Jangan Salahkan AHM Kalau Harga Motornya Lebih Mahal Cenderung Overprice, Berkacalah

scoopy esp
suzuki

Yola dulur…. terinspirasi dari baca para komentator di warung sebelah yang ramai membicarakan peluncuran new Scoopy esp, dimana banyak yang menyayangkan bandrol yang tertempel di metik genre retro ini. Banyak yang mengatakan dengan bandrol 16an juta untuk metik 110 cc adalah harga yang mahal bin overprice…. jangan salahkan ahm lah…. lebih baik berkaca diri sebagai konsumen.

scoopy esp
scoopy esp
New scoopy esp atau motor-motor jenis lain baik metik, bebek, sport merk sayap tunggal ini harganya memang selalu di atas kompetitor. Silahkan saja beropini kalau harga lebih tinggi itu dikarenakan kualitas yang lebih baik. Namun deka kali ini memandang dari sudut pandang lain. Sudut pandang hukum ekonomi dasar smp dulu, harga akan berbanding lurus dengan demand atau kebutuhan. Semakin digemari, maka harga akan terkatrol dengan sendirinya. Hukum yang sangat simple dan sebuah kewajiban di era kapital sekarang ini.

Kalau hal ini sudah terpegang, jangan bicara value, kualitas…… di sini bicara posisi tawar, bargaining position. Semakin tinggi daya tawar, semakin enak pasang harga. Jadi sebagai konsumen loyal, jangan banyak mengeluh kalau harga motor ahm paling tinggi, bahkan dicap overprice. AHM tahu posisi pasarnya sangat kuat, ini yang dimanfaatkan oleh mereka untuk meneguk sepuasnya keuntungan tersebut. Sudah sewajarnya, dan dapat nilai 10 untuk penerapan hukum ekonomi.

Supply-Demand
Supply-Demand

Sebagai konsumen jangan mengeluh atau meratap…. lebih baik berkaca diri. Jangan salahkan ahm….. lha wong harga paling tinggi saja tetep laris, bahkan nomer 1 soal penjualan kok. Harga lu anggap overprice, tapi tetep lu beli kan? ahm nggak salah……..

Emang berani boikot beli motor ahm? berani beli merk lain selain ahm? Paling kalau ditantang seperti ituย jawabannya: ah….ntar kalau dijual lagi harganya jatuh kalau bukan honda…… atau onderdilnya murah dan mudah nggak ( versi kw-nya )? Kalau jawabannya masih seperti itu, jangan ngeluh lah kalau merk ahm harganya paling tinggi……

Kemudian ada yang bilang, ” ya jangan gitu lah… harusnya ahm peduli dengan penggemar setianya, ngambil untungnya jangan gedhe-gedhe… “. Woooooo….. ini dunia bisnis coy…… ini soal cuan…. untung…. bathi……selama bisa ambil gedhe, ngapain ngambil dikit? nilai raport mata pelajaran ekonominya berapa? Ini dunia dagang, jual beli, bukan dunia kekerabatan yang penuh perasaan. Ini bicara dunia perusahaan kapital, permodalan besar.

Emang ahm milik paklik lu, yang bisa ditawar agar untungnya tipis atau kalau bisa mepet impas ?? horrrraaaa hisssoooo coy……. Mau punya daya tawar lebih tinggi sebagai konsumennya ahm? ingat-ingat dah kasus diskon super besar di cbrย sempak single eye atau diskon 7 jutanya R-25…… Berani ????? Mbelgedesh…………….

Bonus…… Dejavu…… Yngwie malmsteen

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

37 Komentar

    • Tulisan yang bagus dan analisanya masuk akal.

      Dulu kita juga pernah mengalami “dark ages” di mana motor bertahun2 hanya ganti striping dengan model motor, mesin dan teknologi kuno yang itu2 saja (lihat kasus Honda Tiger, Astrea, dll)

      Kemudian munculnya penantang (dengan produk seperti Vixion & Mio) membuat si pabrikan raksasa yang miskin inovasi itu terpaksa mau tidak mau harus memberikan teknologi dan model2 baru kalau tidak mau marketnya tergerus.

  1. Q bukan termasuk fanatik buta pd honda palagi AHM
    ‘ yg mayoritas pmblinya udah mikir jual sebelum nebus motornya
    Indonesia memang unik

    • itu karna beli maksa jadi mudah terdesak keuangan jadi jualnya pun maksa akibatnya mikir jual sewaktu beli itulah kultur budaya dari tidak mau mengalah dan tidak komrehensif dalam bertindak,sebab lainnya ialah umumnya para pekerja muda yg mulai bekerja perlu tranportasi untuk keperluan mereka diindonesia ada tranportasi masal tapi tidak sebaik dan senyaman negara makmur contoh seperti jepang atau swiss tranportasinya bagus sekali ,masyarakatnya beli motor hanya sekedar hoby. sebab lainya adalah tataruang kota yang tidak efisien ,

  2. astra dan honda di sini intinya.keuntungannya di bagi 2.jadi kalo jual sama kaya kompetitor harganya maka untungnya sedikit.itu yang harus di ketahui semua konsumennya

    • astra punya jardin group dari temasek yang pernah dianggap melakukan monopoli industri telekomunikasi indonesia melalui keputusan kppu ,anak perusahaan nya didenda 250 milyar rupiah bersama temasek .dalam keputsan kppu 19 november 2007. Isu mahalnya motor diindonesia yang seharusnya bisa lebih murah juga mencuat tahun lalu tapi anehnya hilang begitu saja.

  3. artikel yg gak mutu dan dangkal. coba ente lihat juga fenomena ini di negara asean, india dan amerika selatan. Honda sangat menbominasi semua. bahkan di tailand diatas 70% dan brazil diatas 80%. ini masalah hati. Honda sangat mudah masuk dhati konsumen dan seterusnya loyal. tengok juga di india , yamaha cuma mentok di 3% sementara honda setelah pisah dengan Hero begitu mudahnya melesatke 25%. dan kalo dijumlah dengan hero yg msh ake mesin Honda akan mencapai lebih dr 60%. yamaha mau ngelawan ???? berat coy

      • dasar fby dimana2 sama aja tolol bin pekok. yg ente maksud cbr250 kan? bisnis itu ada seninya bukan cuma nuruti fans boy. contoh ni ya, kawasaki sanagat tangguh di kelas premium, tp itu cuma brapa persen dr all sales? semakin banyak jual semakin banyak profit yg bs diambil. baik dr unitnya, sparepartnya, servis rutinnya. inilah bisnis bung…makanya honda menganbil segmen yg paling gurih dulu. klo profit banyak, duit banyak mau membabat tetangga ya enteng aja. pa lg secara basik bisnis honda sdh kaya lewat bisnis mobil, bandingkan dg yamaha yg cuma bisnis motor. beda kasta

  4. Frustasi lawan ngahaem, secara halus ngajak boikot. Yang selama ini ngomong motor honda operpret kan ep be ye, mereka sudah gak mau beli motor honda sejak lama. Mayoritas konsumen honda puas dengan motornya, lihat vario 150 laris manis. Pembelinya rata-rata mantan pengguna matik di bawahnya.

  5. kalo menurut saia sebagai masyakarat golongan agak menengah. yamaha kuat di sport dengan mindset di masyakarat motor kenceng dan agilitynya yg sudah pernah punya honda dan yamaha pasti tau perbedaannya. honda kuat di matic mindsetnya kaya fitur. dan satu hal yg pasti adalah yg kuat adalah yg memuaskan konsumen. saia dulu sekali punya honda lalu ganti ke yamaha karena kecewa trus sampai skrg punya yamaha tapi tampaknya saia siap2 ganti lg ke merk lain karena sekali lg kaciwa. dari beresnya sampe productnya. beres honda masih mending dari yamaha saiya tidak tau merk lain . sekarang saiya mau ganti merk tapi masih merk jepang yaitu merk toyota. kalau mau menang bentuklah kepuasan pengguna karena sekali pengguna puas pasti mindsetnya ngga mau ganti merk lain.

    • Toyota Indonesia juga Astra grup…. Di kelas ini saia juga pemakai mobil astra… Walaupun tahu mobil merk tetangga lebih baik, namun dg alasan spt konsumen ahm, saia lebih memakai mobil astra.

  6. ane dah berhenti jd fbh,setelah supra98 yg dibeliin emak,mreteli mesinya buat freestyle,,sekarang jadi fbs setelah bisa nyari duit sendiri,,mesinya badakkkkkkk,,gk rusak” kaya si sayap..peace,,ini nyata

  7. Paling demen sama komen bro Katsuke sama Arionn Adi yang paling atas tuh ๐Ÿ™‚
    Memang Indonesia itu bener2 unik, beli motor (atau mobil sekalipun) untuk dijual lagi, padahal bukan makelar atau punya showroom motkas/mobkas. Itu adalah pertimbangan utama…!!! Masalah riding style, agility, handling, fuel consumption, engine, durability, dan seabreg faktor lain sepertinya “dikalahkan” oleh mindset “kalau dijual lagi harga bekasnya masih bagus”. Aneh bener memang, tapi itulah potret masyarakat kita. You like it or not, you have to deal with it.
    Hanya ada kelompok minoritas masyarakat yang memilih kendaraan betul2 sesuai dengan selera terlepas dari fanatisme merk. Beli barang itu untuk dipakai, bukan untuk dijual lagi. Seandainya harus dijual (dgn berbagai sebab) lantas harga bekasnya jatuh, ya itu sudah resiko dan biasanya kelompok minoritas masyarakat ini sudah sangat siap dan tidak mempermasalahkan hal itu. Termasuk golongan manakah anda?

    • Saya termasuk yg anda sebutkan terakhir. Sy beli krn sy suka, bkn krn mikir ntar jualnya gimana, dan terlebih lg saya bkn tipe yg suka ikut arus mainstream, makanya para sales kudu hati2 kl hadapin saya, jgn sampe ada kata2 “produk ini booming lho pak”, krn itu sebuah kesalahan fatal.

  8. (nilai) ahaem sport 150 : body : 7, sasis : 7, mesin : 8, ahaem sport 250 : body : 7, sasis : 7, mesin : 7,5 ; matik ahaem 110-150 : body : 7-8, mesin 7-8
    yimm sport 150 : body 8, sasis : 8, mesin : 7 ; , yimm sport 250 : body 7,5, sasis 7, mesin 8; matik yimm 110-155 body : 7-8, mesin 7-8

Silahkan Beropini