TEHNOLOGI BARAT HASIL NGRAMPOK DARI ASIA?

suzuki

WORLD OF TECHNOLOGY Yola dulur, mungkin judul di atas agak sedikit konfrontatif dan keliatan ada unsur menuduh. Maka dari itu , mari kita bahas pelan-pelan dan hilangkan dulu unsur praduga macam-macam. Untuk mengetahuinya kita kudu membuka sejarah masa lampau, dimana campur tangan tehnologi belum begitu berperan dalam sendi-sendi kehidupan.

Masa itu, seperti yang telah kita ketahui bersama adalah masa sebelum terjadi gerakan renaissance, bahasa kerennya adalah the dark of the middle ages, artine opo yo mbuh lah, pokoke terdengar keren. Saat gerakan renaissance inilah dimulai penemuan-penemuan alat bantu untuk memudahkan suatu pekerjaan, pengembangan ilmu pengetahuan alam secara besar-besaran. Hal ini tidaklah bisa dilakukan di masa sebelumnya, karena dianggap bertentangan dengan asas-asas kehidupan yang semuanya diatur oleh kerajaan yang mana pengaruh dewan keagamaan sangat dominan, yaitu pihak gereja. Berani menentang,  tinggal pilih penjara, tiang gantung, atau algojo pemenggal kepala siap menanti, anda masih ingat nasib seorang Gallileo??? karena kukuh mempertahankan pemikirannya akan ilmu pengetahuan akhirnya beliau co.id. meninggal. Terus apa yang membuat gerakan renaissance tersebut terjadi? “sesuatu” apa yang menggugah tokoh-tokoh itu melakukan gerakan tersebut? Nah mari kita melongok jaman nggak jauh sebelum jaman renaissance terjadi, ada apa? ada cemilankah? #eh…..

Tidak jauh dari jaman renaissance terjadi akhir perang salib yang dimenangi oleh pihak barat, yang mana salah satunya adalah penakhlukan kota Cordoba. Kota itu adalah pusat perpustakaan yang menampung hasil karya pemikir-pemikir islam yang berasal dari Asia yaitu persia dan arab. Kitab-kitab pemikiran dari tokoh-tokoh seperti Alkemi, Aljabar, Ibnu Sina, dan tokoh-tokoh dari aliran Rusdian yang memang terkenal dalam penjabaran Alquran yang diterapkan, diimplementasikan ke dalam pengamatan,perenungan gejala-gejala alam dan melahirkan ilmu-ilmu yang menjadi pondasi ilmu pengetahuan yang sekarang ada seperti kedokteran, matematika, fisika, kimia dan astronomi. Tidak luput juga kitab-kitab sastra tingkat tinggi, filsafat, sufi,sariat, hukum fikih, sosial ekonomi dan lain-lain juga tersimpan di kota Cordoba tersebut. Sebagaimana kebiasaan jaman itu, barang siapa menang perang, dialah yang berhak akan harta rampasan perang. Salah satu harta tersebut ya kitab-kitab itu, bahkan menjadi harta yang tak ternilai harga, melebihi emas perhiasan. Semua diangkut ke negara barat sono, yang disisain hanya kitab-kitab sastra dan hukum fikih karena mereka ngga tertarik, nah kitab-kitab inilah yang diwariskan ke masyarakat bagian timur ( Asia dan sekitarnya ) sampai sekarang.

THE RENAISSANCE

Sedangkan pihak barat dengan kitab-kitab ilmu pengetahuan tersebut menjadi tercengang-cengang dengan hasil “temuan” mereka. Saat diterapkan dalam kehidupan nyata ternyata sangat-sangat bermanfaat dan masih bisa dikembangkan lagi. Mulailah mereka tergila-gila mempraktekan dan mengembangkan lagi “mainan baru” mereka, muncullah saintist-saintist yang getol akan penelitian. Namun di lain sisi ini sangat mengganggu eksistensi gereja dalam pengaruhnya dalam sendi kehidupan, yang awalnya hidup diatur secara dogmatis mulai memunculkan pertanyaan-pertanyaan akan eksistensi dogma tersebut. Makanya terjadilah kejadian seperti yang dialami oleh gallileo tersebut, sehingga para saintist tersebut bekerja secara underground, sampai merasa mempunyai pengaruh yang kuat dan terjadilah gerakan renaissance tersebut.

Namun sayangnya pihak barat cuman sampai ke asas manfaatnya saja, melenceng jauh dari tujuan awal munculnya ilmu-ilmu yang terangkum di kitab-kitab Cordoba tersebut. Dimana awalnya ilmu-ilmu itu bertujuan untuk lebih mengenal akan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang Tunggal, Laillaha la Ilallah, sedangkan asas manfaat adalah side effect untuk digunakan manusia sebagai bekal mengarungi hidup di dunia ini. Akhirnya dunia ya jadi seperti sekarang ini, cenderung materialistis, memisahkan urusan agama dengan praktek ilmu duniawi, dan agak “menafikan Tuhan”. Tapi walaupun hanya asas manfaat yang dipakai oleh barat, masih meninggalkan jejak-jejak bekas yang baik seperti pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, penelitian, pengamatan, pencatatan data, keteraturan, kedisiplinan. Nah hal-hal itulah yang wajib kita kembangkan dan tiru dalam kehidupan ini, bukan hanya asyik masyuk mempelajari sastra dan hukum fikih. Sekarang ini justru pihak Timur (abaikan jepang,china) malah seperti di jaman sebelum renaissance,the dark of middle ages, gontok-gontokan sendiri memperebutkan pengakuan aliran yang paling benar, dogma sipa yang paling benar, menutup semua ilmu yang “dirasa” bertentangan dengan dogma, menganggap ilmu-ilmu barat adalah ilmunya orang kafir, bertentangan dengan ajaran agama. Yah maklumlah, lha wong cuma mewarisi ilmu sastra dan fikih,jadi lupa kalo ada ilmu penyeimbang yang tidak kalah pentingnya yang sekarang di pegang oleh pihak barat.

Itulah sedikit cerita tentang sejarah perkembangan ilmu dan tehnologi yang telah berkembang pesat sekarang ini. So….. tehnologi barat adalah hasil ngerampok dari Asia ( Timur )?? THINK AGAIN…….

8 Komentar

  1. bahasan yang menarik…tapi sayang…bahasan yang agak berat gene biasanya jarang yg nglirik tapi saya suka….btw…sampai saat ini kan nama nama ilmuwan islam masih di pake kaak aljabar bapak matematika..avisena(ibnu sina) yang disebut sebagai bapak kedokteran

Silahkan Beropini