Membaca Hasil Uji Komparasi CBR150R Dan R15 Dari Perspektif Deka

cbr 150 dan r15, gambar milik wak haji TMC
suzuki

Yola dulur….. lagi panas-panasan hasil uji komparasi dua motor sport 150 cc nih. Siapa lagi kalau bukan dedengkot rival, Honda CBR150R dan YZF-R15, emang dua kumpeni tersebut yang masih bisa dibanding-bandingkan di kelas ini, lha wong kumpeni lain belum ada yang ikutan ngeramein. Pengennya sih empat pabrikan sekaligus gitu…. biar terjadi royal battle Β πŸ˜€ .

cbr 150 dan r15, gambar milik wak haji TMC
cbr 150 dan r15, gambar milik wak haji TMC

bek tu topik ( bukan wak haji lho πŸ˜€ ), kedua motorsport tersebut sudah di test oleh dua media otomotif yang berbeda, dan hasilnya berbeda pula…. kek quickcount pilpres kemaren aza neh… :D. Nah…. perbedaaan hasil test inilah yang memancing kedua kubu supporter adu argumen di media…. jiaaannn rame tenan kek kumpulan lebah yang sarangnya rusak.Jpeg

Coba kita lihat hasil data pengujian dari tabloid Motor+, berikut grafik yang sudah dibikin sama wak haji. Di situ ditampilkan tabel output power per RPM antara CBR150R dan YZF-R15, detil tiap kenaikan RPM 500. Silahkan baca sendiri, simpulannya adalah CBR menang di output akhir yaitu 15,7 dk di rpm 10.500, danΒ YZF-R15 14,39 di RPM 8600. Sedangkan Torsi Β CBR memperoleh 11,57 Nm di 7800 RPM, sedangkan gacoan FBY memperoleh hasil 12,69 Nm di 7300 RPM. Simpulannya CBR menang di power, R15 menang di Torsi.

milik wak haji (lagi)
milik wak haji (lagi)

Kemudian barusan disusul uji test oleh media yang nggak kalah besar lagi, tabloid otomotif. Namun hasilnya berbeda dengan uji sebelumnya. Kali ini R15 unggul telak di angka hasil pengujian baik output power maupun torsi dibandingkan jagoan FBH, silahkan lihat gambar dibawah. Di pengujian ini R15 menang di FCR sebesar 38,2 km/L diandingkan cbr 28,69 km/L, dari uji menggunakan alat Dyno, R15 unggul torsi yaitu 12,44 Nm/7200rpm dibandingkan 11,42Nm/7900 rpm-nya cbr. Dari uji drag juga menunjukkan superioritas R15 dengan angka waktu lebih singkat dibandingkan cbr. Pun demikian dengan topspeed yang diperoleh, cbr ngendon di 136 km/j versi speedo namun versi race logic 120,9 km/j, berbanding terbalik dengan R15 yang memperoleh topspeed 133 km/j versi speedo dan 126,6 versi racelogic.

Jpeg

 

Akhirnya heboh sudah membandingkan kedua uji tersebut, mereka pada mengklaim mana uji yang dianggap sahih, yang dianggap paling bener ( tentunya yang sesuai dengan selera mereka ). Kehebohan ini tidaklah mengagetkan karena dengan komparasi tentu akan berujung pada hasil akhir, beli yang mana……Nah, dengan angka-angka yang dihasil oleh kedua uji test oleh dua tabloid besar ini tentu akan membuat bingung calon pembeli, serta supporter kedua merk tersebut tentunya. Dilain sisi mereka menganggap unggul CBR, di lain sisi mereka ada yang menganggap unggul R15, CBR hanya unggul di dyno saja…..unggul di spek mesin DOHC-nya….

Kalau deka boleh ikutan urun rembug ngeramein kedua test tersebut, hmmmm….. ane punya perspektif yang agak melebar. Dalam menanggapi uji test yang berbentuk angka-angka tentu akan menampakkan hasil mana yang unggul secara sahih…..pasti muncul mana yang mendapatkan angka yang lebih besar dan sedikit. Di dalam pengujian yang memunculkan hasil angka seperti ini tentu keakuratan pengujian sangatlah penting. Menyimpang sedikit akan merubah hasil angka, dan tentunya hasil akhir. Kalau pengujian ini dilakukan untuk ajang lomba balapan sih ok…. josss…. karena dalam balapan yang dicari adalah pemenang…. berapapu selisih angka yang diperoleh……. winning is winning.

milik wak haji ( lagi )
milik wak haji ( lagi )

Namun kalau test tersebut digunakan untuk acuan membeli sebuah produk, hmmmmm….. membaca angkanya tentu harus agak dari atas sedikit, perspektif harus melebar. Β Angka memang penting untuk menunjukkan hasil akhir, namun sebentar…… coba anda amati selisih angka-angka tersebut…. tipis kalau diterapkan di jalan raya, unda-undi bahasa deka. Nah, terus pilihan menurut deka yang mana? hehehe… cek aja artikel iniΒ .

Dari perspektif deka, kedua motor tersebut mirip-mirip saja secara performa, yah…. menang tipis, kalah tipis. Bukan suatu hal yang penting saat dipakai dijalan, kecuali selisih perbandingan power weight ratio lebih dari 0,05 dk/kg nah ini baru nampol habis . Ada hal yang lebih penting saat memutuskan membeli sebuah produk motor…. kesesuaian selera hati, kualitas produk, minim keluhan, efisien, sparepart dan perawatan murah dan gampang. Hal ini lebih penting saat membeli sebuah motor, kepuasan membeli dan setelah membelinya tidak ada penyesalan. Kecuali anda membeli motor hanya untuk balapan di sirkuit, balapan liar ( tanggung sendiri akibatnya ), carilah angka yang lebih unggul, winning is winning. Tapi kalau membeli motor untuk dipakai minimal 10 tahun…. hmmmmmm silahkan pertimbangkan cara pandang anda.

Semoga tidak kobongan,….. eh bermanfaat

Wassalamualaikum

27 Komentar

  1. Nebeng ya om, bukan mau bela sana sini,
    Cuma opini orang awam,
    1, Hasil tes power munngkin saja benar, lantas kenapa top speed berbanding terbalik? Bisa aja pengaruh bobot, juga gigi rasio nya(?)
    Btw, sproket cbr dan R15 jumlahnya sama kah? (Bnran ga tau)
    2, Unit yg di tes berbeda kondisi, R15 tentu uda seting maksimal, secara uda ga baru, jadi kmungkinan kekurangannya uda di minimalisir, beda sama CBR yg gress, bisa jadi ini juga alasannya konsumsi bbm selisih jauh ( selain faktor sohc – dohc nya, beda karakter, beda konsumsi bbm wajar kan?)
    3, Bentuk fairing yg lbih gambot bisa juga jadi penghambat kecepatan
    4, Poin yg bikin bingung hasil race logic topspeed nya, benarkah penyimpangannya segitu jauh? 120kpj mmg mencederai klan cbr, 150 thai aja nangkring di kisaran 130kpj,
    Gimana menurut suhu?
    Saya lbih nunggu video2 drag konsumen aja lah, ntar lagi pasti rame,

  2. setuju gue bro.. menurut gue sih gak ngaruh terkait mana yang lebih kenceng.. karena beli motor itu bukan untuk ngebut (kecuali untuk balap seperti yang diungkapkan bro). kalau gue beli motor pertimbangan utama adalah mana yang lebih sreg di hati terutama modelnya..
    Tapi kenapa ya banyak pihak yang terpaku pada angka2 itu? justru ane rasa itu yang membikin banyak orang tertantang untuk ngebut di jalan, untuk ngebuktiin di jalan.. misalnya, wah motor A katanya lebih kenceng dari motor B di berbagai pengujian, coba motor B gue bisa gak ya ngalahin dia. nah jadilah akhirnya kebut2an di jalan.

  3. Beda 2 hp kok tipis bro. Beda 4 hp setelah 10000 rpm kok tipis…. Berarti performa r25 sama ninja tipis bro. Tapi ini kan sohc sama dohc. Lha kepriben.

  4. Hbs 10rb rpm kan beda 4hp. Satunya drop jauh. Satunya manteng terus. Masa yang manteng terus kalah sama yang udah drop. Klo sama 2 dohc sih maklum. Lha iki sohc brooo. Logiknya gimana.

  5. hehe… ane sejauh ini udah 200km nyemplak honda K45 ini. sepakat sama ente, kembali ke perspektif awal membeli motor. soal hitungan beda tipis, juga ngga berasa dijalan. lagian ngail 100km/h bisa cepet gini udah cukup, kalo banter2 wis malah nggak safety. yg penting, spion tetep terbuka, kelengkapan dipakai, berkendara aman dan semua nyaman. jalanan bukan buat kompetisi,
    soal data antar media? hmmmm… jawab ane, media butuh makan, butuh jualan juga, wong ane yo ngrasain rekosone jualan… segitu aja deh… πŸ˜€
    keep safety riding

  6. Bro saya beli motor untuk dipakai minimal tiga tahun. Setelah itu baru ganti yang baru. Saya lebih merasa cocok beli Honda CBR 150 R Lokal. Saya pernah pakai Honda CBR 150 R edisi Thailand. Honda CBR 250 R edisi Thailand. Suzuki Bandit 400 c dan Yamaha Jupe. Saat ini masih nyicil CB 150 R SF. He.hhe..

Silahkan Beropini