KI LURAH PETRUK KANTONG BOLONG

PETRUK
( petruk kantong bolong )

Yola dulur, artikel renungan ringan untuk bekal besok pagi memulai rutinitas kerja, semoga bermanfaat meningkatkan kualitas pribadi kita. Anda pasti kenal dengan tokoh pewayangan Petruk atau Ki Lurah Kantong Bolong. Tokoh punakawan selain dari Gareng dan Bagong anak-anak Semar Bodronoyo.  Dalam pewayangan, tugas Punakawan adalah mengasuh para kesatria atau para calon pemimpin, tiap tokoh punakawan mempunyai karakter masing-masing yang spesifik. Dalam arti harfiah sih calon pemimpin ( kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, minimal ) kudu mempunyai sifat-sifat punakawan tersebut, dari Bagong, Gareng, Petruk, serta pamungkasnya adalah sifat Semar.

Saia dari kecil emang sudah dikenalkan dengan dunia wayang oleh paman ane yang kebetulan juga dalang wayang kulit. Maklum dulu waktu kecil belum bisa nonton film Kamen Rider, Power Ranger, Robot Gundam, Gaiking, atau Gypsi Danger robot Pacific Rimm. Kalo cuman Google V, Megaloman, Gaban, Sharivan, Lion Man, Voltus, Galvion, God Sigma sih ngintip-ngintip dikit di video milik tetangga 😀 . Tapi nonton wayang adalah keasyikan tersendiri, apalagi dalangnya kocak abis seperti Ki Hadi Sugito, dijamin ngga terasa ampe pagi nontonnya. Bek tu Topik ( bukan wak haji TCM lho ya 🙂 ), untuk sekarang saia mau membahas tentang tokoh punakawan  Petruk.

THROUGH THE UNIVERS

Ya…. Petruk, punakawan dengan postur jangkung, hidung panjang, jari menunjuk, dan sarungan, di daerah saia petruk punya nama lengkap Petruk kantong Bolong ( kantonya bolong ). Kenapa kantong bolong? Karena Petruk adalah simbol orang yang akan selalu menerima kebenaran, ilmu-ilmu baru dari siapapun, kapanpun dan dimanapun, dia  selalu terisi oleh kebenaran dalam jumlah tak terbatas. Kenapa? Karena dia bersifat seperti kantong yang bolong (berlubang), diisi berapapun banyaknya tidak akan pernah penuh. Dia tidak merasa dan memposisikan diri menjadi orang pintar bin pandai, makanya dia meskipun punya tampang bloon tapi selalu menjadi kepercayaan Semar untuk menyampaikan kabar kebenaran kepada para ksatria.

Tangan dalam posisi menunjuk bermakna, menjadi orang yang selalu menjadi petunjuk, mengarahkan ke kebenaran bagi sesama meskipun tidak dikenal.  Memberikan petunjuk bagi orang lain yang merasa tersesat, bukannya nunjukin ke arah maksiat, tempat judi mana, tempat ngoplos yang asoy, tempat janda mana yang bisa dikerjain 😀 . Petruk yang berbadan tinggi dan berhidung mancung saia belum mendapatkan maknanya, tapi menurut ane tokoh petruk terinspirasi dari orang barat ( bisa portugis, bisa inggris, bisa juga malah arab, hanya Sunan Kalijaga yang tahu ) karena dianggap punya pengetahuan yang dibilang aneh dan menakjubkan untuk orang Jawa masa itu.

Jadi kalau kita pengin mendapat burhan, kebenaran sejati dari Tuhan, jadilah Ki Lurah Kantong Bolong, menjadi orang yang selalu merasa bodoh, merasa selalu butuh pencerahan dari Tuhan, makin menambah ilmu makin merasa kurang, orang yang ngga tauan……niisyan…….. insan……. insan kamil. Karena yang Tahu, Yang Pintar hanya Beliau, Gusti Kang Maha Dumadi. Kalo kita merasa pintar, paling benar dengan ilmu yang sekarang kita punya, Tuhan, Allah akan berhenti mengalirkan ilmuNya, kebenaranNya, lha wong kita udah merasa cukup, merasa lebih. Sedangkan Allah memberi kepada yang meminta, bukan kepada pribadi yangmenutup aliran ilmu dan kebenaran itu dari Sumbernya.

Kita sudah pintar, paling benar??? THINK AGAIN

Opini ini hanya dari file-file otak saia, opini bebas dari manusia biasa, tidak berdasarkan pakem yang sudah ada, jadi harap maklum jika ada perbedaan dengan telaah yang sudah ada. Jikaada opini lain silakan sharing… Wassalamualaikum

Silahkan Beropini