HONDA TIGER, THE END OF ERA

suzuki

honda tiger

Yola Dulur, terdengar sayup-sayup kalo sang legenda honda tiger akan mengakhiri masa tugasnya, pensiun, istirahat di rumah ngemong anak cucu ( halah ). Sejak awal kemunculannya dari tahun 1994 (cmiiw) si macan menancapkan cakarnya sebagai rajanya penjualan motor sport. Berbekal mesin kaizen 200cc sohc aircooled, bodi bongsor dibanding teman-temannya di jalan membuat si macan seperti paling superior, si rider pun seperti punya pride tersendiri. Saingan si macan hanya berbekal mesin 150 cc yang 4 tak, atau bodi kecil untuk yang 2 tak, Si macan menjadi motor bukan mainstream waktu itu. Sangking terkenal dan pridenya tiger, sampai buat candaan temen kala itu, naik apa mas?… motornya tiger ya?….woooo  tiger kuntet (alias gl max)…. 😀 . Selama satu dasawarsa keangkuhan tiger seperti tak tergoyahkan, meskipun dari kompetitor menandingi dengan scorpio yang sama-sama 4 tak tapi cc lebih gede, mesin  torsi dan power lebih mumpuni, ninja 2 tak yang lebih sporty dan jurus jambakan setannya. Tiger tetep berdiri dengan gagahnya menjadi motor idaman laki-laki pada umumnya, apalagi didukung dengan komunitas yang menyebar di seluruh pelosok negeri, membuat penyemplak tiger punya pride tersendiri.

Namun sayangnya selama kurun waktu lebih dari satu dasawarsa, tiger tidak mendapatkan sentuhan dan perubahan yang signifikan dari AHM, kecuali harganya yang melambung tinggi 😀 . Masih mempertahankan mesin gl series yang sohc air colled,  rangka diamond, dual shockbreaker, dan bodi yang hampir sama dengan awal kelahirannya membuat komunitas tiger mulai resah. Teriakan-teriakan mereka agar si empunya (AHM)  meng-upgrade tiger minimal di sektor mesin dan monoshock agar bisa bejaban dengan scorpio di jalan kaga digubris ama kumpeni, malah dikasihnya lampu picek dan shock tabung 🙁 . Dan kekhawatiran para komunitas tiger yang turut membesarkan nama tiger mulai terbukti. Apalagi dengan munculnya si vixion yang menawarkan paket tehnologi baru waktu itu…. watercooled, deltabox, monoshock, injeksi, power torsi yahud FCR irit serta bodi yang sporty. Ngga salah kalo beberapa kalangan menyebut si giant killer. Lambat laun Kegagahan tiger tergerogoti ama si sporty sohc overstroke, si macan yang gagah lambat laun menjadi si kucing nampak jadul dengan munculnya motor-motor batangan baru ( ambil contoh Ninja 250 ). Yang dibawa oleh tiger sekarang hanyalah nama besar yang nampak usang ( IMO ).

(ilustrasi next tiger)
(ilustrasi next tiger)

Sekarang terdengar ( masih sayup-sayup juga ) kalo tiger akan diupgrade, full total change, kubikasi diatas 200cc, mungkin 230 mungkin 250 cc.  Namun menurut opini saia era tiger sebagai si superior sudah berakhir, sebagian dari anggota komunitas sudah menyeberang ke ninja 250, Tiger sebagai peninggi pride, si pembeda sudah ngga berlaku lagi karena levelnya sudah disamai atau bahkan dilewati sama motor-motor sport lain sperti cbr series,  ninja250, ninja mono, pulsar 200ns, nvl, bahkan adiknya sendiri si cbsf.

Jika ingin nama Tiger berkibar kembali, maka AHM harus memetamorfosa tiger bukan hanya sekedar motor cruiser, tapi motor touring plus-plus (halah… kaya pijat aza ). Plus di desainnya, kalo bisa out of the box tapi jangan terlalu ekstrim, berkaca dari nasib si Pio 😀 . Plus di kenyamanannya, plus di handlingnya, plus di reliability nya, plus di mudah opreknya, plus di efisiensi bbm nya, plus di valuenya. Mesin sohc masih bisa diterima karena motor peruntukan untuk turing, yang penting dijejali dengan tehnlogi terkini, minimal oil cooled, torsi ok, kompresi ngga perlu tinggi-tinggi cukup 9,5 kebawah ( tahukan maksudnya ), multicam. Lupakan nama besar tiger, ganti mindset tiger sebagai si gagah, tapi tiger si cruiser yang punya value tinggi, meskipun kalah di sektor performa, tapi tiger menjadi motor touring yang paling masuk akal.

So…… next tiger akan tetap menjadi jawara ?  Think Again….

Ini hanya lah sebuah opini, bukan untuk justifikasi, jika punya opini lain silahkan dulur-dulur sharing.

wassalamualaikum……

13 Komentar

  1. Kekurangan tiger yang di sebutkan diblog ini, dalam komunitas malah kelebihannya.
    No watercooler. 200cc gak butuh itu mesin tahan panas walau dalam kemacetan. Bandingkan dg lainnya cuma 150cc harus pake air kalo perlu tambah kipas.
    Sohc terkenal mengejar torsi dibanding hp, namanya juga peruntukan touring.
    Sock ganda. Ngerti sendirilah cruiser touring lbh baik spt itu lebih tahan beban dibanding mono.
    Karbu, pengguna juga pasti tau dikit seting rpm utk langsam. Fi?
    Delta ok asal kualitas materialnya bagus, coba cek punya nvl gmn dibanding diamod tigi.
    So coba liat semua hal dari sudut yg beda, pasti lebih bijak.

1 Trackback / Pingback

  1. Meneropong Tiger Reborn | 78deka

Silahkan Beropini