Kematangan Lorenzo Sebagai Kunci Juara Di Aragon

suzuki

Yola dulur….. motogp seri Aragon barusan berakhir penuh dengan kejadian dramatis. Lorenzo muncul sebagai pemuncak podium satu, namun podium terasa “aneh”, nggak ada nama Marquez, Pedrosa, maupun Rossi. Balapan yang yang diakhir lap-lap diselingi dengan kondisi gerimis.

aragon motogp 2014
aragon motogp 2014

Drama pertama dimulai dengan crashnya Ianone, kemudian dilanjut dengan crashnya sesama pembalap Italia Valentino Rossi saat ingin menelikung Pedrosa dari sisi luar. Namun Rossi terpojok di sisi gravel dan terpaksa keluar trek dan high side. Setelah itu balapan seperti akan berjalan monoton, namun cuaca merubah tensi balapan. Rintik air hujan mengganggu ritme balapan yang sudah terbentuk sehingga ketiga pembalap, Hohe, Pedro dan Marc bisa saling cucuk-cucukan.

Saat kondisi hujan mulai lebat, Lorenzo lebih memilih mengendurkan tensi balapan karena masih menggunakan ban tipe slick. Doi memutuskan duo Honda cucuk-cucukan didepannya dengan tensi panas. Doi sepertinya tahu, saat cucuk-cucukan biasanya emosi akan mengganggu nalar balapan. Lorenzo hanya memaksimalkan ban slick dalam kondisi basah sampai pada limit aman, dan saat kondisi dirasa maksimal, maka doi lebih baik mengganti motor dengan ban basah namun dengan konsekuensi waktu terbuang banyak saat masuk pitstop. Namun pertimbangan doi lebih baik membuang waktu daripada tidak aman dan resiko lebih besar…. CRASH….

aragon hujan

Bener juga, saat duo Honda saling panas-panasan didepan dengan memaksakan menggunakan ban click, padahal trek sudah licin dengan air hujan, Pedrosa slide  ban depan dan crash saat mengerem, untung doi masih bisa meneruskan balapan, walupun posisi melorot tajam. Namun Konyolnya atau nekad kali ya….sudah tahu rekannya jatuh karena licin, Marquez masih ngotot memakai ban slick, padahal sudah ada instruksi ganti motor. Dan…. membayar mahal dengan ndlosor di pertengahan lap, padahal Lorenzo sudah mengganti dengan ban basah di belakangnya.

lorenzo
lorenzo

Faktor kematangan memprediksi kondisilah yang membuat Lorenzo juara di Aragon kali ini. Berbeda dengan Marquez, entah karena ingin show off, pede abis, atau over confiden kalau doi mampu menahlukkan sirkuit home basenya dengan ban slick, entahlah. Namun fakta menunjukkan itu adalah pilihan yang salah…… kurang matang mengambil keputusan sehingga terlempar jauh di posisi akhir.  Selamat buat Lorenzo, pelajaran buat Marquez…… semoga menjadi pembelajaran…..crash dua kali berturut-turut.

Dan….jangan salahkan hujan ya nak…..

Bonus….Milli Vanilli…. Blame It On The Rain

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

23 Komentar

  1. mungkin pikir mm,

    pengen jajal pengalaman di kondisi hujan,

    jika jatuhpun point msh jauh,

    karen pesaing terdekatnya juga jatuh

    makanya mungkin ambil resiko itu,

    bisa dikateken sombon gj uga ngak tau, tunggu aja pengakuannya

  2. tapi ane yakin, dgn kejadian ini ,

    mm dapet pelejaran berharga yg sangat mahal,

    dan itu ndak mungkin didapet kalu dia msk pit dan podium 1,

    ingat di race kemaren, dia memaksaken diri, dan dia sadar akan hal itu

  3. seru tidaknya balapan sisa bergantung pada MMtertaince, Selisih poin 75/3seri, sisa race 4 seri. sekali saja MM juara satu disisa musim, motoGP gak seru

    setidaknya MM93 membuktikan perkataanya jika dia tidak akan bermain aman hingga seri Aragon.

    Selisih poin 75/3seri, sisa race 4 seri

Silahkan Beropini