Terus Aku Kudu Piye ???? (Balada Darmogati)

(tes darah)

Yola dulur…. Darmogati is back….. Kali ini kisah tentang biker semprul ini yang lagi di rumah sakit.

(tes darah)
(tes darah)

Ya… meskipun semprul dan mbambung, tapi sadar akan kesehatan tubuhnya. Makanya pas hari sabtu itu Darmogati menyempatkan diri untuk general check-up ke rumah sakit langganannya. Setelah mendaftar dan antri, Darmogati konsultasi dengan dokter.

“Sore dok, saya mau general check up saja dok, pengen tahu status kesehatan saya.” sapa Darmogati

“Oh bagus…bagus…check up memang penting untuk kesehatan, kalau kelainan kesehatan diketahuan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah.” jawab dokter “sekarang cek tekanan darah dulu” lanjut dokter.

Setelah itu dilakukan cek tekanan darah, kemudian dokter bilang, ” Hmmmm….tekanan darah bapak normal, jantung normal, paru-paru normal. Ada keluhan lain pak?”

“Eee….anu dok, kalau pas buang air kecil kok terasa agak nyeri ya akhir-akhir ini?” tukas Darmogati

“Ohh ya…kalau begitu, silakan cek pemeriksaan urin dulu pak, nanti biar di tes oleh laboratorium dan hasilnya bisa saya ketahui. Silahkan ke ruang laboratorium, keluar terus ke arah kiri mentok ya pak.” dokter memberi instruksi,

” Baik dok, saya mau ke ruang laboratorium dulu.” jawab Darmogati.

Kemudian dia menuju ke ruang yang ditunjukkan dokter, teryata di sana masih ada beberapa bapak-bapak yang menunggu antrian,dan salah satunya membawa anak laki-laki yang masih kecil umur 6 tahunan. Anak itu hiperaktif, lari-lari ke lorong, tangannya mukul-mukul barang-barang yang dia dapati. Melihat polah anaknya yang dianggap nakal bapak itu memperingatkan anaknya.

” Hoe…Andik !! jangan nakal….nanti ayah jewer lho!” kata bapak tersebut.

Tapi anak kecil itu ternyata ngga takut dengan ancaman ayahnya,dia masih berlari-lari di lorong ruangan tersebut.

” Andik… kalo masih nakal nanti kamu ayah periksain darahmu lho… biar darahmu diambil sama suster!! Tahu kamu cara ambil darahnya?! jarimu dipotong!! terus darahnya diambil….” kata bapak tersebut menakut-nakuti anaknya biar tenang. Kebetulan ada bapak yang keluar dari ruangan itu setelah selesai diambil darahnya, jari yang bekas tusukan jarum dibungkus dengan perban.

” Tuh lihat bapak itu… tadi dia nakal, makanya diambil darahnya tuh…liat kan jari yang bekas dipotong? dibungkus perban tuh” tukas bapak itu lagi.

Akhirnya anak itu takut dan mau duduk dengan tenang. Ternyata Darmogati menyimak kejadian itu, dan tiba-tiba Darmogati menangis sejadi-jadinya, meraung-raung sampai nggelesot ke lantai. Kesangaran di jalan saat turing bersama biker-biker sekomunitasnya hilang seketika.  Kemudian bapak-bapak yang pada antri di ruangan itu mengerubungi dan menenangkan Darmogati.

” Pak…pak… tenang pak… ada apa kok tahu-tahu menangis seperti itu,seperti ada yang dikhawatirkan saja?” tanya salah satu bapak tersebut.

(ilustrasi)
(ilustrasi)

Sambil menangis Darmogati menjawabnya ” Gimana ngga takut pak…..kata bapak yang punya anak itu kan kalau pemeriksaan darah, darahnya diambil dengan cara memotong jarinya…. Lha aku ini mau pemeriksaan air seni… lha kalau “anu”ku dipotong gimana pak??!! Aku kudu piye iki….. aku masih pengen hidup seneng jeh…..” sambil menangis tambah keras…

OAAALAAAHHHHH, Darmo…Darmo… Darmogati semprul……

10 Komentar

Silahkan Beropini