PULSARIAN…IRONI SEBUAH HATI

LAMBANG BAJAJ

Yola dulur, Mendengar kata Bajaj, pikiran kita akan mengarah ke motor dengan lambang mirip bluetooth  berasal dataran hindusta, India tepatnya. Motor laki dengan segudang fitur, model khas India, dengan harga jual juga khas India alias “murah” jika dibandingkan dengan mopang, meskipun tetep lebih mahal dibanding mocin. Terlepas dari kerapihan dan kualitas karet yang kualitasnya dibawah mopang, tapi asli…. Bajaj menawarkan produk dengan value product for money yang menggiurkan ( jujur aza, para penyuka mopang ingin product mopang sevalue  seperti value nya bajaj, yakin ane 🙂 …).

Sepengetahuan saia, bajajlah yang mempopulerkan konsol speedo digital, memang sebelumnya ada fxr, satria fu yang sudah pakai juga, tutup tangki rata dan setang jepit meskipun ninja 2 tak sudah lama pakai, tapi bajaj lah yang bikin booming…. kenapa?? ya itu…. harganya masuk akal sudah dapat fitur motor mahal ( pada waktu itu ). Mulailah biker pada tahu kalo fitur-fitur tersebut sebenarnya bukan barang mewah. Secara psikologis hal ini mendesak agar kumpeni-kumpeni mopang nemplokin itu fitur ke produknya biar dianggap mengikuti mode dan tidak dianggap jadul, absolutely state of the art lah pokoke (artinya apa yo mbuh….biar keliatan keren….. keinggris-inggrisan coy…. 😀 ).

KOMUNITAS PULSARIAN
(pulsarian colongan dari om Benny the great)

Pada awalnya, meskipun ada produk dengan value tinggi, biker masih pada takut untuk meminang bajaj…. takuutt, takut kualitasnya kaya mocin dulu, takut harga jual baliknya anchuurr, takut ketersedian onderdil susah, takut kalo rusak ngga ada yang bisa perbaiki bengkelnya langka kaya’ badak bercula satu. Dan sebagian besar ketakutan itu terbukti nyata sekarang, tapi ngga 100 % tepat juga, namanya manusia pasti bisa mongkel kalo kepepet, apalagi orang-orang negeri ini yang luar biasa dan sudah terbiasa dengan autopilot. Hanya para pemberani dan biker free of choice (istilah opo meneeeh…. ikih)lah yang berani meminang bajaj, saia anggap mereka adalah kaum pioner. Lambat laun mulailah terbentuk komunitas penunggang bajaj pulsar yang menamakan diri Pulsarian, dengan semangat brotherhood yang kental, mereka menjadi komunitas yang secara tidak langsung mengenalkan motor bajaj ke masyarakat langsung, baik kualitas, fitur serta kehandalan motor pulsar. Dan itu tanpa dibayar seperakpun…..ngga dibayar…no money…no cemilan…. sama kumpeni, mulai terbukalah pasar bajaj di negeri ini, contoh paling gampang adalah berkunjunglah ke kota Cirebon tempat tinggal ane sekarang, ngga susah nyari motor bajaj seliweran di jalan, meskipun ngga mudah-mudah amat sih…. 😀 .

Namun tiba-tiba MAKJEGERR, BAI  sebagai pengatur penjualan bajaj di marih mengumumkan kalo bajaj mudik pulang kampung ke Indihe, penjualan di setop…. pasar yang sudah mulai terbentuk ditinggal, diler-diler yang mulai merambah ke kota kabupaten dibiarkan mlangkrak dan mengkis-mengkis  mirip penyakit bengek. Pulsarian dibikin  galau akan ketersedian onderdil, meskipun hukum chaos akan menuntun ke tatanan baru, menjadi lahan bisnis sparepart bagi yang jeli, tambah eratnya brotherhood karena merasa senasib dan sharing semua hal tentang bajaj pulsar. Tapi itu tetap tidak mengobati seluruhnya akan ketersediaan sparepart, minimal kudu inden sehari dua hari nunggu barang terkirim.

Yang paling tersakiti hatinya sebenarnya adalah para pioner yang  tergabung dalam komunitas Pulsarian, karena merekalah yang memberanikan diri membeli, mengenalkan ke masyarakat meskipun tidak mereka sadari, mereka secara masive mendengungkan pulsar baik via kopdar maupun online. Diibaratkan kenal cewek mbladus terus dirawat, dikasih makan, dihidupi tiap hari, didandani biar cantik, dirawat tiap hari, begitu pas mau dipacari lha kok  malah pulang kampung,  balik ke pacar lama….  opo ora jongor tenan… ati kemlathak.

Saia jadi maklum kalo ada bekas pulsarian yang sakit ati bener ama BAI, dendam kesumat sampai ubun-ubun, meskipun itu juga ngga menyelesaikan masalah. Tapi ada juga yang tetap tabah ( karena kepepet ), menyikapi dengan lebih tenang, meskipun sebenarnya dongkol juga, yaaahhh benci tapi rindu gitulah……Loe Gue End tapi kalo ndak…nah itu yang dimau wkwkwkwk.

Tapi percayalah, kalo orang-orang disini sebenarnya pemaaf, semarah apapun kalo udah terkena hatinya pasti memaafkan. Mau contoh? Ada yang nikah dengan pasangan yang ngga direstui sama ortu, tapi begitu udah membawa cucu yang lucu, imut semua langsung cair….Lupa dengan marahnya (pengalaman orang deket ane).

So…. Bajaj akan balik ke marih???? THINK AGAIN…. masih banyak yang ngarep loh.

Salam Pulsarian…Wassalamualaikum

23 Komentar

  1. saya sebenernya naksir p180.hadlamp macho sama stoplamp yang led tuh ganjen banget n nyala biru disemua instrumennya, wis pokoke jozz lah. cuma pas temen pake buat kerja ..eh kabel kupling putus. nanya bengkel sepanjang jalan ga ada yang jual. saya jadi pikir2 lagi deh. coz waktu itu masih jaranng komunitasnya. ahirnya minang si marun vixy deh sampe sekarang… btw komponennya awet ga sih kang . n sparepartnya d cirbon masih aman ga?

    • Selama pake p180 ug4 sejauh 10.000 km up, part yang diganti cuman kabel kopling putus ane ganti pake miliknya vespa ama brakepad belakang. Di Cirebon Beres masih buka kok, part fast moving mah ready, kalo yg slow moving, kudu inden, 1-3 hari.

  2. saya sebenernya naksir p180.hadlamp macho sama stoplamp yang led tuh ganjen banget n nyala biru disemua instrumennya, wis pokoke jozz lah. cuma pas temen pake buat kerja ..eh kabel kupling putus. nanya bengkel sepanjang jalan ga ada yang jual. saya jadi pikir2 lagi deh. coz waktu itu masih jaranng komunitasnya. ahirnya minang si marun vixy deh sampe sekarang… btw komponennya awet ga sih kang . n sparepartnya d cirbon masih aman?

Silahkan Beropini