Masih Tentang Seri Philip Island….. Bukan Melulu Kesalahan Ban Bridgestone

suzuki

Yola dulur…. motogp seri Philip Island kemaren memang penuh drama dan kontroversi ban yang mengiringi. Banyaknya pembalap yang DNF menjadi perdebatan panjang…bahkan banyak forum di manca negara pun memperdebatkannya, bukan hanya di marih saja. Kali ini deka akan mengangkat sebuah artikel yang membahas detail kejadian di Philip Island ini. Dan ini merupakan saduran langsung dari artikel asphaltandrubber, karya dari pakdhe David Emmett, namun hanya deka ambil yang ada hubungannya dengan pembalap tertentu saja.Soalnya jika semua dimuat bisa puaaaaannnjang byangetz. Di tulisan ini, penyebab utama banyaknya crash bukan salah ban bridgestone yang dianggap gagal menyediakan ban dengan compound asimetris. Yuk langsung dibahas saja.

philip island 2014
philip island 2014
Seri Philip Island diwarnai dengan sembilan pembalap yang gagal finish dan banyak pengamat menyalahkan ban Bridgestone gagal menyediakan ban untuk seri kali ini. Mereka beranggapan bahwa hasil race ditentukan oleh ban, bukan skill pembalap. Apalagi saat melihat kondisi ban Lorenzo setelah race… klop sudah dengan opini itu. Namun kalau menyalahkan sepenuhnya ban Bridgestone juga enggak benar. Mari kita hitung ulang, berapa pembalap yang crash  karena nyata-nyata faktor ban. Memang banyak kejadian crash, namun kita tengok kejadian Iannone, Dani Pedrosa, Aleix Espargaro, Bradl, Broc parker, Karel Abraham….Apakah mereka crash karena faktor ban?? keknya bukan…. accident mereka karena tabrakan, dan kesalahan rider, kejadiannya pun di lap-lap awal, bukan di akhir-akhir balapan.

Sebenarnya yang crash karena faktor ban hanya Pol Espargaro, Crutchlow, dan Marquez walaupun pembalap terakhir ini mengakunya karena ngikutin gaya Doohan, tapi apa benar?  Pakdhe David Emmett punya opini beda, penilaian seorang pengamat veteran motoGP. Soal ban ini pun bukan melulu kesalahan Bridgestone, namun karena faktor perubahan suhu yang drastis, serta suhu lingkungan yang relatif dingin, diperkuat dengan beberapa sektor sirkuit yang terkena efek langsung kondisi pantai.

philip island circuit
philip island circuit

Masalah di Phillip Island adalah masalah trek, dan diperburuk oleh perubahan yang dibuat sesuai jadwal TV Eropa. Phillip Island, seperti Assen, adalah trek yang menempatkan tuntutan aneh pada ban. Trek ini banyak menyajikan tikungan cepat ke kiri, dengan hanya beberapa tikungan ke kanan, dua di antaranya adalah sudut paling lambat di trek.

Kota ini terletak di sebelah Selat Bass, bentangan tempat pembekuan air yang terhubung global-mencakup Southern Ocean, yang berarti cuaca sangat mudah berubah.
Suhu turun saat balapan sebanyak 9 °C, Dorna bersikeras menjalankan balapan di 16:00 waktu setempat (sore hari) untuk mengikuti slot TV 07:00 di pasar utama mereka Spanyol dan Italia. Waktu yang akan menarik audiens yang lebih besar daripada slot jam  05:00 pagi atau  2:00 pagi. Tetapi untuk penduduk setempat ( Australia ), balap pukul 04:00 tahun ini adalah kegilaan.

pedrosa accident
pedrosa accident

Membuat ban yang memenuhi tuntutan trek Philip Island bisa dikatakan hampir tidak mungkin. Dengan perubahan suhu yang ekstrim dan berubah-rubah tiap bulannya akan sangat membingungkan periset. Bridgestone sendiri melakukan riset ban yang disesuaikan dengan kondisi trek pada bulan maret, dengan acuan data hasil balapan tahun lalu. Mereka sudah berhasil membuat lapisan baru pada ban belakang dan berhasil ngegrip dengan bagus, ban depan pun sudah bekerja bagus, meskipun belum sempurna. Namun hasil prestasi ban ini sudah jauh lebih bagus dibandingkan tahun lalu, dimana pembalap harus masuk pittstop mengganti ban… tahun ini tidak.

Ban yang Bridgestone bawa ke trek mampu menangani kondisi trek, tapi suhu aspal jauh lebih dingin daripada ketika mereka menguji ban di sini pada bulan Maret. Ban extra soft bekerja untuk beberapa motor, tapi ban asimetris hanya sebagian kecil terlalu keras untuk situasi ini, terutama di sisi kanan, dan terutama ketika suhu trek mulai turun.
Adapun ban depan Jorge Lorenzo, sisi kiri yang hancur pada akhir balapan, Lorenzo dengan cepat menyalahkan ban rusak, sementara Bridgestone menunjuk motor sebagai penyebabnya.

Padahal kemungkinan penyebab kejadian yang menimpa Lorenzo ini bisa terjadi karena dua faktor, setting motornya sendiri, plus pertarungan ketat dengan Rossi selama beberapa lap. Saat fight dengan Rossi tersebut Lorenzo dipaksa meninggalkan style balapnya yang mengalir gemulai menjadi sangat agresif, tentu ini akan berpengaruh ke pengikisan ban yang lebih cepat ( opini ini deka sangat klop….. ).

marquez crash
marquez crash

Masalah crash-nya Marquez yang meniru gaya Doohan juga dipertanyakan. satu-satunya alasan yang logis adalah bahwa Marc sedang mengejar rekor Doohan, sayangnya doi kurang mengantisipasi adanya perubahan suhu aspal. Target yang sudah di depan mata itu pupus karena doi crash….. dan crash itu terjadi karena terjadi penurunan suhu aspal yang sangat cepat, dan tentunya suhu ban itu sendiri. Dan tentu ini berpengaruh pada grip ban, marquez melakukan kesalahan saat melakukan pengereman di seksi MG hairpin, yang menyebabkan ban depan terlempar keluar dan crash….

Ban asimetris ini memiliki dua bagian, sebagian besar di sisi kiri dan bagian tengah terdiri dari karet yang lebih keras ( meskipun termasuk ban soft), dan sisi kanan yang terbuat dari karet ekstra-soft yang digunakan pada ban ekstra soft simetris. Karet ekstra-soft sangat bagus di bagian tengah, rider akan mendapatkan keuntungan itu setelah mereka mencapai sudut kemiringan 30 ° atau lebih.
Saat sisi kiri ban suhunya baik-baik saja, ban bagian tengah mengalami cooling off saat terjadi penurunan suhu dan keuntungan itu tidak terpakai. Saat dilakukan pengereman keras untuk hairpin MG, karet dingin di tengah ban dan itu yang membuat Marquez jatuh. Pol dan Crutchlow-pun jatuh dengan cara yang sama. Pengisi podium adalah pembalap yang menangani kondisi ban dan suhu aspal dengan tepat…. dan Rossi yang paling cerdas.

Masih menyalahkan ban? masih bilang Marquez enggak niat balapan, hanya ajang uji coba style balap? masih bilang Rossi menang beruntung??? silahkan debat ama Pakdhe David Emmett dah…… 😀 😀 .

Sumber : asphalandrubber

Bonus : berhubung banyak yang crash… bonusnya Crash N Burn….. By Don Dokken

 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

22 Komentar

    • ini murni opini ane bro…… ini berhubungan dengan data log program ECU RCV ( dulu bilang tehnologi asimo ) memang disesuaikan dengan ban hard karena jika soft akan cepat habis….. sesuai dengan karakter balam MM yg kasar……..kalau memakai ban soft harus program lang data logaritma yg sangat rumit tersebut… IMHO

  1. artinya kalu cuara ndak berubah cepat,

    artimya didkit-ddikit sampe akhir lap, laen ceritanya.

    ato berubahnya cepat pas final lap.

    itu jika kita beranda-andai,

    tapi jika berandai-andai, ngak ada ujung selesai ceritanya

    sama spt jika kevin swart /wayney tdk cedera,

    mungin dohaan ndak akan jurdu 5x

    • perubahan saat cepat saat lomba berjalan bro…. bukan pada saat marc jatuh, namun sebelumnya, yang jelas disaat sore itulah terjadi penurunan suhu yg drastis. suhu dingin itulah yg mempengaruhi performa ban… ini menurut david emmet… dan ane manggut2 mengiyakan saja… lebih pinter pakdhe itu jeh 😀

1 Trackback / Pingback

  1. Inilah Kesalahan Marquez Yang Tanpa Ia Sadari Menjadi Penyebab Doi ” Merumput “ | 78deka

Silahkan Beropini