Balap MotoGP, Gelaran Pembalap Atau Merk Motor ?

suzuki

Yola dulur…. besok atau Minggu 30 Maret 2015 kampanye motogp akan dimulai. Titik awal seperti tahun yang lalu berawal di sirkuit Losail, sebuah balapan malam hari. Seperti balapan lainnya, ada sedikit pertanyaan bagi deka akan eksistensi balap motogp ini, sebenarnya ini ajang pembalap atau merk motor?

motogp
motogp

Mari kita obrolin khas warung angkringan saja, kagak kudu ilmiah atau berdasar teori fisika. Sebelum dan setelah balapan seri motogp, akan seru sekali ajang diskusi maupun debat di media online, salah satunya blog. Banyak yang memprediksi jalannya balapan, dan siapa yang akan jadi juara. Namun kalau ditelisik  lebih dalam, intinya ada 2 kubu pembahasan, fans pembalap dan fans merk motor.

Pada awalnya, yang namanya balapan, entah balapan apapun itu publik ingin tahu siapa yang tercepat. Entah itu balap perahu, balap mobil, balap sepeda, balap motor. ” Kecepatan ” merupakan sesuatu yang menakjubkan, kita ingin tahu siapa yang lebih cepat, siapa yang sampai duluan, karena hal tersebut mustahil dilakukan manusia tanpa alat bantu. Semakin cepat, atau finish duluan semakin makjubkan, bicara ” paling ” berarti bicara fokus di satu titik, yang pertama kali menyentuh finish, yang finish berikutnya bukan siapa-siapa…… there’s no second winner.

Siapa yang bisa finish duluan, akan dipuja-puja, akan diharumkan namanya. Di balap motor, salah satunya Motogp, pemenang akan menjadi episentrum pemberitaan. Siapa yang menang? itulah pertanyaan awal yang muncul setelah gelaran balap selesai. Setelah tahu siapa pemenangnya, pikiran kita akan dikejar keingintahuan, pembalapnya naik apa? Nah disinilah yang dimanfaatkan dalam era balap modern yang sudah komersil. Pemenang mempunyai potensi marketing yang hebat, motor  pemenang tentu mempunya efek psikologis sebagai motor hebat.

Apalagi balap motogp ini punya hal khusus, hal aneh yang tidak dimiliki oleh balapan motor apapun. Di motogp, motor yang digunakan merupakan motor impian, alias motor yang bukan diproduksi untuk digunakan di jalan umum. Motor ini dibuat khusus untuk membalap 18 seri saja di kampanye motogp selama semusim. Semua pabrikan berlomba-lomba menghamburkan uang untuk riset dan membuat sebuah motor yang cepat untuk gelaran motogp…. semua demi sebuah ” Image “….. motor tunggangan pembalap pemenang  di akhir musim.

jerez 2014 podium
jerez 2014 podium

Semakin majunya tehnologi, semakin berperan besar pula peranan tehnologi motor yang tertanam di sebuah motor prototipe motogp. Sebuah tehnologi bisa menutupi  kekurangan skill pembalap….even skill pembalap juara. Nah… yang menjadi pertanyaan besar, sekarang ini kita melihat gelaran motogp itu kita melihat sebuah motor yang melesat cepat atau pembalap yang melesat cepat sampai duluan di garis finish?

Tentu isi kepala tiap orang akan beda-beda. Kalau deka sendiri sih karena deka aliran konservatif, maka tidak keluar dari pakem awal. Deka akan mencari pembalap kesukaan ada di posisi berapa, akan menjadi pemenang atau bukan. Buat deka, balapan motogp adalah ajang dimana kita mencari hero kita di lintasan aspal menunggangi motor impian dan mewakili imajinasi kita untuk menjadi yang tercepat. Seorang hero tentu adalah orang diatas batas normal yang bisa mengatasi segala masalah dan menjadi pemenang. Hero bisa menakhlukkan lawannya dengan keterbatasan tunggangan dengan kemampuan pribadinya.

Seperti melihat jagoan film yang hanya mempunyai senjata minim namun bisa menghabisi musuh-musuhnya, usaha yang luar biasa dari hero dengan segala keterbatasannya mengalahkan musuhnya adalah pemandangan yang jauh lebih menarik daripada tokoh utama yang dari awal sampai akhir jelas lebih superior. Hero yang nyaris kalah kemudian membalikkan situasi menjadi pemenang jelas lebih menguras emosi dan indah. Itulah yang deka inginkan saat menonton balapan motogp. Bukan aktor mati yang berada di sebuah motor penuh tehnologi dominan. Kalau seperti itu mending melihat balap motor menggunakan remot kontrol saja…… pertanyaan akhirnya lebih jelas….. ” Motor mana yang menjadi Juara ” .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

5 Komentar

    • yang kasihan itu sponsor suatu tim motogp, merk motornya laku keras di pasaran, tapi sponsornya mlempem…….. ???????????????
      Contoh : Repsol Honda, motor Honda laris, oli Repsol memble dipasarkan???????????
      Fiat Yamaha, motor Yamaha laris, mobil Fiat memble dipasaran ????????????????

      Rugikah menyeponsori tim motogp???………………..

  1. MotoGP skrng mah lebih ke balap robot…lha gmn g dikatakan robot…lawong peranti elektroniknya bisa mengkoreksi kesalahan rider.

1 Trackback / Pingback

  1. Motogp Losail : Antara Battle Race Dan Italian Terror | 78deka

Silahkan Beropini