa menjuluki setiap roda dua dengan sebutan honda, meskipun yang dinaiki adalah ‘honda’ rx-king.
    pun begitu desain near square yang diaplikasi dalam motor2 GP dua tak jadul, yang rata2 mengaplikasi B x S = 54 x 54,5 mm, geli (gesit & lincah)-nya dapet sekeluar tikungan, powernya dapet pas di trek lurus.

Silahkan Beropini