Sandiwara Blog : Kisah Lahirnya Asimo Di RC213V ( Part 3 )

rc212v stoner
suzuki

Yola dulur…pada seri sebelumnya diceritakan kelahiran RC213V versi beta, RC212V yang sudah dikombinasikan dengan sasis, data algoritma, sensor keseimbangan ala tehnisi dari Yamaha, plus Seamless Shift Gearbox (ssg). Juga perekrutan Casey Stoner dari Ducati sebagai rider utama HRC. Silahkan dulur cek di artikel sini.

rc212v stoner
rc212v stoner

sandiwara-blog-kisah-lahirnya-asimo-di-rc213v-part-2

Di musim 2012 ini deka sebut sebagai tahun Dr jeckyll and Mr Hyde nya HRC. Setelah RC213V beta di musim 2011, tahun 2012 adalah tahun kelahiran RC213V. Motor generasi ke-3 dari RCV ini mengalami pengembangan signifikan di sektor sasis, elektronik, dan gearbox SSG. RC213V memenangi 12 balapan dari 18 seri. Di akhir musim poin konstruksi menang mutlak dibanding nemesis abadinya, yamaha.

Dominasi kemenangan RC213V seperti Dr Jeckyll yang jenius bagi HRC, namun persaingan antar pembalap utamanya, Stoner dan Pedrosa membuat poin perolehan pembalap nggak maksimal. Inilah sisi Mr Hyde HRC yang dibekali motor mumpuni dan 2 pembalap mumpuni. Juara dunia pembalap diambil oleh Jorge Lorenzo dari yamaha yang hanya memenangi 6 balapan. Lorenzo menang konsistensi podium 2. Sedangkan antara Stoner dan Pedrosa beberapa kali DNF. Apalagi Stoner yang sempat balik kampung ke Australi selama 3 seri dengan alasan kelelahan kronis.

RC213V sepertinya sudah menjadi paket yang komplit sebagai motor balap. Tenaga meledak-ledak khas mesin V-twin dikombinasikan dengan paket elektronik, sasis ala tehnisi yamaha, plus SSG yang fenomenal. Namun Shuhei Nakamoto tidak puas dengan capaian itu, bagaimanapun M-1 yamaha tetap sebagai ancaman karena selalu konsisten juara 1 atau 2. Dominasi RC213V masih dalam kondisi kritis.

RC213V marquez-pedrosa
RC213V marquez-pedrosa

Maka dari itu RC213V dikembangkan lagi soal elektronik dan keseimbangan yang secara nyata membuat RCV berubah signifikan. HRC dengan keunggulan sumber dayanya mulai fokus di tehnologi keseimbangan yang berhubungan dengan ECU dan traksi kontrol yang super kompleks lagi, mirip dengan tehnologi keseimbangan ASIMO yang dipakai di mobil F-1 mereka. Masalahnya Dorna sebagai penyelenggara motogp tetap memberikan batasan dana riset bagi pabrikan… Bukan unlimited…

Sedangkan hasil riset HRC termasuk diluar nalar bagi team-team lain, nggak mungkin menurut mereka untuk mengikuti risetnya HRC, bahkan sekelas YFR riset tersebut mentok karena anggarannya akan melebihi batasan yang diperbolehkan oleh Dorna. Lho…. berarti HRC melebihi anggaran yang diperbolehkan Dorna? melanggar aturan? Jawabannya adalah Tidak….

marquez dan nakamoto
marquez dan nakamoto

Sekali lagi faktor Shuhei Nakamoto-lah kuncinya, walau HRC membawa tehnologi level tinggi seperti SSG, Throttle Control, Torductor, ASIMO, namun hal itu tidak mengeluarkan anggaran yang mega price. Shuhei Nakamoto tinggal comot langsung dari HRD, divisi balap mobil yang sudah tutup. Tehnologi yang mangkrak tersebut tinggal comot langsung tanpa biaya. Dana ditujukan untuk riset aplikasinya saja, sedangkan dana penemuannya hampir 0.

RC213V dengan tehnologi Asimo, SSG, Torductor benar-benar membuat team-team lain seperti amatiran saat dipegang oleh Marc Marquez di tahun 2013…. Pembalap tinggal betot gas dan rem, soal pengaturan keseimbangan dan kontrol traksi saat masuk dan keluar tikungan sudah ditangani oleh ASiMo. Meskipun Marquez sering nampak sliding, namun sliding yang terkontrol karena spin ban tidak akan melebihi batasannya…. aman. Berbeda dengan tanpa asimo, batas spin yang mengatur adalah lengan tangan pembalap mengatur throttle. Terlalu gede buka gas, soorrrr…. Ndlosor karena overdrifting.

Rumor liar yang berkembang, asimo inilah yang membuat Stoner memutuskan pensiun dini. Selain semua sudah diatur oleh asimo, maka perbedaan skill pembalap akan rancu menurut Stoner. Ngga ada tantangan lagi membalap motogp, kata Stoner. Di lain sisi, gaya sliding inilah kekuatan utama Stoner, jika dilimitasi oleh asimo, maka skill Stoner akan ikut dibatasi. Pernah denger beberapa bulan yang lalu Shuhei Nakamoto mencak-mencak kan, kalau Stoner musim ini tidak banyak menolong walau direkrut untuk menggantikan Pedrosa yang cidera?? Skill sliding yang dibatasi menjadi alasan yang masuk akal….

marquez
marquez

Begitulah kisah sandiwara blog, kisah tentang penggunaan tehnologi asimo di motor RC213V honda.

( Tamat )

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

19 Komentar

  1. Dan di awal musim motogp,honda tidak seperti tahun kemarin yang sangat powerful.Seperti Kita Ketahui Honda RC213V 2015 hadir dengan mesin dan sasis Yang boleh dikatakan Baru mulai di Losail Qatar 2015 dibandingkan MotoGP 2014, ini sesuai dengan Filosofi inovasi dari Honda yang bahkan sampai sampai memberikan sesuatu yang โ€œpaling baruโ€ untuk ridernya , Sedangkan Yamaha menggunakan Prinsip Kando yang mengembangkan Motor step by step, memperbaiki dan menambahkan apa yang kurang, membiarkan apa yang sudah baik. Apakah honda di tahun ini lagi gambling kang?masa performanya bs down….?

    • sepertinya bukan gambling…tapi ambisi tuk menjadi tim super power dalam kejuaraan karena di musim 2014 honda hampir jadi super power tim kan…hal yang sama juga pernah terjadi pada yamaha factory…di musim 2005 M1 adalah motor terbaik, power dan kelenturan sasisnya begitu balance sehingga rossi sangat mudah mempermainkan sete gibernau dari hrc dan capirossi dari ducati corse, bahkan pernah kena penalty di qatar sehingga harus mundur start dari posisi akhir tapi kemudian sanggup menyalip 1 per 1 pembalap lainnya dan bablas juara seri…trus tahun 2006 pihak yamaha meningkatkan performa mesin M1 sehingga menjadi mesin paling powerful waktu itu, bahlanrossi menyebut jauh lebih powerful daripada honda rcv211 dan ducati gp6 tapi sayang terkena problem chatter yang sangat parah sehingga rossi sampai jumpalitan karenanya trus poinnya kemudian kalah jauh dari sang mr consistency nicky hayden. Nah saat 1/3 musim terakhir, yamaha baru bisa memperbaiki problemnya tersebut…tapi poin nicky hayden sudah terlapau jauh tuk di kejar bahkan di seri terakhir rossi dlosor saat kualifikasi sehingga gak iukt kualifikasi

  2. kalo masalah memberikan yang terbaru pada pembalapnya kayaknya bukan honda hrc ajah deh…yamaha factory juga pernah…saat 2004 yamaha memberikan mesin bigbang dengan 4 valve persilinder ke rossi setelah sebelumnya carlos checa di 2003 mendapat screamer engine 5 valve per silinder (genesis engine) tu juga karena rossi yang ga mau pake genesis engine setelah konsultasi ma checa.( di biography rossi, checa pernah berkata bahwa M1 karakternya mirip mesin turbo jika tidak di push maka ga bertenaga tapi jika di push terlalu keras di atas 12k rpm maka M1 akan bringas dan liar powernya akan meledak yang akan melemparmu ke gravel mirip turbo spull off) namun kemudian yamaha berhasil dengan mesin barunya trus di 2006 yamaha juga memberikan mesin dan sasis baru pada pembalapnya tapi gagal total…mungkin ini yang mendorong yamaha memakai prinsip kando….

  3. mau numpang share aja… keseimbangan dalam kontek gyroscope mendeteksi 3 sumbu putaran : roll, pitch, yaw. ini berlaku pada body motor. motor miring di corner, gyroscope dapat mengetahui sumbu roll nya berapa derajat(lean angle). Bagian depan motor menukik tajam karena rider mengerem kuat mau masuk corner, gyroscope menentukan sudut menukiknya berapa derajat, juga waktu motor akselerasi keluar tikungan, ban depan motor terangkat dari aspal (wheelie), gyroscope juga menentukan dari sumbu pitch nya.
    data yang dideteksi oleh sensor gyroscope itu di proses oleh komputer untuk menentukan penyaluran power motor(power delivery) pada kondisi itu. Supaya pas tidak kebesaran atau kekecilan.

    Jadi bukan keseimbangan dalam arti seperti Asimo yang bisa jalan, naik tangga dll. krena motor gak bisa menapak kakinya sperti robot.

    Yang mengendalikan keseimbangan motor sepenuhnya adalah badan si ridernya. Motor belok masuk tikungan, karena si pembalap yang menarik motor ke dalam dengan berat badannya atau dengan tehnik counter steering. klau gak dg cara begitu, motor gak akan bisa belok.

    Komputer membantu aksi si rider supaya power mesin yang luar biasa besarnya itu menjadi bisa digunakan sesuai kondisi saat itu.

    Motor sekarang semuanya sudah ride-by-wire..jadi bukaan throttle akan dikoreksi oleh komputer yang mengatur throttle body. misalkan rider terlalu banyak bukanya, komputer langsung bereaksi disesuaikan dengan sudut kemiringan dan kecepatan motor juga gigi transmisi pada saat itu ๐Ÿ™‚

    • Betul keseimbangan asimo yg diterapkan di rcv dg sensor gyroscop akan memasukkan data ke ecu utk mengatur besaran traksi, bukaan throtle agar motor di batas maksimal kecepatan menikung, in or out. Jd bukaan throttle rider bisa dikoreksi oleh ecu. Bgt jg dengan sistem remnya…. Ecu yg mangatur…. Saia curiga, sistem ecu+gyroscop inilah yg diambil dr asimo… Dikombinasikan dg ssg dan torduktor

      • sisitim Torductor sudah diaplikasi honda tahun 2012, juga elektronik asimo . sebelum Marquez ke motogp.

        SSg tidak berhubungan dengan power delivery, berhubungannya dg perpindahan gigi trans, upshift/downshift paling singkat/cepat waktunya dan halus(smooth)

  4. Semua tim sudah memakai sistim itu, parameternya sama, sensor inclinometer dll. hanya mungkin perbedaannya di faktor presisi dari alat2 tsb. Asimo bisa lebih tepat ” mungkin ” dari sensor milik tim lainnya.

    Tapi dengan adanya alat itu gak menjamin ridernya gak crash….marquez banyak mengalami crash kalau salah perhitungan. juga rider lainnya.

    Highside apa bisa dicegah dengan elektronik canggih motoGP? :

    https://sepedamotorblok.wordpress.com/2015/05/18/highside-apa-bisa-dicegah-dengan-sistim-elektronik-motogp/#more-2354

  5. Yang jadi pertanyaanku tentang ssg..kita semua tahu bahwa ssg milik honda rcv213 dan Ducati GP14 adalah sistem transmisi yang di kembangkan oleh perusahaan lain(jetrag dll) makanya cepet banget penerapannya di kedua motor itu karna hanya tinggal beli…trus di yamaha M1 pengembangnnya kok lama banget yaaa apakah yamaha mengembangkannya sendiri tanpa bantuan perusahaan lain? Sedangkan kita tahu yamaha tidak memiliki teknologi itu…

    • Kayanya honda punya patent sendiri sistim seamless gearboxnya.menurut yg saya baca2…ada kemripan2 dg patent ssg lain. Sperti design dari Xtrac.

      Yamaha juga skrng udh info ke public kalau pake full seamless gearbox. Jdi gak aja bisa upshift, tpi jga bisa downshift tanpa harus tarik tuas kopling. Sbelumnya ssg yamaha hanya bisa upshift aja. Honda dan ducati udh bisa full seamless gearbox lebih dulu.

      Kayaknya yamaha produksi ssg nya in-house jga

  6. tambahan masdek ๐Ÿ™‚

    agak lompat. gp15 dan rcv213v nyaris sama. kelebihan gp15 kok anteng di tikungan berkat regulasi bbm lebih besar 2 liter. itu efeknya bikin motor lembut dan tetap powerfull. plus sedikit efek dari klep desmo.

    rcv sekarang hanya mengkali kekurangannya saja. ya efeknya insimyur kerja keras mengatur sistem pembakaran agar tetap irit. karena kalo irit biasanya power agak turun kek yamaha.

    nah, rcv yang terbaru ini arah perkembangannya power dan top speed. kata stoner motornya powerfull dan top speed tinggi. masalah chatter juga sudah hilang.

    nah, kelihatan banget ini motor mirip dengan kemauan stoner. mirip ducati 2008 tapi ga understeer, ya kan dah serba elektronik.

    pedrosa adalah saksi mata kealienan stoner di atas rcv. soalnya dari 5 pevel traksi, stoner hanya pakai level 3.

    dengan begitu stoner bisa sliding lebih mudah. tapi… sebelum pensiun stoner mengisyaratkan kalo rcv ga akan kompetitif lagi (dibanding yamaha).

    terbukti prediksi stoner. dengan regulasi yang sangat ketat akhirnya rcv tiba di titik keok nya.

    memaksa para insinyur untuk meramu motor irit, powerfull, top speed tinggi dengan regulasi bbm 20 liter saja. maka asimo ga luput dari masalah. asimo rupanya kepayahan menghadapi banyak aturan sehingga harus kerja paksa. sampai pada batasnya.

    namun di batas itulah yamaha sudah berhasil mengembangkan SSG versi sempurna. ga lama berhasil memperbaiki pengereman sehingga lorenzo pede ngacir. tinggal power saja masalah yamaha ๐Ÿ˜‰

    rossi sejak clbk dengan M1, kurangnya yamaha adalah power. kalo power juga oke, rossi bisa menutupi kelemahan elbowdownnya dan keluar tikungan agak cepat mendekati lorenzo. dan tentu top speed juga naik.

    tapi urung sampai sekarang insinyur yamaha ga bisa mewujudkannya.

  7. jadi, motor rcv itu sudah sempurna. cuman regulasi saja yang bikin marquez kewalahan dan insinyur putar otak.

    marquez bilang tadi, kalo mau sliding lap time gak akan secepat yamaha.

    yamaha dan motogp sekarang semakin cepat. yamaha sudah semakin sempurna. siap mempecundangi honda.

    stoner pun sejak numpak rcv gak bisa jauh dari bayang2 tim yamaha. sampai akhirnya yamaha semakin canggih, stoner pun harus mengakui kalo slidong terus lap time akan lambat — untung rcv saar itu sangat powerfull, dan yamaha ga bisa menyainginya. beruntung kan posisi stoner saat itu.

    kunci kemenangan honda ada di skill ridernya masing2. marquez yang ingin elbowdown lebih cepat dari lorenzo harus ngalah. harus putar otak biar mendapat hasil terbaik. ojo dipaksaken.

    sembari menunggu insinyur honda memperbaiki asimonya ๐Ÿ˜€

    • suatu masalah tetentunya bagi para enginner membuat mereka berpikit keras dan akan semakin berpengalaman,

      dan itulah tantangan jadi engineer

Silahkan Beropini