Berkendara Itu dimulai Dari Otak Anda, Bukan Dari Menstater Kendaraan

Keren mana ??
suzuki

yola dulur…sekarang ini berkendara motor adalah sebuah rutinitas keseharian oleh biker, sudah dianggap aktivitas biasa dalam kesehariannya. Sangking biasanya, mungkin sampai nggak perlu mikir.

Keren mana ??
memulai berkendara

 

Yang dilakukan adalah tinggal stater, kendalikan motor sampai ke tempat tujuan yang akan kita tuju. Yah mungkin sesederhana itu jika kita melihat secara sekilas aktivitas ini. 

Sangat berbeda sekali dengan saatkita baru bisa belajar berkendara motor dulu. Naik motor adalah suatu aktivitas yang sangat kompleks, kita memikirkan hal yang sangat baru, sehingga hal-hal detail sangat diperhatikan, mulai jalan mana yang akan dilewati, resiko-resiko apa yang akan dihadapi, medan jalan seperti apa yang akan dihadapi, ramai tidaknya lalu lintas, dan lain-lain yang berujung dengan kehati-hatian kita saat berkendara. Kondisi dimana kita sangat aware atau perhatian penuh dengan lingkungan kita, otomatis berkendara secara difensive.

lampu-isyarat-belok

Berbeda dengan kondisi sekarang dimana kita menganggap kita sudah expert, sudah biasa mengendarai motor. Rasa aware sepenuhnya menjadi berkurang, atau bahkan kita cenderung meremehkannya. Sudah menjadi hukum dasar, jika kita menganggap suatu kegiatan menjadi rutinitas, maka kepekaan akan berkurang, hanya melakukan kegiatan yang berulang-ulang sehingga sistem motorik dan reflex kita yang bekerja, tanpa melibatkan “Rasa”. Nah di titik inilah kita akan kehilangan sensasi kenikmatan berkendara serta kepekaan terhadap situasi jalan yang bisa menyebabkan kecelakaan.

(brain power)
(brain power)

Tidak ada salahnya kita merefresh mindset pikiran kita tentang makna dari berkendara. Gali lagi “rasa” saat kita menikmati awal perkenalan kita dengan dunia motor, dunia berkendara. Sebelum pergi ke suatu tempat menggunakan motor, maka kita sebelum menstater motor kita, lakukan hal-hal berikut ini

  • Pikirkan bahwa kita akan mengendarai kendaraan roda 2 yang paling rentan dengan keselamatan, mengandalkan keseimbangan, tanpa adanya penahan benturan.
  • Di jalan itu pemakai tidak hanya kita, namun ratusan bahkan ribuan orang dengan karakter dan skill yang berbeda-beda, jalan bukanlah milik kita seorang.
  • Banyak kondisi tak terduga di jalan, sehingga membutuhkan kewaspadaan penuh sampai tempat tujuan.
  • Melihat kondisi yang sangat rentan dan diluar kemampuan kita ini, kita berdoa kepada Yang Punya Keselamatan, hanya pada Beliau kita menggantungkan keselamatan.
  • Setelah itu baru stater kendaraan kita dan lakukan aktivitas berkendara sampai ke tempat tujuan.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa NIAT itu bukan cuma di awal namun meliputi sebelum aktivitas dan selama aktivitas berakhir. Nah demikian jika kita dalam berkendara di jalan umum selalu diliputi oleh rasa aware, kepekaan dan rasa penuh kehati-hatian. Selain itu, rasa kenikmatan berkendara motor yang mengasyikkan akan hadir kembali. Kalau cuma naik motor, anak SD aja udah padabisa, namun “berkendara” itu jauh lebih kompleks karena melibatkan mental attitude. Buktikan……

Semoga bermanfaat

wassalamualaikum

10 Komentar

  1. Bener banget Mas, sebisa mungkin riding itu niatnya harus kuat. Punya motor juga sebaiknya bisa barokah buat orang lain juga (di jalan). Saya suka penyampaian safety dan defensive riding blog ini 🙂

Silahkan Beropini