Dan benteng Terakhir Bajaj Cirebon Pun Roboh

 

Yola dulur…. pagi hari sabtu tanggal 29 Maret 2014 jam 08.00 WIB, harusnya menjadi hari yang menyenangkan, tapi ternyata menjadi rasa nano-nano. Manis pahit, baik buruk,  bitter sweet. LAMBANG BAJAJ

Di pagi itu deka lagi melototin lappie dan meregangkan jari diatas kiboruntuk membuat draft artikel yang mau dipublish. Tiba-tiba adik ipar nyamperin dan mengatakan ada orang menunggu di luar nyariin saia. Langsung saja saia ke arah ruang tamu, tanpa sadar cuman pakai kolor badminton dan kaos seporet.  Wo…lha dalah ternyata ada 2 muka yang tak asing buat deka, orang dari diler bajaj cirebon.

Begitu mempersilakan duduk saia balik lagi untuk memakai baju sekedarnya, sambil menawarkan kopi, sayang beliau berdua buru-buru sehingga menolak secara halus. Setelah saia kembali duduk, kemudian masnya tadi mengeluarkan kertas, ternyata KTP STNK Ki Bagong P180 saia sudah jadi. Ada rasa haru juga, karena setelah menunggu selama satu tahun… ya satu tahun sejak pembeliannya baru bisa kesampaian memiliki stnk motor tersebut. Ini buka semata keteledoran diler, tapi ndilalah  pas ada kejadian terkuaknya korupsi di Polri sehingga merembet kemana-mana. Setelah beberapa kali saia datangi Samsat untuk mengambil STNK dan Plat nomer, dan beberapa kali itu juga diundur waktu selesainya, akhirnya pagi itu selesai juga… diantar ke rumah lagi. Tinggal nunggu tanggal 4 April untuk ambil plat nomer ke samsat sumber cirebon.

Namun berita menyenangkan ini ternyata disertai berita yang kurang mengenakkan. Masnya itu bilang, selain menyerahkan STNK juga mau menyampaikan kalau aktivitas diler bajaj cirebon, baik penjualan maupun servis akan off selama setahun tanpa menjelaskan penyebabnya apa. Tapi masalah sparepart dia siap membantu dengan menghubungi nomer masnya itu. Sebenarnya berita ini ngga mengagetkan saia, maklum saja mendengarnya. Tapi begitu dua orang itu berpamitan dan meneruskan pekerjaannya, saia sempetkan merenung beberapa saat. bajaj tutup

Dalam renungan itu saia sangat paham kenapa diler bajaj cirebon memutuskan untuk tutup, mau jualan apa, lha wong produk baru sudah distop oleh BAI, sekarang penjualan dilimpahkan ke Kawasaki? Kalau cuma mengandalkan servis sebagai ujung tombak ya jelas ngga nutup, paling dalam sehari mampu servis berapa motor? 50 motor aja paling ngga mampu, lha wong tehnisi cuma 3 orang. Meskipun populasi motor pulsar di cirebon lumayan banyak, tapi rata-rata jarang yang ke beres, karena disini ada bengkel non resminya, alias bengkel perorangan spesialis bajaj.

Terus saia jadi ingat isu satu bulan yang lalu saat ada kemunculan motor Pulsar 400 NS di India, diler bajaj mengatakan mereka belum memutuskan tutup, karena kesempatan menjual Pulsar 400NS ada. Kemudian saia juga mendapat info dari FP Pulsar200NS Indonesia 1 minggu yang lalu, memberitakan tertutup kemungkinan BAI untuk menjual produk bajaj saat ini. Dengan mengandalkan ilmu Gathuk Mathuk, saia menghubungkan dua info tersebut.

Beberapa bulan yang lalu diler bajaj cirebon masih bisa optimis survive, karena masih ada harapan produk baru untuk jualan. Sampai ada keputusan final tentang produk yang akan didistribusikan oleh BAI, dan ternyata tetap ke opsi lama, dijual oleh kawasaki. Akhirnya pihak diler memutuskan untuk menutup segala aktivitasnya, soal lamanya 1 tahun itu, menurut saia kata-kata yang sedikit memberikan harapan saja, biar pada tidak begitu kecewa.

Padahal Pulsarian dimarih, sejak mulai ada gonjamg-ganjing bajaj mau hengkang beberapa tahun yang lalu sudah terbiasa autopilot. Sparepart nyari jaringan sendiri, bengkel juga nyari sendiri. Mungkin Pulsarian juga udah merasa capek untuk merasa kecewa, mending ga usah dipikir, sak karepmu kono Bai mau polah kayak apa. Memang dari awal mulanya Pulsarian ngga pernah dirangkul sama BAI.  Sekarang pulsarian sudah menempuh jalannya sendiri… jalan kemandirian. Seperti refrain lagu Carry OnMy Wayward Son  milik Kansas

Carry on my wayward son

There’ll be peace when you are done

Lay your weary head to rest

Don’t you cry no more

Bonus you tube kansas nih :

(Kansas)
(Kansas)

33 Komentar

  1. Yo uis begitu itu adanya.. 😀 .. ada pertemuan ada perpisahan.. ada pembukaan ada penutupan.. 😀 tak ada yang abadi mas bro.. pengguna pulsar pun sudah terbiasa melakukan semua sendiri 😀 hihihi… penting tetap nggelinding 😀 .. rasah mimbik.. karena program auto pilot sudah berjalan 😀

  2. Pulsar, apa sih yang di permasalahin dari pulsar..??? Selain after market sales, I think it doesn’t matter, everything about pulsar as well as I think,..

    All pulsarian rider is PIONEER THE Art of Ride..

    I’m Pulsarian, and I’m proudfull to be..

  3. gak usah kwatir mas bro…dtiap kota psti jg ada bengkel non resmi bajaj yg ddrikan para pulsarian…untk spare part kta tmen ane msh bs diakalin trgantung kreativitas dri mekanik… So pake trus tuch pulsarnya n’ jgn djual… B-) Ane bkan pguna pulsar tp ikt kcewa jg liat kdsi yg spti ini….

  4. wah biker cirebon maz bro ane juga berdomisili belakang Polres sumber tapi gawe Di JKT Salam Kenal Dari Maz Joe…Ane juga minang Vario Bulan 11-2013- Smape Sekarang Belum Keluar Plat Nomornya..OooooTernyata Ada REmpeyek Dalam Toples Maksudnya Ada Kasus Di samsatnya…..Kalo Masalah Tutupnya BAI Ga usah di pikirin Nambah Pusing…Seperpat di luaran juga dah mulai banyak…

  5. Mau kasih informasi nih, kebetulan saya baru beli pibo second hand ug4, nah ternyata saya baru ngeh kalau ada bengkel bajaj pulsar di deket rumah, saking deketnya sampe bisa jalan kaki bawa pibo jg kuat… Lokasi di jl. Karang Kencana, deket Kalibaru Selatan dan Pamujudan… Semua barang dealer diborong sama pemilik bengkel, dan 2 montir bajaj direkrut juga…

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Mungkin Masuk Rekor Muri… Plat Nomer Motor 1,5 Tahun Belum Tentu Jadi | 78deka
  2. Tiga Jaya Motor Penyelamat Pulsarian Cirebon | 78deka

Silahkan Beropini