PAKE “INI” TANPA RAMBU2 LALIN UDAH SAFETY…..YAKINNN

Image

                                                         (Ilustrasi berkendara,colongan dari sejutaumat.com)

Yola dulur, berkendara di jalan emang banyak resikonya. Safety riding sangat sangat diperlukan, mangkanya dari pihak terkait menelurkan buanyak aturan dalam berkendara. Dari SIM, aturan spesifikasi kendaraan, kelengkapan berkendara, sampai rambu-rambu lalu lintas yang semua wajib kita patuhi agar upaya selamat di jalan tercapai ( catat : agar selamat di jalan, bukan lahan cari duit). Jadi mendapatkan SIM itu hanya langkah awal dari berkendara ( motor ), bukan menjadi justifikasi kalo kita berhak berkendara seenak sendiri.

Jauh lebih penting adalah soal attitude ato kelakuan, kebiasaan,sikap berkendara kita lah yang berperan besar dalam keselamatan di jalan. Skill mumpuni berkendara bukan jaminan kita akan selamatan di jalan, kenapa???? Ingat, berkendara di jalan itu bukan cuman kita saja yang pake tu jalan, buanyak orang, ratusan, bahkan ribuan pengendara lain yang aktifitasnya sama dengan kita, dengan skill yang berbeda-beda, dengan attitude yang berbeda-beda pula. Nah banyaknya aktivitas yang sama dengan sifat yang berbeda-beda sedangkan jalan yang dipakai cuman 1, otomatis faktor “tak terduga” menjadi sangat beragam.

Peran rambu lalin itu pada dasarnya membantu, apa yang akan kita hadapi di depan kita, atau situasi yang akan kita jumpai di depan. Rambu itu kita baca, terus kita akan merespon dalam bentuk sikap berkendara kita, misalkan ada rambu banyak tikungan, maka kita menjawab dengan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena kan dijumpai blindspot. Di sini rambu cuma berperan dalam hal “Petunjuk” yang diberikan oleh pihak lain,disini ya kepolisian. Ada “INI” yang jauh lebih berperan dalam hal keselamatan di jalan, “INI” melampau dari sekedar rambu lalin.

“INI” adanya di dalam diri kita sendiri,kita udah diberikan ama Yang Maha Kuasa gratis dalam paket kehidupan kita. “INI” itu berupa KESADARAN DIRI. Yup….kesadaran diri, sadar sesadar-sadarnya kalo kita mau berpindah tempat dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding dengan kemampuan lahiriah fisik kita dengan alat bantu berupa kendaraan, melalui media yang dipakai oleh buanyak orang bernama JALAN. Dengan sadar kalau dijalan kita akan banyak bersinggungan dengan orang lain, maka kita harusnya mempunyai rasa menghargai, hormat terhadap sesama yang memakai jalan tersebut. Karena jalan cuma satu, kita cuman NUMPANG LEWAT, kalo sadar cuman numpang kita akan berkendara dengan sopan tanpa mengganggu penumpang2 laennya. Lha wong numpang kok pecicilan, grasak-grusuk,coba ada rumah kita ditumpangi ama orang laen, terus dianya berlaku seenak sendiri,makan sesukanya, buang sampah sesukanya,kaya miliknya sendiri….bagaimana perasaan anda sebagai tuan rumah?

ImageSaat berkendara dengan kesadaraan maka sikap, attitude kita akan digiring untuk menghormati, tunduk terhadap jalan, mengikuti maunya jalan. Saat jalan banyak simpangan, banyak tikungan, sepi,ramai,nanjak,menurun,kasar,licin, semua kan kita respon sesuai dengan data dan kemampuan yang sudah kita pelajari sebelum kita berkendara di jalan umum. Aturan jalan itu saklek, siapa yang melawan ya cilaka, contoh sederhana udah tahu jalan nurun nikung, kita kaga mau nurunin kecepatan, kalo ndak ndlosor ya numbur selokan. Dengan skill mungkin bisa kita akali dengan tehnik nikung ala moto gp, tapi ini punya konsekuensi memakan jalur pihak yang berlawanan, otomatis menambah faktor tak terduga, iya kalo pas kosong, iya kalo pas skill rider yang berlawanan mumpuni, kalo ndak?? wesss cilaka……..

Berkendara dengan kesadaran diri saya terapkan dalam keseharian saya, Alhamdulillah dari kuliah ampe sekarang punya anak udah sekolah belum pernah kecelakaan yang melibatkan orang laen, baik pake motor maupun mobil. Dengan  kesadaran diri, rambu-rambu muncul meskipun tidak dalam bentuk fisik, apalagi dengan rambu lalin beneran, berkendara kitakan jauh lebih nyaman. Jadi berkendara tidak cuman ngandalin skill aja, kalo jalan yang make kita sendiri sih its ok, tapi ingat dijalan umum posisi kita cuman numpang, masih banyak yang melakukan aktivitas yang sama dengan kita. Berkendara dimulai dari isi kepala anda, mindset anda, kesadaran diri anda.

So….sudah sehatkah mental berkendara anda???? THINK AGAIN…….

13 Komentar

    • Sudahkah kesadaran kita tahu bahwa di jalan ada juga ada pengendara di belakang kita? yang penting kita sudah berusaha tidak merugikan orang lain. kalau kita merasa sudah benar tapidirugikan orang lain anggap saja ujian yang punya hikmah dibelakangnya, atau malah dihindarkan dari musibah yang lebih besar…IMHO.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Biker Prancis Demo…Banjiri Jalanan Penuh Motor | 78deka
  2. CS1 Adu Bagong Dengan Grandmax, Rider Nyungsep Ke Selokan | 78deka
  3. Jupiter MX VS Truk Box…Rider Kritis !! | 78deka

Silahkan Beropini