Kalau Komentar Marquez Yang Kek Gini, Bikin Rider dan Fans lain Respek, Bukan “Main-Main”

suzuki

Yola dulur….gelaran motoGP seri Mugello kemarin masih menyisakan bara api. sebuah wawancara yang dinukil oleh blogger yang mengatakan bahwa pertarungan ketat antara Marquez dengan Lorenzo kemaren adalah skenario pihak Marquez.

marc +hohe

Bahwasanya Marquez bermain-main dengan Lorenzo agar balapan kelihatan seru dan menghibur penonnton, baru di lap akhir permainan diselesaikan dengan menyalip Lorenzo dan menjadi juara.

Sebuah wawancara dengan Marquez juga menguatkan akan hal itu, namun jelas jika wawancara tersebut menjadi acuan, maka pihak Marquez belum bermain secara cantik mealkukan perannya. karena dengan mengungkapkan alasan seperti itu jelas menyakiti perasaan pembalap yaitu Lorenzo dimana merasa di Underestimate-kan, juga menyakiti perasaan fans, dengan kata-kata “mempermainkan” atau main-main. Kalaupun memang benar Marquez menyimpan kesempatan  untuk memimpin balapan dengan menyalip Lorenzo, harusnya alasan demikian tidak perlu diungkap, biarlah disimpan dalam hati. Karena ungkapan “mempermainkan atau main-main” pembalap lain itu bentuk kesombongan.

marquez
marquez

Nah kali ini deka menyuguhkan wawancara terhadap Marquez tentang serunya balapan antara doi dan Lorenzo. Marquez mengungkapkan serunya pertarungan dengan Lorenzo, dan mengungkapkan triknya saat menyalip Lorenzo.

“I think this was the toughest race of the year for me, I struggled particularly in the beginning of the race and Jorge was really strong in the middle of the corner, he was able to keep a strong pace. But then, with the used tire I started to feel better and in the warm-up we made a small change to my gearing which worked very well in the race.”

-Marc Marquez

Nah di sini  menyanjung Lorenzo, khususnya kecepatan di tikungan bukan mempermainkan Lorenzo. Doi bisa menyalip Lorenzo karena doi menyimpan ban untuk grip saat straight dimana kondisi ban Lorenzo mengalami slip dan kekurangan M-1 di topspeed saat trek straight. Di sini RCV unggul mutlak. Dan Lorenzo mengiyakan akan hal tersebut.

lorenzo
lorenzo

On the race Lorenzo said, “The bike worked very well on the braking, better than ever. We need some more top speed, we lost all the tenths in the straight with the slip stream. With a couple more kilometers we could have kept the first position. I think we can get the victory soon, not this time, but soon.”

“When you finish so close to first, you’re not fully happy, your goal is so close. But this race compared to the others, this is the best. I could fight with Marc for 60% of the braking, the top speed is still where we are lacking. I will try to repeat this podium at my ‘home’ race,” he added on finishing second.

Nah… seperti pepatah tua, seorang jagoan akan memuji lawannya, meskipun lawannya telah dikalahkannya. Bukan malah meremehkan….

Bonus… Yngwie Malmsteen… I’m My Own Enemy

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

14 Komentar

  1. serba salah sih..ngacir duluan salah..dibilang gak entertaining…giliran di keluarin sisi entertainingnya dibilang mempermainkan..tergantung sebagai apa anda melihat..sebagai fby atau fbh??..hahahaa..

Silahkan Beropini