Nggak Pakai Kut*ng (Balada Darmogati)

ilustrasi
suzuki

Yola dulur…. kata para pakar pengamat tingkah laku, generasi penerus bangsa ini sedang mengalami degenerasi moral, kemerosotan  moralitas. Kemerosotan dibidang tingkah laku, kesopanan, sikap, cara berpakaian, penerapan budaya timur dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh gencarnya arus buda barat yang disarang secara longgar oleh negeri ini dengan alasan kebebasan demokrasi.

ilustrasi
ilustrasi

Tingkah laku, cara berpakaian , mode, trend fashion ala bule ditelan mentah-mentah oleh pemuda-pemudi khususnya daerah metropolitan dan kemudian diikuti kota-kota besar lainnya, berlanjut ke kota-kota kecil dengan cepatnya sebagai konsekuensi cepatnya komunikasi berbasis digital maupun televisi. Isyu ini juga sedang menjadi obrolan khusus di cakruk dimana Darmogati and the gank menjadikannya basecamp.

Kartomarmo : Wedyan…. di koran kemarin, ane baca pata siswa SMA merayakan kelulusan dengan pesta seks dan minuman keras. Kalau udah kayak gini gimana mereka akan menata masa depan mereka? Ini pasti ada sistem yang salah….

Darmogati      : Ah…..jangan sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah, isu moralitas bangsa itu justru harus dimulai dari orang tua, keluarga…..bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya agar selalu berpegang teguh dengan norma ketimuran sejak dini. Ini yang kadang dilupakan, peran utama orang tua untuk mempersiapkan anaknya menghadapi arus budaya negatif. Kalau merekanya cuek sibuk sendiri-sendiri dan longgar dalam mendidik anak, ya akan mudah si anak mengalami turbulensi moral ( tumben Darmogati pake bahasa tinggi 😀 ).

Kartomarmo : Eh bener juga ucapanamu Mo….. kebanyakan anak muda yang mengalami gangguan moralitas, kepanikan budaya adalah anak-anak perkotaan besar, khususnya metropolitan. Dimana kehidupan disana, para orang tua tersita waktunya untuk aktivitas rutin harian, berangkat subuh pulang malam, gimana mau memperhatikan perkembangan anak ya…..

Duloh             : Betul juga…..kalau dari berita teve….tingkat moral pelajar kota besar emang udah payah….pergaulan mereka terlalu bebas, bebas bergaul dengan siapa saja, bebas pergi ke tempat mana saja…lha wong ortunya sibuk bekerja. Mereka seperti lupa akan masa depan mereka, yang penting sekarang senang-senang, diakui eksistensinya di komunitas meskipun mempertaruhkannya dengan masa depan  dan budaya yang mereka miliki.

Darmogati   : Ah…. jangan hanya melihat pelajar kota besar saja coy…..pelajar-pelajar kota kecil kek Cirebon ini juga sudah terjangkit juga kok… lihat saja cara berpakaian mereka, roknya tinggi-tinggi,  terlalu memancing  sahwat….belum lagi aktvitas di luar sekolah mereka, dari geng motor, narkoba, miras, seks bebas tapi sembunyi-sembunyi.  Bahkan sudah sudah merambah ke kampung sini coy…..

Kartomarmo : Ah masak…. sampai kampung sini ????

Darmogati      : He-eh…. bener…

Duloh               : Masak pelajar di kampung ini sudah separah itu? kampung ane masih dalam batas kewajaran tuh…..

Parjo (dari tadi cuma manggut-manggut saja) :  Masak kampung separah itu? kan kehidupannya masih normal, orang tua masih punya waktu banyak di rumah, bahkan masih banyak ibu rumah tangga yang mendidik anaknya, kehidupan sosial yang saling peduli dengan tetangga, apa masih kurang tuh… jaring pendidikan moralnya?

Darmogati      : Maksud ane….. cara berpakaian pelajar itu lho….kadang terlalu berani….terlalu mengundang sahwat…. mbok ya di ortunya mendampingi dan memberi saran… masak pelajar, siswi sekolah pakai rok mini…. bahkan ada lho berseragam sekolah namun nggak pakai daleman….nggak pake kut*ng.

The gank       : Ah masak……. siswi disini seberani itu???? parah ini……

Darmogati    : Iya…. bahkan saat bubaran sekolah dijalan mereka sering menggoda temannya dengan menyibakkan roknya sampai dalemannya kelihatan sambil tertawa-tawa…

Kartomarmo : Ah… ane kaga percaya… emskipun ane dari kampung sebelah, namun ane nggak percaya omonganmu bro…..

Darmogati      : Kalau nggak percaya besok siang datang kesini, nati ane tunjukin… pas bubaran sekolah ya….

Singkat cerita, esok siangnya the genk Cakrukers itu berkumpul lagi saat bubaran sekolah.

Duloh              : Mana buktinya bro……

Darmogati     : Bentar lagi coy…..nanti pasti lewat rombongan anak sekolah akan lewat sini lewat, perhatikan saja.

Tak berselang lama, muncul rombongan anak sekolah yang berjalan sambil bersendang gurau menggoda teman-teman seperjalannya.

Darmogati      : Nah tuh…… amati… pada pakai rok mini….. amati… mereka pada nggak pakai kut*ang……..

Teman-teman Darmogati pada melongo melihat rombngan anak sekolah yang berseragam kuning hijau itu lawet…….

Ramai-ramai mereka melototin Darmogati : Kagak nanya kalau anak TK mah…….. kata mereka kompak…….

Darmogati       : Ane kan kemarin  nggak bilang siswa sekolah mana………. mereka toh siswa sekolah juga kan?? ( sambil nyengir penuh kemenangan )

Dasar Darmogati koplak……….

Salam enteng-entengan

Wassalamualaikum

8 Komentar

  1. rajam saja…

    perawan semakin langka, berandal semakin merajalela…

    yang baik ditolak, yang demit diterima, tubuh makin murah ketimbang kambing, amit-amit sama cewek begituan…

Silahkan Beropini