Statemen Resmi Bridgestone Tentang Kasus Philip Island, Klop Dengan Analisa David Emmet

Yola dulur… info dadakan lagi dari saga Philip Island minggu kemarin. Seri motoGP penuh drama tersebut menyeret-nyeret tidak becusnya Bridgestone untuk menyediakan ban yang layak. Namun dari analisa pakdhe David Emmet, pengamat senior motogp menunjukkan hal itu bukan semata kesalahan ban saja, namun banyak faktor lain yang terlibat, khususnya kondisi cuaca sirkuit dan waktu penyelenggaraan. Namun itu baru sebatas analisa… Nah kini muncul statemen resmi dari pihak Bridgestone sendiri yang bertanggungjawab akan penyediaan ban resmi balap motor prototype tercanggih itu, dan ternyata memang tidak meleset dari analisa David Emmet tersebut.

philip island 2014
philip island 2014

Sebenarnya masalah yang sama terjadi di Motegi minggu sebelumnya.  Yaitu terjadinya Pendinginan suhu trek pada hari perlombaan. Tantangannya adalah ban apa yang akan digunakan, ban apa yang akan dipilih oleh tiap team, mengingat Bridgestone telah secara khusus menciptakan berbagai macam ban belakang slicks asimetris baru untuk bertahan selama 27 lap di sirkuit yang punya efek brutal pada ban, dan ban depan asimetris baru. Ini adalah pertama kalinya Bridgestone pernah menawarkan jenis teknologi ban untuk tim.Berikut ini adalah tanya jawab dengan Shinji Aoki, Manager Bridgestone motor Departemen Pengembangan Ban:

T. Sama seperti putaran terakhir di Motegi, suhu untuk lomba hari Minggu jauh lebih dingin daripada dibandingkan dengan hari sebelumnya. Berapa banyak efek dari hal ini terhadap pilihan ban untuk balapan, dan kinerja ban?

Shinja Aoki mengatakan: “Perubahan cuaca di Phillip Island jauh lebih jelas daripada apa yang terjadi di Motegi akhir pekan sebelumnya. Sebuah perubahan di sore hari menyebabkan penurunan dramatis dalam suhu sekitar, dan juga diperkuat dan dinginnya angin – dua faktor kombinasi inilah yang menciptakan kondisi yang sangat menantang.

“Perubahan ini tidak memiliki pengaruh besar di ban belakang pilihan pembalap sebagaimana sebagian besar pembalap sudah memilih untuk memakai ban belakang yang lebih soft, tapi untuk ban depan beberapa pembalap melakukan perubahan dari pilihan asli mereka dari ban depan slick soft ke ban yang extra soft slick.

bridgestone-tech

“Kondisi dingin dan berangin pasti meningkatkan tantangan balap di Phillip Island yang memiliki rata-rata tertinggi kecepatan di balap MotoGP. Kinerja ban sepanjang 27 lap lomba sangat konsisten, tapi sayangnya dalam tahap akhir ada beberapa insiden.

“Efek pendinginan ganda dari suhu rendah dan angin dingin sering menciptakan kondisi yang penuh tantangan di masa lalu di Phillip Island, dan Minggu lalu adalah contoh lain bagaimana cepatnya hal-hal dapat berubah di Grand Prix Australia.”

T. Setelah Grand Prix Australia tahun lalu, tiga pilihan ban belakang slick yang dibawa ke Phillip Island akhir pekan lalu adalah benar-benar baru. Apakah Anda puas dengan keputusan pilihan ini?

Shinja Aoki mengatakan: “Target kami untuk alokasi ban belakang kami untuk Grand Prix Australia tahun ini adalah untuk menyediakan ban yang bisa memberikan daya tahan penuh selama perlombaan dengan kinerja yang konsisten.

“Target ini tidak mudah untuk dicapai mengingat betapa kerasnya layout Phillip Island, terbukti pada ban belakang tahun lalu, tetapi melalui program pengujian kuat dan pengembangan insinyur kita bisa menciptakan generasi yang sama sekali baru dari ban belakang untuk balapan tahun ini untuk mencapai tujuannya.

kondisi ban setelah balapan philip island
kondisi ban setelah balapan philip island

“Secara keseluruhan saya sangat senang bagaimana ban belakang kami tampil di Australia, karena semua kecepatan pembalap terdepan akhir pekan lalu sangat kompetitif, dengan Ducati, Honda dan Yamaha semua hampir selevel. Laju di seluruh balapan cepat dan konsisten dan daya tahan melebihi harapan kita. ”

T. Bridgestone memperkenalkan ban depan slick asimetris di Phillip Island. Apakah pilihan ini digunakan dan apa umpan balik dari pembalap?

Shinja Aoki mengatakan: ” Umpan balik dan data dari Pembalap  yang kami kumpulkan pada ban depan slick asimetris baru kami menunjukkan ban baru ini memenuhi tujuan pengembangan kita; yaitu, pengereman yang terasa sama sebagaimana ban konvensional tetapi punya grip yang lebih baik dan kinerja pemanasan di bagian sisi yang soft, yang di Phillip Island adalah di sisi kanan.

“Para pembalap yang menggunakan ban ini mendapat kan feel pengereman yang baik, tidak merasakan perbedaan apapun saat transisi antara zona kekerasan karet yang berbeda. Fakta bahwa sebagian besar pembalap memilih opsi ini untuk balapan mencerminkan betapa baiknya yang mereka rasakan pada ban ini.

“Apa yang nampak jelas saat balapan adalah bahwa dengan perubahan suhu dingin yang terjadi, pembalap yang memilih ban depan paling soft, bernasib lebih baik di akhir balapan dibandingkan pada kompon slick soft asimetris, ini adalah karena ban extra soft bekerja lebih baik dalam kondisi yang sangat dingin, daripada ban compound asimetris.

“Secara keseluruhan, desain ban depan asimetris kami telah memberikan pembalap sesuatu yang mereka cukup senangi dan kami akan terus menawarkan slicks depan asimetris di masa depan, termasuk memiliki ban jenis ini dalam alokasi kami untuk balapan terakhir tahun ini di Valencia. ”

Nah….. cukup jelas sekarang…. bukan misteri lagi akan drama Philip island…. eh masih ada….. penyebab utama Marc Marquez jatuh……. nanti di artikel berikutnya… stay tuned ya Lur…..

Sumber : Ultimatemotorcycling

Bonus : bicara ban….. ada kok lagunya…. Free Wheel burning…… by Judas Priest tapi yang versi live…

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

Silahkan Beropini