Honda VS Yamaha : Perang Warisan

yamaha vs honda

Yola dulur, ndak perlu pakai penelitian atau survey ala LSI untuk mengetahui merk roda 2 apa yang paling populer di negeri ini.. Liat aja di jalan…. ya dua merk itu, Honda dan Yamaha yang begitu dominan menghiasi jalanan negeri ini. Dulu tahun 90an sampai 2000an suzuki pernah meramaikan persaingan, sayangnya sekarang seperti kahabisan amunisi ide, atau strategi atau entahlah yang membuat si lambang S ini menjadi  pemain medioker.

Kembali ke bahasan utama, kompetisi antara honda dengan yamaha begitu ketatnya, ibaratnya seperti perang bisnis saja. Apalagi di beberapa tahun lampau penjualan yamaha bisa melampaui pencapaian honda yang dimarih diwakili sama AHM, meskipun hanya selapis bawang selisihnya (cmiiw).

Mulai dari kejadian itu Honda gasspol memaksimalkan segala sumber daya yang dia miliki untuk merebut tahta “rajanya jualan motor”, dan  misi itu tercapai. Dengan sumber daya, jaringan, kapital yang luar biasa besar honda meluluh lantakkan penjualan yamaha, bahkan isunya ada misi Kill Yamaha di tahun 2014 ini, honda seperti mau mengembalikan “khittah” aslinya yamaha seperti dulu lagi . Honda seperti ingin bilang ke yamaha You’re just second hand hero,  I’m the One!!! Kenapa dua kumpeni ini sangat sengit persaingannya? apakah kumpeni seperti Suzuki dan kawasaki yang sama-sama dari jepang ngga mereka anggap? Untuk mengetahui itu, mari kita menoleh ke belakang barang sejenak, dua jenak.

Kalau kita membaca sejarah berdirinya honda, kita akan menemui kejadian dimana pada waktu itu mbah Soichiro Honda mempunyai perusahaan kecil di bidang pembuat sparepart, yah kalo sekarang disebut vendor. Di suatu saat Soichiro muda ingin memasukkan part sejenis piston kit (cmiiw) ke perusahaan mobil Toyota. Entah karena ngga masuk spesifikasi atau alasan lainnya, toyota menolak tawaran tersebut, nah kejadian ini yang memicu Soichiro muda untuk membuat mobil sendiri. Weh…. ente nolak barang ane, kalo mau…. jangankan cuman piston kit, bikin mobil juga mampu ane, perusahaan kok kemlinthi, mungkin seperti itulah yang ada dalam pikiran Soichiro muda. Dengan kerja keras, perjuangan,dan optimisme tinggi akhirnya Soichiro Honda mampu mendirikan perusahaan otomotif dengan namanya sendiri Honda. Dengan semangat harus melampaui perusahaan yang pernah menolaknya yaitu Toyota. Honda selalu bersungguh dalam hal penelitian, dan research agar produk yang ditelorkan nanti menjadi produk unggul, berbeda pendekatan tehnologinya dibanding toyota, dan diharapkan melampaui produk Toyota. Terus apa hubungannya dengan yamaha???? ntar dulur, ambil napas dulu……..mengkis-mengkis nih ngetiknya…. 🙂 .

honda vs yamaha sumo
(Ilustrasi)

Mulailah persaingan bisnis antara toyota dan honda, untuk mempermudah dalam melayani honda dibidang research, toyota menggandeng sahabatnya yang lagi bermain dibidang otomotif, dimana sebelumnya bermain dibidanga alat musik, yaitu Yamaha. Mereka berdua berkolaborasi, sehingga menelorkan karya seperti toyota gt2000, maupun mesin toyota 4AGE yang melegenda itu. Begitu juga toyota, membantu dalam hal pengembangan mesin untuk yamaha, baik yang komersil maupun untuk dunia balap. Hal ini membuat honda menjadi lebih terpacu dibidang riset, dan menganggap toyota adalah “musuh” utama mereka dibidang permobilan/otomotif.

Yang mendekat dengan toyota, berarti membantu “musuh honda” . Namun friksi honda dan yamaha belumlah terasa, karena yamaha tidak ikut bermain dipasar mobil, fokus di motor dan perkapalan, dan penjualan masih unggul honda. Pada tahun berapa ya? tahun 1981an? ane lupa, yamaha jepang pernah berstatemen menantang honda dalam hal penjualan karena honda salah dalam strateginya, honda tidak mampu dalam hal kapasitas produksi dan yamaha akan memimpin penjualan di jepang.

Pihak Honda mendengar statmen ini menjadi meradang, selain karena sudah terbiasa memimpin pasar sejak tahun 60an, sekarang disalip ama yamaha yang notabene sahabat karib toyota, musuh bebuyutan di bidan mobil. Honda nguamuk dengan menggelontorkan sumber dayanya untuk melayani kemampuan suplay yamaha, terjadi perang harga dimana honda memangkas harga produknya secara gila-gilaan, konyolnya (atau kepepet) yamaha melayani. Dengan sumberdaya tidak sebesar honda, yamaha akhirnya terserang asma atau bengek modal, 18 bulan setelah serangan honda, pasaran yamaha merosot ke 27 % dan di tahun 1984 mengalami kerugia sebesar 19 miliar yen (pada waktu itu lho).

Nah setelah itu Yamaha ndak berani lagi nantang honda dalam hal penjualan,selalu dibawahnya honda, second best hero (opooo ikih??) istilah ane . Berani nantang ane, gue giles lagi loe…. mungkin honda bilang gitu 😀 (ini mah opini ane). Setelah kejadian itu, hubungannya terasa adem ayem selama hampir 2 dekade, persaingan sengit hanya sebatas terjadi di dunia balap MotoGP. Tapi, ternyata oh ternyata 2 dekade setelah kejadian memilukan buat yamaha tersebut, yamaha berafiliasi denganToyota dibidang permodalan. Ini menjadi api dalam sekam buat honda, tapi selama honda masih mengungguli yamaha dibidang penjualan, yamaha aman-aman saja.

Sumbu kecil itu menyala lagi, dan kejadiannya adalah di negeri tercinta ini, saat penjualan yamaha unggul tipis dari ahm (honda) beberapa tahun yang lalu. Dan kejadian tahun 80an tersebut hampir terulang,yah…. mirip-miriplah……. AHM (dibantu honda jepang?) memborbardir pasar dengan produk-produk valueble, fitur-fitur baru, serta harga yang mepet yamaha, kaga berani lagi pasang harga seperti bandrol si Tiger yang sampai membuat ane bengong 😮 . Sampai-sampai ada kabar manuk burung ahm punya misi kill yamaha ( syerem ngedengernya). Pokoke harus kembali ke khittah kalo honda diatasnya yamaha, bagaimanapun caranya,mau pake kroyokan, gerilya, frontal, amati tiru modifikasi, terserah…pokoke menang, begitu instruksi dari pusat.

Nah…. mungkin itulah yang menyebabkan persaingan antara honda dan yamaha begitu sengit. Tapi biarlah mereka yang saduk-sadukan, perang bisnis, kita cukup memantau, belajar dari hikmah kejadian serta menikmati keuntungan dari kompetisinya mereka. Toh mereka juga bukan perusahaan negeri ini, sama-sama dari jepang, apapun yang terjadi yang untung banyak tetap jepang. Tapi masih ada juga yang kaga punya sangkut paut secara hirarki perusahaan malah ikut-ikutan perang via media, siapa lagi kalo bukan para fanboy, serang-serangan opini via dumay…. keliatannya malah lebih seru dibanding dunia nyata. Lha terus hasilnya apa?? ikutan menikmati keuntungan? atau jangan-jangan sales? ass… embuhlahlah…. ora melok-melok ( ngga ikut-ikutan)…..

Sooo…. mau ikutan perangnya honda vs yamaha?? THINK AGAIN….

Ini hanya opini saya, berdasar rangkaian beberapa sumber yang saia baca. Mungkin tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Harap maklum saja, jika ada opini lain silahkan sahre…eh share… terimakasih.

Wassalamualaikum….

48 Komentar

  1. seneng motor oleh, tapi jo lali, indonesia jaya ketika ada barang merk; bejo, timbul, buyung, asep, made…. dll, bumi pertiwi lebih bangga jika sumber dayanya dinikmati putra putri’y, & menangis menyaksikan anak’y keleleran disia-siakan hanya untuk menyambung hidup dinegeri orang, bangkitlah….

  2. tahun 90an mereka itu di masukan dalam NIPPON group kang jadi setiap langkah mereka di perhatikan oleh negara atau pemerintah,,,
    mereka boleh saja bersaing tapi secara sehat..
    contohnya saja ketika yamaha sudah kolaps alias bangkrut, nippon gruop menyuruh untuk memangkas produksi HONDA dan membantu yamaha.. agar yamaha dapat kembali MSnya yg telah merugi.. kan keuntungannya buat negara…
    jadi buat yg FBan fanatik buta ente sudah termakan pengikat jepang agar brand/merk mereka semakin kuat.

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. CBR Lokalan (K45) Itu Ada? (Opini) | 78DEKA
  2. Ngefans Merk Motor Emang Soal Selera, Asal……. | 78deka
  3. Pendekatan Desain Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki Memang Berbeda | 78deka
  4. New CBR250 Cut Price, R25 Hadir FBH Ikut Bahagia | 78deka

Silahkan Beropini