Apapun Motor Yang Menang Di Race, Tidak Membuat Motor Di Rumah Ikutan Lebih Cepat

Indoprix
Indoprix
Indoprix

Yola dulur…sudah seperti budaya di marih kalau setelah selesainya sebuah even balapan, maka akan heboh dengan motor apa yang menang. Dari pihak yang merasa ngedukung dari pemenang akan mengolok-olok merk yang kalah. Sedangkan pihak yang kalah memperdebatkan alasan-alasan atau faktor-faktor yang tidak menguntungkan sehingga yang didukungnya kalah.

Kemudian dilanjutkan dengan sahut-sahutan opini sengit, tidak jarang sampai mengeluarkan kata-kata kotor dan hujatan sana-sini membuat yang punya warung sibuk ngarungin 😀 . Sebenarnya yang ribut-ribut itu belum tentu punya kepentingan secara langsung, hanya sekedar mempertahankan opini pribadi yang dianggap paling benar. Kalau yang ribut dan mengolok-olok ternyata sales motor? hmmm mending langsung melayani konsumen saja dah…daripada jelek-jelekin pihak lain. Yang namanya balapan pasti ada yang kalah dan menang, yang sekarang menang mungkin saja berikutnya kalah. Nggak ada di balapan juara bareng-bareng 😀 .

courtesy compumotor
courtesy compumotor

Di mata deka yang awam ini, motor yang dipakai saat balapan tidak mewakili motor yang dipakai harian. Mesin, desain, fungsionalitas di rombak ulang hanya ditujukan untuk satu kepentingan di tempat dan waktu itu saja. Setelah dipakai balapan terus motor tidak bisa dipakai, rapopo…yang penting tujuan tercapai. Untuk mencapai tujuan itu, mesin dirombak atau ditambahin part-part yang mahal agar bisa mendapatkan kerja maksimal dari sebuah mesin dan motor, begitu juga rangka dan bodi. Nah jadi faktor yang mendukung pemenang balapan bukan sekedar motor standar pabrik saja, namun lebih utama kelihaian tuner, pembalap, dan nasib…. 😀

Nah kalau sudah gitu, apa yang mau diributin lagi? kecuali balapan-nya menggunakan motor standar keluaran pabrik tanpa ditambahin part dan perubahan setingan rangka dan bodi. Bolehlah kita sebagai pemilik motor yang menang ikutan antusias, karena yang menang tersebut bisa mewakili motor kita. Kalau yang menang adalah motor dengan spek full racing…. ah… siapapun yang menang, tidak membuat motor kita di rumah menjadi ikutan lebih cepat… Lebih asyik mengamati Valentino Rossi memperbaiki tunggangannya agar bisa mendukung di menang, atau mengamati polah Marquez mengasah skill dan mental agar tetap bisa menang. Dan tidak lupa, ngikutin tim Suzuki yang lagi ngebentuk motor balapnya agar bisa bejaban dengan yang lain 🙂 .

Ah….. mungkin saja ane yang terlalu lebay………….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

9 Komentar

  1. haha.. itu bangettt … emang disemua lini kaya gitu… sekarang brand produk udah kaya agama aja .. tiap org punya aqidah masing masing.. xixixi..

    padahal lebih enak kayanya kalo semua fans salling dukung dan sportif, saling share… ya. .. #salamsatujari

  2. betuull sekali..bahkan menurut saya sebenarnya fansboy motor ini sangat labil karena jika kompetitior dari merk yang kita puja mengeluarkan produk baru yang lebih keren dan menarik dijamin fansboy tersebut pun akan ngiler untuk memiliki atau paling gak sekedar test ride..beda halnya dg fansboy klub bola, jika klub bola yg dia dukung tdk juara maka biasanya dia akan semakin “benci” dg klub bola kompetitor..*imho*

  3. Kata2 pada judul artikel ini bner2 pas, pngn bgt menyadarkan FBH FBY dgn kata2 itu, kita mungkin bagian dari FBH atau FBY, tapi kita bukan bagian dari perusahaan, pabrik, manajemen, atau tim balap mereka hanya karena kita beli 1produk merka, (yg low entry pula, XD) mio j di rumah ga bakal tambah kenceng meski M1 lorenzo juara , begitupun sebaliknya, revo fit anda gakan jadi superior meski marques podium berturut2,
    Meski di mari ada balapan bebek, Z1, blade dan yg lain yg dipake balap itu jelas ga standar kaya’ motor yg kita beli dari diler, ga percaya?, coba ªϑǰǰα ente ikut nyentul pake motor standar ente, dijamin ktinggalan 2 kecamatan XD

  4. Matane ben podo melek kang.. Cuma penikmat aja pada ribut, lha kalo pelaku di lapangan sih wajar, bangga minimal bisa ngasah skill.. IMHO

Silahkan Beropini