Inilah Alasan Kenapa Suzuki Enggan Menginjeksikan Satria FU

satria_f150-se
suzuki

Yola dulur….info dadakan dari Suzuki mengenai motor tambang jualan mereka, Satria FU. Sudah lama sekali memang keberadaan motor underbone super kencang ini semenjak kelahiran pertamanya. Dengan mesin DOHC 150 cc yang dicangkokkan di sasis underbone tentu membuat karakter bebek ( ayago ) ini super kencang dan full dengklak-dengklak. Disaat kompatriot Jepangnya pada kompak melakukan injeksisasi pada motor-motor mereka, Suzuki nampak enggan melakukan pada jagoannya ini.

satria_f150-se
satria_f150-se

Seperti kita ketahui bersama bahwa Satria FU dari brojol pertama kali dan sekarang sudah lebih dari satu dasawarsa masih mengandalkan pengabutan karburator. Meman terjadi facelift berkali-kali, namun hanya menyentuh sektor desain bodi, stripping, atau penambahan fitur. Sedangkan sektor mesin tidak mengalami upgrade sedikitpun. Diakui memang dengan mesin 150 cc DOHC, karburator, 6 percepatan, oil cooled, SCEM silinder, membuat Satria FU menjadi sebuah ayago fenomenal di marih, disaat ayago lainnya gagal mengepakkan pasarannya.Hembusan rumor dan desakan dari sebagian penggemarnya agar dilakukan upgrade ke sistem injeksi tidak membuat SIS sebagai rahim satria FU bergeming dari pendiriannya…. Satria FU tetap mengandalkan karburator. Berikut cuplikan statmen petinggi Suzuki

“Pakai karburator lebih praktis dan lebih ngacir. Kami belum kepikiran untuk mengubah Satria F ke tipe injeksi. Injeksi bukan satu-satunya cara untuk penuhi standar emisi. Apalagi, motor dengan sistem pengabut bahan bakar karburator masih cukup dicari untuk saat ini,” ucap Yoyan Yahya, Marketing Head SIS saat berbincang dengan EM-Plus.

karburator satria f
karburator satria f

Yah… memang dari opini deka sih ada keuntungannya dengan memakai karburator, seperti mudah mengatasi saat ada masalah, tehnologi yang sudah banyak dikuasai oleh bengkel umum, gampang dioprek untuk mengail power lebih, tidak rentan gangguan listrik, gampang dipasangi ratjoen-ratjoen modifikasi tanpa khawatir mengganggu pengapian de el el.

Namun karbu adalah karbu… dimana mindset publik berubah bahwa motor hightech itu pakai injeksi. Ini akan menjadi potensi ancaman yang besar buat Suzuki Satria untuk melebarkan sayapnya…. Apalagi AHM sebentar lagi akan ikut nimbrung di kelas motor hyperbone ini, dan sudah pasti memakai injeksi.

So…bijimana Lur…. alasan Suzuki itu sudah tepat atau enggak? Atau itu hanya alasan karena Suzuki enggak mau keluar dari kemapanan? Cukup puas dengan kondisi Satria F sekarang? Silahkan dishare saja…..
Sumber : motorplus

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

30 Komentar

  1. Kalo suzuki takut knapa2 jika pake injeksi, Knapa ga buat dua versi aja, injeksi, dan karbu (dgan emisi yang sesuai dengan peraturan yang ada). Toh kalo yg karbu udah tinggal pngmbangan aja (mau ga mau harus mmnuhi standar minimal gas buang kan)

  2. lebih baik mungkin development mesin yg bener2 baru dan ijeksi, dengan yg sekarang dgn karbu masih cukup bengis kok…juga untuk di perawatan dan oprek2 msh enak dilakoni….,coba klo injeksi salah2 menangani bisa berabe….,

  3. klo saya pribadi sih menilai suzuki masih kalah dari honda yang mempunyai vis kedepan dalam program cinta lingkungan. honda menghentikan tiger karena alasan emisi. jangan mikirkan jualan agar laku saja tapi bkinlah motor yang sesuai keinginan suzuki dengan ikut program bersih lingkungan(emisi) kemana moto inovasi tiada henti. yang ada sekarang saya lihat “inovasi sudah mati”.
    yamaha yang memiliki karakter kencang saja masih bisa mempertahankan image kencang dengan menginjeksikan motor motornya.

  4. kok . . Mlh anda yg kebakaran jenggoT.
    Tenang. .
    Sing sabar. .
    Yg punya zusuki pasti lbh pintar lah.
    Biarpn ahm dan yimm bikin 150 injeksi. . Ya ,belum tentu jg bs mengalahkan kecpatan si fu.
    Buktiy. . Vixi injeksi,cb injeksi. . Tetep kalah mbox ma fu.
    Hayo. . Arep tepuk apa sampeyan?

    • Ane kagak kebakaran jem…. Eh jenggot…. Hanya usulan saja buat Suzi kalau kedepannya kudu ngikut selera jika ingin pasar satria brkembang. Tapi kalau mau pasaran satria cukup segmented ya monggo….. 🙂

    • pertanyaan’a klu fu dinjeksikan kira2 masih bs mengalahkan kecepatan dr vixi atau cb nga bro?! tp y sudahlah, la wong itu satu’2 andalan suzuki inovasi semakin terhenti mendekati mati..ups

      • Sebenarnya mau pakai sistem injeksi tanpa mengorbankan performa bisa saja kok bro…. Semua tergantung setting ECU-nya….. Namun nantinya untuk mengupgrade power tidak akan semudah karburator….. CMIIW

  5. tp semoga aja ntar jk pabrikan lain sudah berpikiran mengeluarkan motor listrik SZK tdk keukuh menggunakan karburator karena mudah ditangani bengkel umum… coz sy yakin bengkel pinggir jalanpun tidak mau ketinggalan teknologi

  6. Sebenarnya gampang bagi Suzuki memberikan technologi canggih buat setiap produknya masbro, disaat motorsport 150 tetangga memakai tehnologi biasa suzuki malah lebih dl pake DOHC,digital indikator,banana arm DLL seperti di Generasi Fixer150 (FXR150). Motor2 bebeknya jg gak kalah lebih mendahului jaman ketika satria 2tak memakai rem cakram belakang,..

  7. Klo mau ngomong masalah kecepatan motor, liat juga bobot motornya. Satria fu punya berat kosong 97 kg, sama kayak jupiter z burhan. Bobot segitu disematkan mesin DOHC dan 150cc, ya terang aja ngacir. Sedangkan vixion 129 kg, dan cb 131 kg, ya wajar kalah di putaran bawah. Tp, putaran atas? Nggak jg sepengalaman gw.
    Siapa bilang injeksi bikin lemot. Buktinya, jupiter z1 lebih kencang dari new jupiter z. Padahal, spek keduanya sama.

Silahkan Beropini