Sil*t Pitik (Balada Darmogati)

pasar tradisional
suzuki
pasar tradisional
pasar tradisional

Yola dulur…. kisah Darmogati kali ini adalah tentang perkenalannya dengan dunia pasar becek. Yang namanya biker jelas tengsing kalau keluyuran di pasar pagi hari. Masak pagi-pagi bawa kresek berisi sayuran dan belanjaan 😀 ….apa kata dunia… mungkin itu pikiran seorang Darmogati.

Tapi khusus hari minggu pagi itu doi nggak bisa menolak untuk menyambangi pasar becek pagi hari, karena istrinya yang semlohay itu memaksa untuk mengantarkannya ke pasar. Soalnya sore hari akan ada arisan di rumah Darmogati…. kudu siap masak-masak agak banyak.

Singkat kata setelah memarkir piksen abangnya di tempat penitipan, Darmogati ngintili istrinya belanja menyusuri gang-gang los pasar. Suatu hal yang sangat aneh dan sedikit canggung buat Darmogati yang jarang merambah pasar. Lama-lama nggak tahan juga dengan berdesak-desakan saat menyusuri gang. Dan Darmogati bilang ke istrinya mau menunggu di tempat parkiran saja, dan untungnya istrinya mengijinkan.

Sambil menunggu istrinya belanja, doi iseng-iseng jalan ke lapak-lapak yang nggak seramai lapak dalam, dia mengamati transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli. Kemudian dia menghampiri pedagang jeruk yang buahnya nampak segar-segar. Darmogati mengambil sebuah jeruk, mengamati dan mengendus-endus buah itu, melihat ada yang tertarik dengan dagangannya, pedagang menawarkannya.

pedagang_jeruk (ilustrasi)
pedagang_jeruk (ilustrasi)

” Mas…silakan beli jeruknya mas… manis-manis…masih seger….murah kok ” kata pedagang buah tersebut.

Seperti biasa, sifat sok dan tengsin tinggi plus ngeyelannya muncul lagi ini makhluk….” Beneran manis ini pak… jeruk kucel-kucel gini masak manis ” katanya.

” Manis kok mas…. silahkan dicoba…..murah kok… cuma 8000 sekilonya” kata pedagang sambil mengupas sebuah jeruk…

” Aseeekkk… dapat jeruk gratis…” batin Darmogati, sambil mengambil jeruk tersebut, bukan icip, tapi diambil semua 😀 . Setelah itu seperti biasa, sifat ngga mau ngalahnya muncul..padahal jeruk itu memang manis tapi Darmogati bilang ” Ah….pak…. jeruk asem kayak gini dijual mahal…. 2000 saja. ”

Pedagang tersebut tersinggung juga mendengar dagangannya diejek…” jeruk ini jelas manis….yang asem itu muka sampeyan mas…. nawar yang kira-kira dong… ”

Eh bukannya sadar malah nanya lagi nih orang ” Jeruk datang kapan sih kok kucel-kucel gini…. ”

BAR PAHING!!! (setelah hari pahing) ” pedagang sedikit keras dan kesal.

pedagang telor (ilustrasi)
pedagang telor (ilustrasi)

Nah…kali ini bikin Darmogati keder dan pindah ke warung sebelahnya, tapi Darmogati ngga sadar kalu pedagang warung ini ikut mengamati kelakuannya di lapak buah tadi, dan ikutan dongkol… Warungnya jual beras, gula, telor dan sembako lainnya.

Darmogati memegang-megang telur ayam yang ada di depannya, lagi-lagi sifat isengnya muncul…. ” Pak… telur ayam harga berapa pak?” tanya nya.

“16 ribu !” jawabnya agak ketus…sepertinya rasa dongkol penjual buah udah menular padanya.

” Wah mahal ya…. kirain 10 ribu… telur gedenya ngga beraturan, ada yang kecil ada yang gede, harusnya gedenya seragam pak biar nggak milih-milih pembelinya…” kata Darmogati dengan pedenya…

Mangkel dengan kelakuan Darmogati, pedagang ini bicara agak keras ” Emangnya ini tahu atau roti…. ada alat cetaknya, bisa seragam…. ini telor bung !… yang bikin silit pitik…. emang mas bisa ngatur silit pitik??!!!! beli kaga nanya mulu… nyacat lagi…..!!!

Nah kali ini bikin Darmogati ngeloyor ndak berani nanya-nanya lagi… dan kapok balik ke pasar lagi….. Kapok ra koe Mo…Darmogati…. 😀 .

 

 

23 Komentar

Silahkan Beropini