Foto Model Gila Bugil Di Kebon (Balada Darmogati)

suzuki

Yola dulur…di sela tumpukan pekerjaan ane sampai telat bikin artikel. daripada bingung mau nulis apa, mari kita melihat kelakuan Darmogati yang kadang sangat menjengkelkan itu.

ilustrasi
ilustrasi

Sore itu, Darmogati lagi cakrukan bareng lima orang sohib-sohib sekampungnya di pos ronda. Senda gurau dan obrolan ngalor-ngidul seperti lumrahnya cakrukan di kampung-kampung lainnya. Seperti biasanya biker anak muda, bahasan tidak jauh dari dunia motor dan perempuan. Setelah membahas dunia motor dilanjut dengan membahas soal perempuan-perempuan seksi nan cantik, diselingi tawa dan cekikikan, baik artis dalam negeri, luar negeri, atau hanya gadis lokal yang membuat fantasi mereka menjadi liar khas anak muda.

Saat sedang asyiknya mereka cakrukan, datang si Kartomarmo seperti terburu-buru menghampiri mereka.

” Ngapain ente datang kayak diburu setan gitu To ? ” , tanya Darmogati pada Kartomarmo

” Wah ada kabar heboh bro….”, jawab Kartomarmo.

” Heboh kayak apa coy ?, jangan bikin penasaran dong…”, kata Darmogati.

” Tahu si gadis foto model dari desa sebelah yang sekarang gila itu kan ? ….”, saat Kartomarmo mau cerita langsung disamber ama Darmogati,

” Woo… yang gila gara-gara batal jadi artis sinetron itu ya, wah itu mah body-nya manteb habis coy…emang kenapa? udah sembuh gilanya? ” timpal Darmogati.

” Nggak bro…malah tambah parah, barusan ditemukan ama ane, Parjo dan Duloh di kebon mbah Sastro dalam keadaan bugil, telanjang bulat….Ini  ane mau pulang dulu mau ambil barang yang diperlukan…. AYO KITA SEGERA BERAKSI BRO !!! “, Kata Kartomarmo sambil buru-buru pulang ke rumahnya.

Mendengar kabar tersebut Darmogati and the gank langsung bubar  menuju ke rumah masing-masing dengan buru-buru. Di perjalanan pulang Darmogati berpikir, ” wah harus buru-buru nih… entar keduluan ama mereka, Parjo, Duloh, Kartomarmo itu kadal buntung kelas kakap, jangan sampai keduluan ama mereka ! “, pikir Darmogati sambil mempercepat langkahnya ke arah rumahnya yang terletak paling ujung itu.

Setelah sampai rumahnya, dan mengambil barang yang diperlukan Darmogati bergegas ke kebon mbah Sastro yang terletak di pinggir kampung di balik bukit. Ternyata di situ sudah berkerumun pemuda-pemuda yang tadinya berkumpul di pos ronda dan Kartomarmo.

” Wah…..beneran kan…. keduluan ama mereka…”, kata Darmogati.

Kemudian dia berlari mendekat ke kerumunan pemuda tersebut sambil teriak ” WOOOEEE!!! Minggir… Ane duluan Oeee….. !!!,” teriak Darmogati sambil menyibak kerumunan.

Teman-temannya lantas menengok ke arah Darmogati dan keheranan dengan kelakuannya. Darmogati ternyata hanya memakai kaos dalam dan celana kolor sepakbola sambil membawa tikar. Sedangkan mereka ada yang membawa sarung, kain, selimut, kaos,  dan daster.

” Ente mau ngapain Bro ? “, tanya Kartomarmo keheranan kepada Darmogati .

” Lho…bukannya tadi ente bilang segera beraksi Coy?? …. kirain ……. nganu ….. “, jawab Darmogati sambil nyengir dan memandang gadis gila yang sudah diselimuti sarung oleh Parjo.

Wooooalah…Darmo…Darmogati… dasar otak mesum……

Salam enteng-entengan…

16 Komentar

Silahkan Beropini