Sambel Terasi Nan Sedap (Balada Darmogati)

pecel lele
suzuki

Yola dulur….kisah Darmogati hadir lagi, kali ini tentang acara ngumpul-ngumpul para braderhut biker di sekitar Cirebon, tempat tinggal sang tokoh.

pecel lele
pecel lele

Sudah menjadi kebiasaan klub braderhut yang diikuti oleh Darmogati, setiap anggota yang lagi mendapat rejeki berlebih maka akan mengadakan acara makan-makan di rumah yang punya hajat. Acara cukup sederhana, seperti bakar ayam, bakar ikan laut, ngaliwet, makan gulai ayam, atau minimal “ngucink rame-rame”, tapi sangat meriah karena sebagai ajang ngumpul curcol dan obrolan-obrolan seputar isu dunia permotoran.

Kali ini Darmogati sedang ketiban rejeki, balong (kolam) lelenya sedang dibedah. Sehingga dia punya inisiatif mengundang rekan-rekan braderhutnya untuk pesta pecel lele di rumahnya. Semua diolah bareng-bareng tanpa peran istrinya Darmogati, pokoknya dari semua untuk semua. Hampir semua sobatnya datang, kecuali Mbah Bons yang sebenarnya mau ikut cuma sayang dilarang sama bininya, maklum Darmogati dianggap tokoh yang berbahaya oleh bininya ๐Ÿ˜€ ย  ๐Ÿ˜€ .

Singkat cerita malam jam 09.00 wib acara dimulai, mereka rame-rame menggoreng ikan lele di depan halaman rumah Darmogati. Maklum yang namanya laki-laki masak ya seperti itu, belepotan dimana-mana, dikerjain sambil ngakak-ngakak. Seperti pada umumnya pecel lele, nggak afdol jika lele dimakan tanpa sambal, berhubung ogah ribet ngeluarin bumbu-bumbu dan cobek, maka yang dapat jatah membuat sambal adalah si tuan rumah. Maka Darmogati sendirian membuat sambal terasi di dapur.

Darmogati menyiapkan bahan-bahan seperti cabe rawit, cabe merah, tomat, bawang putih, garam, gula merah dan terasi. Darmogati nggak tahu kalau stok terasi di rumahnya habis, sedangkan jam menunjukkan jam 09.00 lebih, mana ada warung buka jam segitu. Akhirnya diputuskan tidak usah memakai terasi, toh makan rame-rame, rasa kurang sedikit nggak masalah, yang penting makan barengnya, batin Darmogati.

Berhubung rumah Darmogati sederhana, layaknya rumah yang lain yang kadang dapur juga menjadi tempat ngejemur pakaian, atau nyantolin baju bekas yang mau dicuci. Entah karena apa, saat Darmogati menggoreng bahan-bahan sambel tersebut, tiba-tiba ada sesuatu jatuh diwajan penggorengan. Saat diangkat oleh darmogati, ternyata barang yang nyasar ke wajan penuh sambal tersebut adalah sebuah CD atau kancut.

ilustrasi... CD
ilustrasi… CD

” Wah… ini kancut bini ane nih… cilaka…..” batin Darmogati sambil ngelihat keatas, ternyata banyak cantolan baju kotor yang mau dicuci.

” Waduh…. kancut bekas lagi….. masak mau dibuang ini bahan sambel….bahan-bahan udah habis lagi…” pikirnya lagi.

“Ah… biarlah… temen-temen nggak ada yang tahu keneh…” batin Darmogati.

Setelah sambel yang dipersiapkan siap, maka dibawanya keluar halaman. Setelah semua lele digoreng, maka acara ngumpul-ngumpul makan bareng dimulai, 10an ย orang yang ngumpul itu mulai menikmati pecel lele hasil olahan mereka…… kecuali Darmogati…..

” Mo… nggak ikutan makan nih? ” tanya Kartomarmo.

” Wahahaha….. tuan rumah belakangan saja, yang penting bro bro semua, mau dihabisin semua juga nggak apa-apa, masih ada lele yang hidup kok buat ane…..” ucap Darmogati. Padahal dia enggan makan karena sambelnya kecelup kancut bekas milik istrinya.

” WAAHHH…. SEDAPย SEKALI SAMBELNYA COY…. MANTAB….Terasinya terasa sekali… baru kali ini merasakan sambel seenak ini ” rekan-rekan Darmogati setengah teriak mengomentari hasil karya Darmogati.

” Masak sih…..” tanya Darmogati heran.

” Iya bro…. sedap sekali, pedasnya pas, terasinya ini lho… khas sekali… pake terasi apa sih coy?” tanya Kartomarmo heran.

” Terasi biasa saja beli dipasar bro…” jawab Darmogati berbohong.

“Ente bakalan sukses kalau buka warung pecel lele coy…. masakannya seenak ini mah bakalan laris…” ujar Sartopeang dengan semangat…

” Wah…. masak sih…..” tanya Darmogati lagi

” Iya bro… ini pecel lele paling enak yang ane rasain.” ujar Sartopeang, dan rekan-rekan braderhut lainnya kompak mengiyakan.

Melihat respon rekan-rekannya, Darmogati berlari ke kamar dalam rumahnya. Menemui istrinya yang lagi tiduran nonton teve.

” Say….Say…. nanti kalau kamu ganti CD, jangan dicuci dulu ya… pokoknya dikumpulin dulu…” kata Darmogati kepada istrinya.

Dengan bingung istrinya nanya, ” emang kenapa mas? aneh banget permintaannya”.

” Aku mau bisnis pecel lele….. dijamin akan laris say!!! ” jawab Darmogati dengan semangat 45.

Jadi untuk dulur-dulur biker yang suka jajan pecel lele, hati-hati…. siapa tahu itu warungnya Darmogati….. Ngoahahahahaha….

Salam enteng-entengan……………

Setelah mendengar

gulf oil

18 Komentar

Silahkan Beropini