Review MotoGP Mugello 2014: MotoGP Yang Menjadi Tontonan Asyik Ya Kayak Gini

mugello-motogp-circuito-2014

Yola dulur…. artikel telat, karena deka masih umyek dengan kerjaan, sampai-sampai beberapa waktu artikel tersendat. Moto GP seri Mugello barusan berakhir dengan Marquez menjadi juaranya, disusul Lorenzo dan Bang Oci VR46.

mugello-motogp-circuito-2014
mugello-motogp-circuito-2014

Hasil yang nggak meleset dari tebakan ane tadi sore saat ngobrol dengan rekan kerja yang bertemu di Giant Cirebon. Ane bilang waktu itu Markewes bakal juara lagi, sedangkan Bang Oci meskipun start dari urutan 10 bakalan podium. Yang nggak disangka adalah Lorenzo yang secara brilian bisa nyaris juara, sedangkan Pedrosa…hmmm agak mengecewakan.

Kali ini kita nggak usah membahas Markewes dah… udah terlalu biasa doi menang. Lebih seru membahas proses balapan yang termasuk seru, khususnya untuk perebutan podium satu. Nggak seperti biasanya, dimana serunya adalah di second wave atau gerombolan kedua. Padalap-lap awal yang menarik adalah mengikuti Rossi yang mencoba merangkak naik dari posisi 10, dan akhirnya menjadi saksi langsung pertempuran antara Lorenzo dan Marquez karena posisinya tepat di belakang mereka, Tanpa ada upaya ikut bertempur dengan mereka. Rossi sepertinya sadar bahwa doi sudah maksimal, sedangkan dua pembalapan  di depannya sedang on fire…podium ke tiga sudah cukup bagus, kalau dilihat dari kesalahannya saat babak kualifikasi.

marquez
marquez

Disini kita seperti melihat Lorenzo’s Ressurection, kebangkitan Lorenzo yang nampak terpuruk di lima seri awal. Di sini doi begitu brilian, ngotot, berani fight, membalap dengan nyaris sempurna. Lorenzo bisa memaksimalkan M1 dengan segala keterbatasannya, mencegah Marquez dengan RCV-nya di depan doi. Hohe sangat paham, jika sampai MM93 di depannya terlalu lama akan sulit menyalipnya lagi. Makanya nampak duel seru di akhir-akhir lap, saat MM93 berhasil memimpin, tidak butuh waktu lama Lorenzo memberikan tekanan dan berhasil menyalipnya kembali. Sayangnya ada satu sektor dimana Honda menang mutlak dibanding yamaha, sektor satu, dimana terdapat straight dan hard breaking. Di titik inilah Marquez menang mutlak, dimana selalu menyalip Lorenzo di posisi ini, setelah top speed dan hardbreaking.

lorenzo
lorenzo

Sedangkan HRC sekarang ketika sudah melewati 5 lap pertama maka data ECU-nya sudah sempurna untuk menjadi tercepat. Namun kali ini nggak bisa diexplore secara maksimal oleh Marquez karena didepannya, Lorenzo selalu menutup line ideal Marquez. Dan ini berlangsung hampir sepuluh lap…..Brilian buat Lorenzo bisa bertahan segitu lama, bahkan bisa salip-salipan secara sengit dengan Marquez. Sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan oleh seorang Marquez, ketika doi naik di luar motor Honda.

Kali ini motoGP menjadi tontonan yang mengasyikkan, karena pemenang harus menunggu sampai lap-lap terakhir, bukan ketebak saat balapan masih meninggalkan separo dari jumlah  lap. Namun yang paling menarik adalah melihat Shuhei Nakamoto yang tak berekspresi, walaupun Marquez menang… seperti ada yang mengganggu pikirannya. Berdiri berdiam diri tanpa ekspresi dan memakai kacamata hitam, berbeda dengan sebelumnya dimana sangat ekspresif dan begitu riang. What do you think, Sir? Lorenzo? Yamaha’s improvement? Dani Pedrosa? or Dorna’s new regulation?……… I dont know babar blas……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

10 Komentar

  1. Semuanya keliatan asik, kecuali start lorenzo yg terlihat mmbaahayakan , tapi aksi dilintasan marquez- hohe, luar biasa,,,
    Smoga M1 masih bisa di setting sdikit lbih kncang di trek lurus, (tapi mesin uda di stop risetnya ya om?)

    • hanya bisa bersaing di sirkuit yang punya karakter tradisional…full speed, tikungan cepat,sektor lambatnya cuma sedikit. Kalau di trek modern sepertinya motor asimo jauh berbeda bro… imho

  2. namanye juga sirkuit cucok yamaha. makanye lorenzo menang berturut turut di sini. memang honda punya best lap di mugello yang belum terpecahkan dari seorang pedrosa. ya maklum sesi itu ban memang maksimal buat latihan dan kualifikasi. namun jika sudah race ban di pertengahan lap buat honda adalah krusial jika dipaksakan. hanya yamaha yang bisa menjaga ban motor dengan baik. fakta sudah terlihat.

    ducati punya keuntungan lain. makanye bisa sedikit kompetitif. tahun lalu saje dovi ke 3. marquez terjatuh. honda tak cucok.

    wajar jika lorenzo anteng wae. memang lorenzo dan marquez imbang kalo mau jujur. kelihatan pas lap akhir marquez keteteran di R1 pasca overtaking. tapi marquez beruntung bisa menutup race line lorenzo. kalo melebar tuh marquez habis dagh. ga ada ampun haha.

  3. kalo M1 kan inline 4 silinder. ga ada istilah bisa kencang dari RCV yang menggunakan V 4 silinder. M1 dengan konfigurasi itulah bisa enak di tikungan. sedang mesin V ga enak buat menikung. masih ingat kasus stoner yang bermasalah dengan problem chatter. serem bro. gedek gedek.

    namun akhir nye honda bisa menuntaskan problem tersebut. ya pengembangan SSG semakin jozzzz tentunye. yamaha belum kan.

    nahhhhh. gara gara itu yamaha belum bisa meningkatkan akselerasi. entah lah apa sudah atau belu SSG yamaha iti sempurna. jikalau sudah sempurna dalam tanda kutip, ban M1 tidak akan mudah haus. karena ban sudah ga ada masalah diajak hardbraking maupun latebraking, maka agar akselerasi jozzzz M1 harus diset sedikit boros.

    tapi prinsip nye kembali ke konfigurasi mesin tadi.

    • ane tambahin bro…… sistem balancing asimo yg hubungannya dengan pengaturan torsi ke ban yg diselaraskan dg kemiringan motor yang bersumber di ECU yg advance, makanya motor MM memakai throttle by wire…. disinilah RCV MM menang mutlak…

Silahkan Beropini